Polisi Bebaskan Tujuh Mahasiswa Aceh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Banda Aceh:Tujuh mahasiswa IAIN Ar-Raniry dan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, yang ditangkap delapan hari hari lalu, dibebaskan Polda Nanggroe Aceh Darussalam, Jumat (25/1). Polisi tidak menemukan bukti-bukti kepemilikan senjata api dan keterlibatan dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). “Mereka tidak terlibat,” ujar Komisaris Besar Surya Darma, Kepala Direktorat Reserse Polda Nanggroe Aceh Darussalam, tadi siang di Banda Aceh. Ketujuh mahasiswa itu ditangkap dalam penggerebekan di sebuah rumah kos, kawasan kampus IAIN Ar-Raniry, Banda Aceh, 17 Januari lalu. Saat itu, polisi menciduk sebelas orang. Sementara itu, empat orang lain masih menjalani pemeriksaan. Dua tercatat masih mahasiswa di dua perguruan tinggi tersebut, sedang dua lainnya pekerja swasta. Polisi tengah mengorek keterangan dan mengumpulkan bukti berkaitan temuan senjata api dan beberapa buku GAM dalam rumah kos yang digerebek itu. Barang bukti itu diantaranya senapan AK lipat buatan Rusia dengan 60 butir peluru, senapan M16 dengan 112 peluru, pistol berisi enam peluru dan sebuah pelontar granat dengan empat peluru. Polisi juga menemukan tujuh alat komunikasi, dua magazin Ak47 dan M16, satu penutup muka dan sebuah bendera GAM. Polisi juga mencurigai mereka terlibat pembunuhan Rektor Universitas Syiah Kuala Prof Dayan Dawood. (Yuswardi A. Suud – Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.