"

Kapan Awal Mula Kalender Jawa Digunakan?

Editor

Nurhadi

Sejumlah Abdi Dalem Keraton Yogyakarta berdoa saat prosesi Grebeg Syawal 1440 H di Masjid Gede Kauman, Yogyakarta, Rabu 5 Juni 2019. Dalam acara yang menjadi simbol sedekah raja kepada rakyatnya itu Keraton Yogyakarta mengeluarkan tujuh gunungan hasil bumi dan diperebutkan oleh warga. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
Sejumlah Abdi Dalem Keraton Yogyakarta berdoa saat prosesi Grebeg Syawal 1440 H di Masjid Gede Kauman, Yogyakarta, Rabu 5 Juni 2019. Dalam acara yang menjadi simbol sedekah raja kepada rakyatnya itu Keraton Yogyakarta mengeluarkan tujuh gunungan hasil bumi dan diperebutkan oleh warga. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

TEMPO.CO, Jakarta - Orang Jawa mengenal penanggalan Jawa untuk menandai berbagai peristiwa penting dalam kehidupan. Sampai hari ini, penghitungan weton dalam kalender Jawa masih dipercaya mampu menentukan karakter seseorang sampai hari baik dalam mengambil keputusan. Lantas, bagaimana sejarah penanggalan Jawa?

Dikutip dari buku Mengislamkan Jawa karya M.C. Ricklefs, sistem penanggalan Jawa mulai dirancang oleh Sultan Agung pada masa Kesultanan Mataram (1613–1645). Saat itu, Kesultanan Mataram menerapkan dua sistem penanggalan, yaitu kalender Masehi dan kalender Jawa.

Kalender Masehi digunakan untuk keperluan administrasi kerajaan supaya selaras dengan kegiatan sehari-hari masyarakat umum. Sementara itu, kalender Jawa digunakan sebagai patokan penyelenggaraan upacara-upacara adat kerajaan.

Karena Kalender Saka didasarkan kepada pergerakan matahari (solar), sementara kalender Hijriah didasarkan kepada pergerakan bulan (lunar), perayaan-perayaan adat yang diselenggarakan oleh kerajaan tidak selaras dengan perayaan-perayaan hari besar Islam

Namun, pada 1633, Sultan Agung melakukan ziarah ke Tembayat untuk kemudian memerintahkan makam tersebut dipugar. Alhasil, makam tersebut dibangun kembali dengan hiasan sebuah gapura yang megah. Ricklefs menyebut hal ini dilakukan untuk melegitimasi kekuasaan Sultan Agung.

Saat melakukan ziarah, Sultan Agung dikisahkan bertemu dengan roh Bayat yang mengajarinya ilmu-ilmu mistik. Dia pun mendapatkan nasihat untuk mengganti sistem penanggalan yang sudah ada. Sekembalinya dari Tembayat, Sultan Agung memadukan kalender Saka bergaya India dengan kalender Hijriah.

Kebijakan Sultan Agung tersebut berlaku di seluruh wilayah Kesultanan Mataram, yaitu seluruh Pulau Jawa dan Madura, kecuali Banten, Batavia, dan Blambangan, sebab ketiga daerah terakhir tersebut tidak termasuk wilayah kekuasaan Sultan Agung. Pulau Bali dan Palembang yang mendapatkan pengaruh budaya Jawa, juga tidak ikut mengambil alih kalender karangan Sultan Agung ini.

Dalam kalender baru ini, penanggalan dan bulan yang dipakai adalah sistem Qomariah dan Hijriah, sementara angka tahun dan nama tahun menggunakan sistem Saka. Penanggalan ini istimewa karena memadukan beberapa sistem kalender sekaligus, yaitu Islam, Hindu, dan sedikit dari sistem penanggalan Julian.

HAN REVANDA PUTRA

Baca juga: Kalender Jawa, Cara Sultan Agung Menyelaraskan Adat Keraton dan Keislaman








5 Grup Legendaris yang Lagunya Sering Diputar saat Bulan Ramadan

12 hari lalu

Grup kasidah Nasida Ria. instagram.com/nasidariasemarang
5 Grup Legendaris yang Lagunya Sering Diputar saat Bulan Ramadan

5 Grup legendaris, yang karyanya Selalu hits di Bulan Ramadan.


Asal usul Ribuan Unta di Australia dan Hubungannya dengan Penyebaran Islam

15 hari lalu

Dennis Sinclair dan Ken Towle menggaetkan para sejumlah turis yang berjalan-jalan menggunakan unta di sepanjang pantai Mercusuar di utara Sydney, Australia, 4 Desember 2014. Sejak 25 tahun pantai Mercusuar, baru ada rekreasi jalan-jalan menggunakan unta untuk menyusuri pantai. REUTERS/Jason Reed
Asal usul Ribuan Unta di Australia dan Hubungannya dengan Penyebaran Islam

Masuknya islam ke Australia terkait dengan unta dan penjelajahan.


Adab Menagih Utang Dalam Islam

22 hari lalu

Ilustrasi utang. Pexels/Karolina Grabowska
Adab Menagih Utang Dalam Islam

enagih utang hendaknya dilakukan dengan cara yang baik dan sopan, tidak dengan nada mengancam, apalagi sampai menuntut dibayar dengan nominal yang lebih, sebab hal tersebut merupakan tradisi buruk masyarakat jahiliah Arab di zaman dahulu


Profil Masjid Al Jabbar Bandung: Dibangun Sejak 2017, Habiskan Dana Rp 1 Triliun

27 hari lalu

Penampakan Masjid Al Jabbar di Gede Bage, Bandung, Jawa Barat, 26 Desember 2022. Masjid yang akan segera diresmikan ini dapat menampung hingga 50.000 jamaah sampai ke plaza masjid. TEMPO/Prima Mulia
Profil Masjid Al Jabbar Bandung: Dibangun Sejak 2017, Habiskan Dana Rp 1 Triliun

Sejarah dan profil Masjid Al Jabbar Bandung yang menghabiskan uang negara mencapai Rp 1 triliun dan dirancang oleh Ridwan Kamil.


Kejadian Isra Miraj Sebut Masjidil Haram dan Masjid Al-Aqsa, Ini 2 Tempat Suci Itu

30 hari lalu

Warga muslim melaksanakan salat Jumat di komplek Masjid Al-Aqsa, di Yerusalem, 15 April 2022. Sebelumnya, polisi Israel menyerbu Masjid Al-Aqsa dan melukai setidaknya 67 warga Palestina dalam kekerasan yang terjadi sebelum fajar pada 15 April 2022. REUTERS/Ammar Awad
Kejadian Isra Miraj Sebut Masjidil Haram dan Masjid Al-Aqsa, Ini 2 Tempat Suci Itu

Isra Miraj dilakukan Nabi Muhammad SAW di Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa. Begini profil kedua tempat tersebut sebagai saksi Isra Miraj.


PBNU Selenggarakan Muktamar Internasional Fikih Perdaban 1, Gus Yahya: Islam harus Jadi Solusi

41 hari lalu

Wakil Presiden Ma'ruf Amin didampingi beberapa ulama secara simbolis membuka Muktamar Internasional Fiqih Peradaban 1 di Hotel Shangri La Surabaya, Senin, 6 Februari 2023. TEMPO/Kukuh S. Wibowo
PBNU Selenggarakan Muktamar Internasional Fikih Perdaban 1, Gus Yahya: Islam harus Jadi Solusi

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) memberikan sambutan pada pembukaan Muktamar Internasional Fikih Peradaban 1 di Surabaya.


Partai-partai di Sudan Menolak Rencana Normalisasi Hubungan dengan Israel

43 hari lalu

Pengunjuk rasa menggelar aksi demo memprotes aturan militer menyusul kudeta bulan lalu di Istana Presiden,  Khartoum, Sudan, Minggu, 19 Desember 2021. Sebanyak 123 orang terluka akibat bentrok antara pengunjuk rasa dengan polisi untuk menyuarakan penolakan kudeta militer. REUTERS/Mohamed Nureldin Abdallah
Partai-partai di Sudan Menolak Rencana Normalisasi Hubungan dengan Israel

Dewan Islam Sudan yang menaungi 10 partai, mengutuk langkah normalisasi hubungan dengan Israel


Jokowi Tak Jadi Reshuffle Rabu Pon, Begini Cara Menghitung Weton Menurut Penanggalan Jawa

45 hari lalu

Presiden Joko Widodo (berdiri) didampingi Wapres Ma'ruf Amin (keempat kanan) mengumumkan enam orang calon menteri baru di Kabinet Indonesia Maju Jilid 2 di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 22 Desember 2020. Presiden Jokowi melakukan reshuffle kabinet untuk pertama kalinya selama 14 bulan pemerintahan periode kedua.  ANTARA FOTO/Setpres/Laily Rachev/handout
Jokowi Tak Jadi Reshuffle Rabu Pon, Begini Cara Menghitung Weton Menurut Penanggalan Jawa

Jokowi sering menggunakan pertimbangan hari pasaran Jawa atau weton untuk menentukan kapan keputusan politik akan diambil.


13 Rukun Salat dalam Islam: Ketahui Syarat Wajib dan Syarat Sah

48 hari lalu

Ilustrasi salat Tarawih. MADAREE TOHLALA/AFP/Getty Images
13 Rukun Salat dalam Islam: Ketahui Syarat Wajib dan Syarat Sah

Dalam Islam, terdapat 13 rukun salat yang wajib dipenuhi oleh umat muslim. Simak penjelasan beserta syarat wajib dan syarat sah salat.


Memahami Perbedaan Mushaf dengan AlQuran Sebagai Wahyu

53 hari lalu

Seorang pria membaca Al Quran saat 17 Ramadan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu, 2 Juni 2018. Pada 17 Ramadan disebut sebagai tanggal turunnya Alquran, atau 6 Agustus 610 di Gua Hira, Mekah. TEMPO/Fajar Januarta
Memahami Perbedaan Mushaf dengan AlQuran Sebagai Wahyu

Penertiban mushaf saat membukukan AlQuran dilakukan untuk menjaga keutuhan dan kemurnian wahyu Allah.