Dua Orang Tewas Akibat Kereta Barang Anjlok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Bandung:Dua orang tewas dan satu lainnya luka-luka akibat anjloknya kereta pengangkut peti kemas di Stasiun Cilame, Padalarang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (23/1) sekitar pukul 23.00. Hingga Jumat sore, dua orang korban yang tewas belum diketahui identitasnya, karena terjepit di antara dua peti kemas dan belum berhasil dievakuasi. Sedang korban luka berat, Asep Mulyana, 24 tahun, warga Purwakarta, terlempar dari gerbong barang yang dia tumpangi. Sekrang Asep dirawat di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Kereta api barang yang berangkat dari Stasiun Gedebage Bandung menuju Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta itu membawa rangkaian gerbong sebanyak 15 buah, dengan angkutan berupa peti kemas dengan berat total 542 ton. Saat tiba di Cilame, lokomotif dan lima rangkaian gerbong anjlog di lintasan 3, yang sebenarnya berfungsi sebagai jalur penangkap. Kepala Humas PT Kerata Api Indonesia Daerah Operasi 2, Ahmad Sujadi, menjelaskan kereta barang yang dimasinisi Sukirman dan dua asisten, Ichwandi dan Herwandi Dipo, sebenarnya belum boleh masuk ke Stasiun Cilame karena lampu sinyal masih merah. Namun, kereta itu tetap melaju kencang dan masuk ke jalur penangkap, yang difungsikan untuk jalur tunggu jika ada pertemuan antara dua kereta yang berlawanan arah. Di jalur penangkap ini, kereta tersebut tetap melaju dengan kecepatan tinggi, sehingga menabrak pembatas. Benturan keras ini menyebabkan lokomotif dan lima gerbong anjlog keluar dari lintasan, sementara 10 gerbong lainnya masih tetap berada di lintasan rel di jalur utama. Sampai sore ini, upaya untuk mengevakuasi korban serta mengembalikan kelima gerbong ke jalur rel dengan alat berat masih berlangsung. Hingga petang tadi, dua gerbong sudah berhasil diangkat, sementara dua korban yang diduga gelandangan belum berhasil dikeluarkan dari himpitan peti kemas. (Upiek Supriyatun-Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.