KH Abu Bakar: AS Sedang Perangi Islam, Bukan Teroris

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Purwakarta:Ketua (Amir) Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) KH Abu Bakar Ba'asyir menengarai adanya upaya Amerika Serikat untuk memojokkan umat Islam di dunia dengan kedok memerangi terorisme internasional. Bahkan, Abubakar telak-telak menyebutnya sebagai Perang Salib Modern. "Sesungguhnya AS itu sedang memerangi Islam, bukan teroris," ujarnya kepada Tempo News Room, di sela-sela deklarasi Lajnah Perwakilan MMI Kabupaten Purwakarta, bertempat di Alun-alun Kiansantang, Purwakarta, Jawa Barat, Minggu (27/1). Kiai yang lebih suka dipanggil ustadz ini mencontohkan serangan Amerika ke Afganistan belum lama ini. “Sesungguhnya AS bukan memerangi teroris kelompok Al-Qaidah, yang dipimpin oleh miliarder keturunan Arab Saudi, Usamah Bin Ladin, tetapi sebaliknya memerangi pemerintahan Islam, kemudian menjatuhnya. Lalu, AS menggantinya dengan pemerintahan 'boneka' AS, dengan mengatasnamakan demokrasi," ujar pengasuh Pondok Pesantren Al-Mukmin, Ngruki, Surakarta, Jawa Tengah ini. Ba’asyir sendiri belum lama ini diperiksa secara intensif oleh Mabes Polri sehubungan dugaan keterkaitan dia dengan jaringan teroris Al-Qaidah. Lebih jauh dia mengungkapkan bahwa AS sedang melakukan pemetaan yang sistematis di seluruh Negara Islam di dunia, dengan menawarkan dua opsi: good moslem dan bad moslem. Kiai Ba’asyir lalu menjelaskan bahwa predikat good moslem adalah menjadikan negara itu sebagai sahabatnya. Tentu dengan berbagai aturan hukum yang diawasinya secara ketat. Atau, opsi kedua, dengan predikat bad moslem, yang secara otomatis dicap sebagai musuh AS. Negara Islam atau sebuah negara berbasis Islam, ditudingnya sebagai negara teroris dengan mengaitkannya dengan kelompok Al-Qaidah. Ustadz yang pernah berdakwah hingga ke Malaysia dan Singapura ini menilai bahwa Indonesia termasuk salah satu negara di dunia dengan penduduknya mayoritas muslim, tetapi dalam praktiknya sejak kemerdekaan, disetting untuk selalu tunduk kepada kepentingan AS. Karena itu ia mengajak seluruh komponen umat Islam Indonesia baik yang bergerak di partai-partai politik, LSM, dan birokrasi, bersama-sama untuk memperjuangkan Syariat Islam untuk mengatur negara ini. "Kita jangan takut pada AS yang telah memusuhi Islam. Uangnya AS adalah neraka, bedilnya AS adalah syurga," katanya. "Upaya menegakan Syariat Islam itu harus tegas dan tak kenal kompromi, bila perlu sampai mati. Sebab, hanya itulah tujuan kita," seru Abubakar. (Nanang Sutisna)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.