Akbar Tanjung Mengaku Belum Terima Usulan Percepatan Munas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tanjung menyatakan belum menerima pernyataan DPD Golkar Maluku Utara secara resmi yang meminta percepatan Musyawarah Nasional Partai Golkar. Menurutnya, pemintaan Munas itu adalah pernyataan pribadi Ketua Partai Golkar Maluku Utara, Yasmin Tawari. Akbar mengaku telah bertemu dengan para pengurus Golkar Maluku Utara. Mereka menyampaikan kepada saya bahwa pernyataan Yasmin Tawari itu bersifat pribadi dan tidak pernah dibicarakan terlebih dahulu dalam intern partai,, kata Akbar kepada para wartawan di gedung DPR/MPR, Senin (27/1) Menurutnya, fungsionaris Partai Golkar di Maluku Utara tetap berpegang pada keputusan partai yang lalu bahwa munas akan dilakukan 2004 setelah pemilihan umum selesai. Selain itu, ia menegaskan, DPD Maluku Utara mendukung langkah hukum atas kasus yang menimpanya. Itu sudah jadi pegangan mereka, tandas dia. Akbar menambahkan, namun pihaknya akan melakukan pembahasan jika ada pernyataan secara resmi untuk mempercepat musyawarah nasional. Itu akan kita lakukan jika sudah ada pernyataan secara tertulis, katanya. Sementara itu, adanya isu pergantian kepemimpinan di Partai Golkar, Akbar menanggapi dengan kalem. Kalau pun ada, itu harus dilakukan di forum Munas. Tapi kalau ada perbedaan prinsip yang mendasar, bisa dilakukan musyawarah nasional luar biasa, tapi itu kan harus dengan mayoritas dukungan DPD, kata dia. Soal calon presiden dari Partai Golkar, Akbar menyatakan bahwa semua fungsionaris Partai Golkar bisa mencalonkan. Tidak hanya pengurus pusat, tapi juga fungsionaris dari daerah. Syaratnya, kata dia, adalah mereka yang memiliki komitmen dan loyalitas terhadap Golkar. Orang seperti itu diberi kesempatan. Tentu saja ada mekanisme dan aturannya. Nah aturan dan mekanisme ini yang belum kita tetapkan, ujarnya. (Andi Dewanto-Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ratusan Ribu Orang Mengalami Gangguan Pernafasan Akibat Karhutla

    Sepanjang 2019, Karhutla yang terjadi di sejumlah provinsi di Sumatera dan Kalimantan tak kunjung bisa dipadamkan. Ratusan ribu jiwa jadi korban.