Kasus Gazalba Saleh, KPK Panggil Asisten Hakim Agung

Ilustrasi KPK. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK kembali memanggil sejumlah saksi dalam kasus suap pengurusan perkara Mahkamah Agung yang menjerat Hakim Agung Gazalba Saleh. Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan pihaknya memanggil Bayuardi yang merupakan seorang asisten hakim agung.

Ali mengatakan Bayuardi diagendakan menjalani pemeriksaan dengan tim penyidik KPK pada hari ini Kamis 26 Januari 2023. Ia menyebut Bayuardi akan diperiksa mengenai keterangannya terkait perkara suap di Mahkamah Agung.

“Saksi akan menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK Jalan Kuningan Persada Kav.4 Setiabudi, Jakarta Selatan,” kata Ali melalui keterangan tertulis.

Selain memanggil Bayuardi, Ali mengatakan KPK memanggil beberapa saksi lain yang akan diperiksa oleh tim penyidik. Ia menyebut total ada tiga orang saksi lain yang diagendakan diperiksa oleh KPK.

“Adapun tiga orang tersebut adalah Anri Febiarti selaku dokter, Carolina Wahyu selaku VIP Money Changer, dan Yuan Gama selaku wiraswasta,” ujar dia. 


Kronologi kasus

Kasus tersebut bermula dari kisruh internal koperasi simpan pinjam Intidana. Kisruh tersebut pada akhirnya sampai ke meja pengadilan. Pengadilan Negeri Semarang sebagai pengadil kemudian menetapkan vonis bebas kepada tergugat Budiman Gandi Suparman.

Tidak puas, Heryanto Tanaka sebagai penggugat kemudian mengajukan kasasi kepada Mahkamah Agung. Namun, Heryanto meminta kepada tim kuasa hukumnya agar perkara tersebut bisa jatuh vonis pidana dan perdata kepada Budiman Gandi.

Gazalba Saleh yang mengurusi vonis kasasi pidana dalam perkara tersebut, diduga menerima Rp 400 juta. Setelah adanya kesepakatan suap tersebut, Gazalba kemudian menjatuhkan vonis lima tahun untuk Budiman Gandi Suparman. Kini, Gazalba Saleh ditahan di Rumah Tahanan KPK Pomdam Jaya Guntur.

Kemarin, KPK juga sempat memanggil sejumlah saksi dalam perkara suap tersebut. Salah satu saksi yang dipanggil oleh KPK adalah Budiman Gandi Suparman selaku korban vonis Gazalba Saleh. Ali FIkri mengatakan pemanggilan tersebut dilakukan guna menadalami secara lebih detail lagi kronologi pemutusan vonis kasasi perkara KSP Intidana yang dijatuhkan terhadap Budiman Gandi Suparman yang dijatuhkan oleh Gazalba Saleh.

"Saksi diperiksa untuk dilakukan pendalaman detail penjatuhan vonis yang pada saat itu saksi menjadi terdakwa dalam perkara tersebut," ujar dia.

Baca: KPK Dalami Rekening Pegawai BUMN yang Diduga Pemberian Gazalba Saleh






KPK Telisik Dugaan Aliran Duit Nurhadi ke Dito Mahendra

6 jam lalu

KPK Telisik Dugaan Aliran Duit Nurhadi ke Dito Mahendra

Dalam pemeriksaan Dito Mahendra, KPK menelisik tentang dugaan aliran duit dari Nurhadi.


KPK Periksa Dito Mahendra Sebagai Saksi Kasus TPPU Eks Sekretaris MA

8 jam lalu

KPK Periksa Dito Mahendra Sebagai Saksi Kasus TPPU Eks Sekretaris MA

KPK memeriksa Dito Mahendra Saputro sebagai saksi atas Tindak Pidana Pencucian Uang atau TPPU oleh Eks Sekertaris Mahkamah Agung, Nurhadi.


Komisi Yudisial Akui Minimnya Calon Hakim Ad Hoc HAM Kompeten di MA, Apa Sebabnya?

11 jam lalu

Komisi Yudisial Akui Minimnya Calon Hakim Ad Hoc HAM Kompeten di MA, Apa Sebabnya?

KY menilai ada sejumlah permasalahan yang menyebabnya minimnya calon hakim ad hoc HAM yang kompeten.


4 Komentar Tokoh soal Indeks Persepsi Korupsi Indonesia yang Jeblok

19 jam lalu

4 Komentar Tokoh soal Indeks Persepsi Korupsi Indonesia yang Jeblok

Indeks Persepsi Korupsi Indonesia yang jeblok menimbulkan beragam respons dari tokoh. Tempo merangkum 4 komentar dari tokoh tersebut.


Soal Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Merosot, PKS Sebut Penyemangat KPK Berbenah

1 hari lalu

Soal Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Merosot, PKS Sebut Penyemangat KPK Berbenah

Politikus PKS Hidayat Nur Wahid menyebut penurunan skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia harus jadi bahan evaluasi untuk KPK.


Fitroh Rohcahyanto Mundur dari KPK, Kejaksaan Agung: Kembali ke Institusi Asal

1 hari lalu

Fitroh Rohcahyanto Mundur dari KPK, Kejaksaan Agung: Kembali ke Institusi Asal

Ketut menyebut kembalinya eks Direktur Penuntutan KPK Fitroh Rohcahyanto ke Kejaksaan Agung bukan suatu hal yang perlu dipermasalahkan.


Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Merosot, Politikus PKB Anggap Lumrah Naik Turun

1 hari lalu

Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Merosot, Politikus PKB Anggap Lumrah Naik Turun

Jazilul mengatakan naik turunnya skor Indeks Persepsi Korupsi bukanlah sesuatu yang perlu dijadikan polemik.


Bambang Widjojanto Ungkap Percakapan dengan Eks Direktur Penuntutan KPK

1 hari lalu

Bambang Widjojanto Ungkap Percakapan dengan Eks Direktur Penuntutan KPK

Bambang Widjojanto menduga kembalinya Fitroh ke Kejaksaan Agung karena adanya intervensi dari pimpinan KPK dalam kasus Formula E.


Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Anjlok, Bambang Widjojanto: Kinerja Pimpinan KPK Sangat Buruk

1 hari lalu

Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Anjlok, Bambang Widjojanto: Kinerja Pimpinan KPK Sangat Buruk

Bambang Widjojanto mengatakan KPK memiliki andil tanggung jawab dalam rendahnya capaian skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia tersebut.


Direktur Penuntutan KPK Mundur, IM57+: Dewas Harus Bertindak Aktif

1 hari lalu

Direktur Penuntutan KPK Mundur, IM57+: Dewas Harus Bertindak Aktif

Direktur Penuntutan KPK Fitroh Rohcahyanto mundur dari jabatannya di tengah kontroversi penyidikan Formula E. Apa kata IM57+?