Malaysia Deportasi Puluhan TKI ke Nunukan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, NUNUKAN:Sedikitnya 70 tenaga kerja Indonesia dideportasi oleh Malaysia, Jum’at, pekan lalu melalui Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur. Mereka tertangkap polisi dan imigrasi Malaysia 27 Maret lalu karena tak dilengkapi kelengkapan legalitas sebagai pekerja di Negari Jiran.

    Empat TKI diantaranya kini berada dipenampungan milik salah satu Perusahaan Jasa TKI di Kabupaten Nunukan. Mereka masing-masing Syamsudin Bimaulu (31) asal Kodya Makassar, Sulawesi Selatan, Khairul Mimin (24) asal Jeneponto, Sulawesi Selatan, Yosep John (25) Flores Timur dan Tarmidzi (29) asal Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.
    Saat ditemui, Selasa (9/6) malam dipemukiman sekitar Pelabuhan Tunon Taka, keempatnya mengaku sempat mendapat cambukan rotan dari Polisi Malaysia saat keempatnya menjalani tahanan di penjara Malaysia.

    Syamsudin mengungkapkan ia tertangkap polisi dan imigrasi menggelar operasi terhadap pekerja Indonesia yang tak memiliki dokumen sahnya pendatang. Saat ditangkap di camp Pelda Plantation tempat dirinya bekerja, ia tak diperkenankan membawa bekal hasil bekerjanya selama 1,2 tahun.

    Kondisi serupa juga dialami Yosep Jon, TKI asal Flores Timur. Ia tertangkap operasi saat ia keluar camp. Yosep tak bisa menunjukkan paspaort karena passport nya telah habis masa berlakunya. “Saya mau pulang ke kampung tapi tak ada uang,” kata Yosep Jon TKI yang sama juga dialami Syamsudin.

    Yosep mengaku ia dideportasi setelah tertangkap tiga bulan lalu dan telah menjalani hukuman dari Mahkamah (Pengadilan) Malaysia. Di Malaysia, Yosep bekerja di kilang CPO (minyak sawit mentah) di Mascot Engeenering, Sabah Malaysia Timur.

    FIRMAN HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.