Selain Kurang Gizi, Apa Penyebab Utama Stunting di Indonesia?

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Ilustrasi stunting atau gizi buruk. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta -Kemenkes telah tetapkan 12 provinsi yang perlu difokuskan untuk percepatan penurunan stunting di Indonesia. kasus stunting di Indonesia menjadi salah satu masalah yang perlu pengawasan dari berbagai pihak termasuk pemerintah.

Baca : Cegah Stunting, Tema dan Twibbon Hari Gizi Nasional 2023

Tujuh provinsi yang memiliki stunting tertinggi, yaitu Nusa Tenggara Timur (NTT), Sumatera Barat, Aceh, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat. Serta lima provinsi dengan jumlah kasus terbesar yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara dan Banten.

Arti Stunting

Mengutip dari WorldHealthOrganization, stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak akibat gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial. Anak-anak dikatakan stunting jika tinggi badan diawah usia pada umumnya.

Beberapa konsekuensi yang dapat menjadi pendorong terjadinya stunting termasuk kognisi dan kinerja pendidikan yang buruk, upah orang dewasa yang rendah, kehilangan produktivitas dan bila disertai dengan kenaikan berat badan yang berlebihan di masa kanak-kanak, peningkatan risiko penyakit kronis terkait gizi di masa dewasa.

Dari lama Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, kegagalan untuk mencapai potensi pertumbuhan seseorang disebabkan oleh malnutrisi kronis dan penyakit berulang selama masa kanak-kanak. Hal ini dapat membatasi kapasitas fisik dan kognitif anak secara permanen dan menyebabkan kerusakan yang lama.

Arahan presiden Republik Indonesia terhadap percepatan penurunan stunting di Indonesia telah tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Semakin banyak kasus stunting yang terjadi di Indonesia.

Penyebab stunting adalah kurangnya asupan gizi yang diperoleh oleh balita dimulai dari dalam kandungan (9 bulan 10 hari) sampai dengan usia dua tahun. Stunting akan terlihat pada anak saat menginjak usia dua tahun, yang mana tinggi rata-rata anak kurang dari anak seusianya.

Penyebab utama stunting di Indonesia adalah karena asupan gizi dan nutrisi yang kurang mencukupi kebutuhan anak, pola asuh yang salah akibat kurangnya pengetahuan dan edukasi bagi ibu hamil dan ibu menyusui, buruknya lingkungan tempat tinggal.

Sebelum kelahiran sekitar 23% anak yang baru lahir kondisinya sudah stunted akibat ibu hamil sejak masa remaja kurang gizi dan anemia. Dan setelah lahir angka stunting meningkat signifikan pada usia 6-23 bulan.

Karena itu, perlu adanya pengukuran panjang badan dan pemantauan perkembangan balita di Posyandu setiap bulan agar dapat mendeteksi adanya masalah gizi yang terjadi sehingga bisa dilakukan intervensi lebih awal untuk stunting dan munculnya gizi buruk.

MALINI
Baca juga : Mengenal Sejarah Hari Gizi Nasional yang Diperingati pada 25 Januari

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung.






Bertemu Ketua RW Jaksel, Heru Budi Minta Dukungan Tuntaskan Masalah Stunting

1 hari lalu

Bertemu Ketua RW Jaksel, Heru Budi Minta Dukungan Tuntaskan Masalah Stunting

Heru Budi mengatakan masalah stunting di Ibu Kota berhubungan erat dengan tingkat kemiskinan.


YLKI Sebut Larangan Penjualan Rokok Ketengan Bakal Mengikis Dua Hal Ini

2 hari lalu

YLKI Sebut Larangan Penjualan Rokok Ketengan Bakal Mengikis Dua Hal Ini

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi menyebut kebijakan larangan penjualan rokok ketengan akan mengikis dua hal.


Kemiskinan Ekstrem Masih Ada di Jakarta, Heru Budi Ungkap Kendala Pengentasannya

2 hari lalu

Kemiskinan Ekstrem Masih Ada di Jakarta, Heru Budi Ungkap Kendala Pengentasannya

Kemiskinan ekstrem seharunsya sudah tidak ada di Jakarta karena jumlah bantuan yang besar dari pemerintah


Kejar Level Stunting di Bawah 5 Persen, PSI Minta Pemprov DKI Revitalisasi Posyandu

3 hari lalu

Kejar Level Stunting di Bawah 5 Persen, PSI Minta Pemprov DKI Revitalisasi Posyandu

Politikus PSI menginginkan Jakarta harus jadi yang pertama punya level stunting setara dengan negara maju.


Pesan Menkes untuk Turunkan Prevalensi Stunting

3 hari lalu

Pesan Menkes untuk Turunkan Prevalensi Stunting

Menkes menyatakan pada 2023 pemerintah fokus mengejar prevalensi stunting turun ke angka 17 persen. Berikut langkah yang dilakukan.


Awas, Cacingan Bisa Sebabkan Anak Stunting

3 hari lalu

Awas, Cacingan Bisa Sebabkan Anak Stunting

IDAI meminta semua orang tua untuk mewaspadai anak terkena cacingan yang dapat menjadi penyebab stunting.


Cegah Stunting sejak Masa Kehamilan dengan Tambahan Protein Hewani

4 hari lalu

Cegah Stunting sejak Masa Kehamilan dengan Tambahan Protein Hewani

Ibu hamil harus meningkatkan asupan protein hewani karena pemberian protein tinggi sejak kehamilan merupakan upaya mencegah stunting.


Korelasi Infeksi Berulang dan Stunting Menurut Menkes

4 hari lalu

Korelasi Infeksi Berulang dan Stunting Menurut Menkes

Menkes menyebut stunting pada anak berkolerasi erat dengan berbagai penyakit yang menyebabkan infeksi berulang.


Fokus Tekan Stunting, Heru Budi Sebut ada 140 Ribu Ibu Hamil di Jakarta yang Bakal Dipantau

6 hari lalu

Fokus Tekan Stunting, Heru Budi Sebut ada 140 Ribu Ibu Hamil di Jakarta yang Bakal Dipantau

Menkes Budi Gunadi meminta Pemprov DKI untuk menyuplai vitamin dan makanan kepada siswa kelas 1 SMP sebagai upaya penanganan stunting.


Heru Budi Tinjau 777 Balita Rawan Stunting di Cilincing, 134 Sudah Lulus

6 hari lalu

Heru Budi Tinjau 777 Balita Rawan Stunting di Cilincing, 134 Sudah Lulus

Heru Budi berterima kasih karena angka stunting di Cilincing menurun, dari 777 balita rawan stunting, sebanyak 17 persen sudah lulus.