Pembelaan Putri Candrawathi: Merasa Difitnah dan Bersiteguh Alami Pelecehan

Terdakwa Putri Candrawathi bersiap menjalani sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu, 25 Januari 2023. Putri juga menyampaikan dalam pembelaannya bahwa Brigadir J mengancam membunuhnya dan orang-orang yang ia cintai jika menceritakan ke orang lain terkait peristiwa di rumah Magelang. TEMPO/ Febri Angga Palguna

TEMPO.CO, Jakarta - Terdakwa Pembunuhan Brigadir J, Putri Candrawathi menyampaikan pembelaan atau pleidoi di depan majelis hakim pada Rabu siang, 25 Januari 2023. Berikut pleidoi yang dibacakan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

1. Dirinya Merasa Difitnah 

Putri Candrawathi menceritakan bahwa ia tersakiti atas fitanh dan segala tuduhan kebohongan tentang skenario pembunuhan, sehingga hal tersebut membuatnya menjadi ibu yang berpisah dari anak-anaknya ke penjara

“Sebuah nota pembelaan dari seorang perempuan yang disakiti dan dihujam jutaan tuduhan, stigma, dan fitnah atas apa yang tidak pernah dilakukan. Sebuah nota pembelaan seorang ibu yang dipisahkan pada saat dari anak-anaknya hanya dengan dasar tuduhan yang rapuh dan mengada ngada’. Ujarnya. 

2. Bersiteguh Alami Kekerasan Seksual

Meskipun telah dituntut 8 tahun penjara pada 18 januari lalu, Pada sidang pleidoinya siang kemarin ia bersikeras menyampaikan bahwa dirinya menjadi korban pelecehan sesksual oleh Brigadir J

“Saya mengalami kekerasan seksual oleh orang yang selalu percayakan dengan sangat baik yang kami anggap keluarga kejadian sangat pahit yang justru terjadi di hari pernikahan kami yang ke-22”

3. Berharap Dapat Kembali Bersama Anak

Setelah menceritakan tentang dirinya yang harus berpisah dari anak-anaknya, ia berharap dapat kembali kepada anak-anaknya sebagaimana tanggung jawab seorang ibu.

“Hakim yang mulia kalaulah saya boleh berharap Jika Tuhan mengizinkan Semoga saya bisa kembali memeluk putri-putri saya pelukan yang paling dalam merasakan hangat tubuh mereka dalam kasih sayang seorang ibu”

4. Sama Sekali Tidak Pernah Rencanakan Pembunuhan

Di hadapan Majelis Hakim, Putri mengaku dalam pleidoinya, bahwa ia tidak pernah sama sekali merencanakan pembunuhan, sebagaimana yang dituntut pada persidangan 18 januari lalu. Menurutnya tuntutan tersebut tidak cukup untuk menjadikanya terdakwa.

“Saya tidak pernah sekalipun memikirkan apalagi merencanakan ataupun bersama-sama berniat membunuh siapapun. Majelis Hakim yang mulia. Dengan Tuduhan sebagai pembunuhan berencana. Tidak pernah saya menyangka pada tanggal 8 Juli 2022 bisa terjadi. konstruksi yang dibangun dengan menambah aspek perselingkuhan, rasanya tidak pernah cukup untuk mendakwah saya sebagai pelaku pembunuhan berencana.

5. Mengaku diancam dan akan dibunuh oleh Yosua

Setelah menceritakan profilnya bersama Ferdi Sambo, ia menyinggung kembali mengenai pelecehan yang dilakukan oleh Yosua. Menurutnya ia diancam akan dibunuh oleh Yosua apabila tidak melakukan hal keji tersebu dan menceritakan kejaidian tersebut ke Ferdi Sambo

“Yosua melakukan perbuatan keji terhadap saya yang melakukan kekerasan seksual penganiayaan dan mengancam membunuh bukan hanya bagi saya dia juga bagi orang-orang yang saya cintai”.

Selanjutnya: trauma...






Mahasiswa UI yang Tewas jadi Tersangka, BEM UI: Seperti Kasus Ferdy Sambo Jilid II

17 menit lalu

Mahasiswa UI yang Tewas jadi Tersangka, BEM UI: Seperti Kasus Ferdy Sambo Jilid II

BEM UI mengecam polisi yang sempat menetapkan Mohammad Hasya, mahasiswa UI yang tewas tertabrak, sebagai tersangka


Ferdy Sambo hingga Richard Eliezer Sudah Bacakan Pleidoi, Apa Tahapan Selanjutnya?

1 hari lalu

Ferdy Sambo hingga Richard Eliezer Sudah Bacakan Pleidoi, Apa Tahapan Selanjutnya?

Beginilah tahapan persidangan kasus pidana di Pengadilan Negri. Ferdy Sambo, Putri Candrawathi hingga Richard Eliezer bacakan pleidoi, setelah itu?


Beda Frustrasi dan Putus Asa dalam Psikologi, Pledoi Ferdy Sambo yang Mana?

1 hari lalu

Beda Frustrasi dan Putus Asa dalam Psikologi, Pledoi Ferdy Sambo yang Mana?

Ferdy Sambo dalam pleidoinya sempat merasa frustrasi karena banyaknya tekanan dan olok-olok dari berbagai pihak. Apa beda frustasi dengan putus asa?


Jaksa Sebut Pengacara Ferdy Sambo, Kuat Ma'ruf dan Ricky Rizal berasal dari Tim yang Sama, Berupaya Kaburkan Peristiwa

1 hari lalu

Jaksa Sebut Pengacara Ferdy Sambo, Kuat Ma'ruf dan Ricky Rizal berasal dari Tim yang Sama, Berupaya Kaburkan Peristiwa

JPU menyinggung tim pengacara terdakwa, Ferdy Sambo, Kuat Ma'ruf, dan Ricky Rizal berasal dari tim yang sama


Deretan Tuntutan Jaksa ke Anak Buah Ferdy Sambo, Paling Lama 3 Tahun

1 hari lalu

Deretan Tuntutan Jaksa ke Anak Buah Ferdy Sambo, Paling Lama 3 Tahun

Hendra Kurniawan dan lima terdakwa lainnya terseret kasus ini karena mengikuti skenario palsu pembunuhan Brigadir Yosua yang dibuat Ferdy Sambo.


Jaksa Minta Hakim Tolak Pleidoi dan Tetap Hukum Ferdy Sambo Seumur Hidup

1 hari lalu

Jaksa Minta Hakim Tolak Pleidoi dan Tetap Hukum Ferdy Sambo Seumur Hidup

Jaksa menilai pleidoi penasihat hukum Ferdy Sambo patut dikesampingkan karena tidak memiliki dasar yuridis yang kuat.


3 Poin Jawaban Jaksa atas Pleidoi Ricky Rizal

1 hari lalu

3 Poin Jawaban Jaksa atas Pleidoi Ricky Rizal

Ricky Rizal telah menjalani sidang dengan agenda mendengarkan replik dari jaksa penuntut umum atas pleiodoinya. Jaksa minta hakim abaikan pleidoi itu.


Irfan Widyanto Dituntut 1 Tahun Penjara karena Menyita CCTV Tanpa Prosedur yang Sah

1 hari lalu

Irfan Widyanto Dituntut 1 Tahun Penjara karena Menyita CCTV Tanpa Prosedur yang Sah

Hal yang memberatkan Irfan Widyanto antara lain ia merupakan perwira Polri yang seharusnya mempunyai pengetahuan yang lebih.


Hendra Kurniawan Dituntut 3 Tahun Penjara dan Denda Rp 20 Juta

1 hari lalu

Hendra Kurniawan Dituntut 3 Tahun Penjara dan Denda Rp 20 Juta

Jaksa menuntut Hendra Kurniawan dengan hukuman tiga tahun penjara dan denda Rp 20 juta dengan subsider tiga bulan kurungan.


Mahfud MD Doakan Richard Eliezer Dapat Hukuman Ringan, tapi Ingatkan Tetap Sportif

1 hari lalu

Mahfud MD Doakan Richard Eliezer Dapat Hukuman Ringan, tapi Ingatkan Tetap Sportif

Mahfud mengingatkan bahwa majelis hakimlah yang akan memutus hukuman dan mengingatkan Richard Eliezer untuk bersikap sportif.