Ribuan Umat Islam Kecam Penculikan Aktivis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Solo: Tidak kurang dari 20 ribu umat Islam di Surakarta dari berbagai ormas dan elemen menggelar aksi bersama mengecam penangkapan terhadap aktivis-aktivis Islam yang menyalahi prosedur. Aksi tablig akbar kesiapsiagaan umat Islam Surakarta tersebut berlangsung di Stadion Sriwedari, Solo, Minggu (21/9). Di antara elemen dan ormas yang bergabung dalam wadah Umat Islam Peduli Bangsa (UIPB) itu adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Majelis Tafsir Al-Quran (MTA), KAMMI, Hizbullah, Forum Komunikasi Aktivis Masjid (FKAM), pondok-pondok pesantren di Surakarta dan lainnya. Mereka mengecam langkah-langkah aparat kepolisian yang dengan seenaknya menangkapi sejumlah aktivis Islam. Selanjutnya mereka mendesak kepada Kapolri jika memang terdapat kesalahan yang dilakukan anak buahnya mereka harus diberi sanksi. Dalam pernyataan sikapnya, UIPB menilai penangkapan terhadap aktivis Islam telah menimbulkan keresahan di kalangan umat. UU Antiterorisme yang seharusnya memberikan rasa aman justru telah disalahgunakan oleh aparat kepolisian dengan seenaknya sendiri. "Polisi justru telah melakukan teror baru di kalangan masyarakat dengan berlindung dibalik UU Antiterorisme tersebut," ujar Dedi Hermawan, Humas UIPB. UIPB juga menyebut penangkapan-penangkapan tersebut merupakan skenario global untuk memojokkan umat Islam karena bersikap apriori dan diskriminatif. "Selain itu penangkapan dengan cara-cara penculikan tersebut telah memberikan beban tersendiri bagi keluarga korban. Mereka selain kebingungan dan was-was juga telah dikucilkan oleh warga sekitarnya. Padahal status hukum yang bersangkutan juga belum jelas," tambah Yanni Rusmanto, dari Hizbullah. Sementara KH Sukino dari MTA yang menjadi salah seorang pembicara meminta agar polisi dalam memerangi terorisme jangan memunculkan teror baru di kalangan umat. Jika hal ini terus dibiarkan ia khawatir justru akan menimbulkan reaksi negatif dari masyarakat. "Namun kita juga mengajak umat Islam menyikapi persoalan ini tetap dengan kepala dingin dan tidak terpancing emosinya. Jangan sampai umat terpancing dengan skenario dari pihak-pihak yang ingin memojokkan Islam," tandasnya. Aksi tablig akbar yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB tersebut berlangsung tertib. Mereka bukan hanya datang dari kota Solo melainkan juga kabupaten-kabupaten di sekitar Solo seperti Karanganyar, Sukoharjo, Klaten, Boyolali, Salatiga, dan Sragen. Anas Syahirul - Tempo News Room

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.