Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Cuaca Buruk, Kepala BNPB Gagal Menuju Titik Longsor Natuna

Reporter

Editor

Amirullah

image-gnews
Longsor menerjang Desa Genting di Serasan, Natuna pada Senin, 6 Maret 2023. 50 orang dikabarkan hilang. Foto : istimewa
Longsor menerjang Desa Genting di Serasan, Natuna pada Senin, 6 Maret 2023. 50 orang dikabarkan hilang. Foto : istimewa
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Rombongan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letjen Suharyanto gagal mencapai lokasi kejadian tanah longsor Natuna, di Desa Genting dan Desa Pangkalan, Kecamatan Serasan, Natuna. Rombongan terhalang oleh cuaca buruk yang masih melanda kawasan tersebut.

"Cuaca tidak memungkinkan apabila harus meneruskan perjalanan menuju Serasan yang menjadi lokasi tanah longsor, baik melalui udara maupun jalur laut," kata plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Selasa, 7 Maret 2023.

Muhari mengatakan Kepala BNPB dan rombongan tiba di Lanud Raden Sadjad Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, pada hari ini. Mereka tiba setelah menempuh penerbangan selama kurang lebih 2 jam 40 menit dari Lanud Halim Perdanakusuma di Jakarta menggunakan pesawat Hercules C-130 TNI AU.

Setibanya di Ranai, cuaca terpantau mendung berawan dengqn angin kencang. Kondisi cuaca inilah yang membuat rombongan tidak bisa menuju lokasi tanah longsor. Menurut pantauan kondisi cuaca dari satelit Himawari, wilayah Natuna, Serasan, Serawak, terdapat kumpulan awan hujan dengan indikator warna oranye hingga merah.

Menurut Muhari, atas pertimbangan itu Suharyanto memerintahkan menunda keberangkatan menuju Serasan. Suharyanto meminta timnya menunggu hingga kondisi cuaca membaik sambil melakukan persiapan langkah-langkah tanggap darurat bersama pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Kabupaten Natuna

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Suharyanto dan rombongan sebenarnya berencana melakukan perjalanan ke Serasan pada malam hari menggunakan jalur laut. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau telah menyiagakan satu kapal Ferry.

Suharyanto mengintruksikan kepada seluruh otoritas agar terus memantau perkembangan cuaca. Apabila memungkinkan maka akan dilanjutkan perjalanan baik melalui udara maupun jalur laut dengan segera. “Kami minta pihak terkait agar terus memantau dan melaporkan kondisi cuaca sehingga tim dapat melanjutkan misi ke Serasan,” kata Suharyanto.

Tanah longsor terjadi di Natuna pada Senin, 6 Maret 2023. Sebanyak 11 orang dilaporkan meninggal dan 47 orang masih dinyatakan hilang. Selain itu, menurut data pengungsian ada sebanyak 1.216 yang tersebar di empat titik.

Pilihan Editor: Arus Transaksi Janggal di Rekening Rafael Alun Capai Rp 500 M, PPATK: Kemungkinan Bertambah

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Kebakaran Hutan, Sumsel Siagakan 5 Helikopter dan Hampir 1.000 Personel

17 jam lalu

Petugas dari Manggala Agni Daops OKI dan Daops Lahat melakukan pemadaman kebakaran lahan gambut di Desa Jungkal, Kecamatan Pampangan, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Selasa, 7 November 2023. Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sumatera menerjunkan 60 orang petugas Manggala Agni dari Daops OKI, Banyuasin, Lahan dan Muba untuk melakukan pemadaman kebakaran lahan gambut di wilayah tersebut yang terbakar sejak 30 Agustus 2023. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Kebakaran Hutan, Sumsel Siagakan 5 Helikopter dan Hampir 1.000 Personel

BPBD Sumatera Selatan sebelumnya ajukan 10 helikopter untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan tahun ini.


Jembatan Cina Ambruk, 11 Orang Tewas dan Lebih Dari 30 Orang Hilang

2 hari lalu

Tangkapan layar kawasan banjir di Kota Meizhou, Guangdong, Tiongkok, 17 Juni 2024.  (File image: Video obtained by Reuters)
Jembatan Cina Ambruk, 11 Orang Tewas dan Lebih Dari 30 Orang Hilang

Sedikitnya sebelas orang tewas dan lebih dari 30 orang masih hilang setelah sebuah jembatan di Cina utara ambruk di tengah hujan lebat


Malaysia Bebaskan 8 Nelayan Natuna yang Dituduh Melanggar Batas Wilayah

5 hari lalu

Delapan nelayan Natuna bertemu KJRI usai dinyatakan tidak bersalah dan bebas dari dakwaan di pengadilan Malaysia. Foto KJRI Kuching
Malaysia Bebaskan 8 Nelayan Natuna yang Dituduh Melanggar Batas Wilayah

Delapan nelayan Natuna yang didakwa melanggar batas wilayah akhirnya dibebeaskan oleh pengadilan Malaysia.


BNPB: Longsor di Mimika, Tujuh Warga Meninggal

5 hari lalu

Ilustrasi tanah longsor. Tempo/Imam Hamdi
BNPB: Longsor di Mimika, Tujuh Warga Meninggal

Menurut BNPB, hujan lebat tiga hari menyebabkan tanah longsor di Mimika, Papua Tengah, 14 Juli 2024. Tujuh warga meninggal dunia.


Banjir di Luwu Utara Akibat Luapan Empat Sungai, Jalan Trans Sulawesi Ikut Terdampak

5 hari lalu

Kondisi banjir di Kab Luwu Utara, Senin (15/7). Sumber video: BPBD Kab Luwu Utara
Banjir di Luwu Utara Akibat Luapan Empat Sungai, Jalan Trans Sulawesi Ikut Terdampak

Hujan deras sejak 15 Juli lalu membuat sejumlah sungai utama di Kabupaten Luwu Utara meluap dan melimpas ke pemukiman masyarakat.


Tim Penyelamat Temukan 11 Jenazah Korban Tanah Longsor di Nepal

6 hari lalu

Anggota tim penyelamat mencari bus penumpang yang jatuh ke Sungai Trishuli setelah tanah longsor di daerah Simaltal di distrik Chitwan, Nepal 12 Juli 2024. REUTERS
Tim Penyelamat Temukan 11 Jenazah Korban Tanah Longsor di Nepal

Temuan 11 mayat itu berasal dari dua bus yang hanyut akibat tanah longsor pada Jumat pekan lalu.


BNPB: 7.000 Lebih Warga Mengungsi Imbas Banjir di Kota Gorontalo

7 hari lalu

Warga mengungsi dengan menggunakan perahu di Tilango, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Jumat, 12 Juli 2024. Pemerintah setempat mendata 9.370 warga dari delapan desa di Kecamatan Tilango terkena dampak banjir luapan Danau Limboto, Sungai Tapodu dan Bulango. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin
BNPB: 7.000 Lebih Warga Mengungsi Imbas Banjir di Kota Gorontalo

Banjir ini menjadi yang terparah di Gorontalo pada pertengahan tahun 2024


Mengenal Lebih Jauh Bencana Hidrometeorologi

8 hari lalu

Wilayah yang masih terdampak banjir di Kota Gorontalo, per Sabtu, 13 Juli 2024, pukul 11.00 WITA. Lembaga Salam Puan
Mengenal Lebih Jauh Bencana Hidrometeorologi

bencana hidrometeorologi merupakan fenomena bencana alam atau proses merusak yang terjadi di atmosfer (meteorologi), air (hidrologi), atau lautan.


BNPB: Lima Kecamatan Terdampak Banjir di Seram Bagian Barat

10 hari lalu

Ilustrasi banjir. Dok. TEMPO/M. Iqbal Ichsan
BNPB: Lima Kecamatan Terdampak Banjir di Seram Bagian Barat

BNPB menyatakan, hujan selama beberapa hari menyebabkan banjir di lima kecamatan di Seram Bagian Barat, Maluku.


Puluhan Masih Hilang, Pencarian Korban Longsor Tambang di Bone Bolango Terganjal Cuaca Buruk

11 hari lalu

Tanah longsor yang melanda Desa Tulabolo, Kecamatan Suwaw, wilayah Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo pada Minggu 7 Juli 2024. Sumber: Istimewa.
Puluhan Masih Hilang, Pencarian Korban Longsor Tambang di Bone Bolango Terganjal Cuaca Buruk

Pencarian korban yang tertimbun longsor tambang di Kabupaten Bone Bolango terhambat guyuran hujan. Alat berat sulit bergerak.