5 Poin Utama Nota Pembelaan Ferdy Sambo

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Terdakwa Ferdy Sambo menjalani sidang lanjutan terkait pembunuhan Brigadir Novriansyah Yosua Hutabarat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Selasa, 24 Januari 2023. Sidang beragendakan pembacaan nota pembelaan atau pledoi. sebelumnya Ferdy Sambo dituntut seumur hidup kurungan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). TEMPO/ Febri Angga Palguna

TEMPO.CO, Jakarta -Terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir Yosua, Ferdy Sambo telah membacakan nota pembelaannya pada Selasa, 14 Januari 2023. Nota pembelaannya tersebut dibacakannya selama sekitar 34 menit. 

Sebagaimana dirangkum dari pemberitaan Tempo sebelumnya, berikut lima poin utama nota pembelaan Sambo yang berjudul “Setitik Harapan di Tengah Sesaknya Pengadilan” tersebut: 

  1. Sambo Mengakui Telah Merancang Skenario Palsu 

Dalam pernyataannya, eks Kadiv Propam Polri mengakui telah merancang skenario kematian palsu Brigadir Yosua. Ia menyatakan bahwa tidak terjadi peristiwa tembak-menembak antara Richard Eliezer dan Yosua di rumah dinas Sambo. “Saya telah mengakui cerita tidak benar mengenai tembak menembak di rumah Duren Tiga,” kata Sambo.

Baca :  Bacakan Pleidoi, Richard Eliezer ke Orang Tua: Maaf Membuat Mama Papa Sedih

  1. Mengaku Tidak Ada Rencana Pembunuhan 

Sambo masih bersikukuh bahwa dirinya tidak pernah merencanakan aksi pembunuhan Brigadir Yosua, melainkan terjadi secara spontan. Hal ini sekaligus membantah atas tuduhan jaksa yang selama ini diterimanya dalam setiap dakwaan dan tuntutan sidang. 

"Sejak awal saya tidak merencanakan pembunuhan terhadap korban Yosua karena peristiwa tersebut terjadi begitu singkat dan diliputi emosi," kata Sambo lagi. 

  1. Seluruh Fakta Diklaim Sambo Sudah Disajikan 

Ferdy Sambo juga mengklaim sudah menyampaikan seluruh fakta yang diketahui selama pemeriksaan. Pun dirinya menyatakan telah berusaha untuk mendorong saksi supaya menceritakan segala peristiwa yang terjadi kepada penyidik. 

“Termasuk mendorong saksi atau terdakwa lain sebagaimana dalam keterangan kuat Maruf untuk mengungkap skenario tidak benar pada pemeriksaan di tingkat penyidikan," ujar Sambo. 

  1. Merasa Sumber Penghidupannya Telah Hilang 

Imbas dari perkara pembunuhan Brigadir Yosua, Sambo merasa telah kehilangan sumber penghidupan untuk keluarganya. Tidak lain karena dia mendapat sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH). 

Akibatnya saya telah kehilangan pekerjaan dan tidak lagi mendapatkan hak-hak apapun termasuk uang pensiun sehingga saya telah kehilangan sumber penghidupan bagi saya dan keluarga," ujar Sambo. 

  1. Menyesal dan Siap Bertanggung Jawab 

Pada poin keempat nota pembelaan Sambo, dirinya mengaku telah menyesal akan perbuatan yang telah dilakukannya tersebut sampai menghilangkan nyawa Brigadir Yosua. Dia lantas meminta maaf dan menyatakan siap bertanggung jawab. 

“Keempat, saya telah menyesali perbuatan saya, meminta maaf dan siap bertanggung jawab sesuai perbuatan dan kesalahan saya,” Ferdy Sambo menerangkan.  

HARIS SETYAWAN
Baca juga : Pledoi Ferdy Sambo, Kuat Maruf dan Ricky Rizal Berharap Keringanan

Ikuti berita terkini dari Tempo.co di Google News, klik di sini.






Ferdy Sambo hingga Richard Eliezer Sudah Bacakan Pleidoi, Apa Tahapan Selanjutnya?

5 jam lalu

Ferdy Sambo hingga Richard Eliezer Sudah Bacakan Pleidoi, Apa Tahapan Selanjutnya?

Beginilah tahapan persidangan kasus pidana di Pengadilan Negri. Ferdy Sambo, Putri Candrawathi hingga Richard Eliezer bacakan pleidoi, setelah itu?


Beda Frustrasi dan Putus Asa dalam Psikologi, Pledoi Ferdy Sambo yang Mana?

5 jam lalu

Beda Frustrasi dan Putus Asa dalam Psikologi, Pledoi Ferdy Sambo yang Mana?

Ferdy Sambo dalam pleidoinya sempat merasa frustrasi karena banyaknya tekanan dan olok-olok dari berbagai pihak. Apa beda frustasi dengan putus asa?


Jaksa Sebut Pengacara Ferdy Sambo, Kuat Ma'ruf dan Ricky Rizal berasal dari Tim yang Sama, Berupaya Kaburkan Peristiwa

7 jam lalu

Jaksa Sebut Pengacara Ferdy Sambo, Kuat Ma'ruf dan Ricky Rizal berasal dari Tim yang Sama, Berupaya Kaburkan Peristiwa

JPU menyinggung tim pengacara terdakwa, Ferdy Sambo, Kuat Ma'ruf, dan Ricky Rizal berasal dari tim yang sama


Deretan Tuntutan Jaksa ke Anak Buah Ferdy Sambo, Paling Lama 3 Tahun

8 jam lalu

Deretan Tuntutan Jaksa ke Anak Buah Ferdy Sambo, Paling Lama 3 Tahun

Hendra Kurniawan dan lima terdakwa lainnya terseret kasus ini karena mengikuti skenario palsu pembunuhan Brigadir Yosua yang dibuat Ferdy Sambo.


Beberapa Fakta Mengenai Pembunuhan, Salah Satunya Pembunuh Tak Harus Psikopat

16 jam lalu

Beberapa Fakta Mengenai Pembunuhan, Salah Satunya Pembunuh Tak Harus Psikopat

Peneliti dari Amerika, Lawrence R. Samuel, melihat kembali kasus-kasus pembunuhan yang terjadi untuk menemukan alasan kenapa manusia membunuh.


Polisi Amerika Menahan Perempuan yang Diduga Menikam Mahasiswa Arab Saudi hingga Tewas

21 jam lalu

Polisi Amerika Menahan Perempuan yang Diduga Menikam Mahasiswa Arab Saudi hingga Tewas

Selain membunuh, terduga pelaku juga didakwa mencuri barang-barang milik mahasiswa Arab Saudi itu.


Jaksa Minta Hakim Tolak Pleidoi dan Tetap Hukum Ferdy Sambo Seumur Hidup

21 jam lalu

Jaksa Minta Hakim Tolak Pleidoi dan Tetap Hukum Ferdy Sambo Seumur Hidup

Jaksa menilai pleidoi penasihat hukum Ferdy Sambo patut dikesampingkan karena tidak memiliki dasar yuridis yang kuat.


3 Poin Jawaban Jaksa atas Pleidoi Ricky Rizal

22 jam lalu

3 Poin Jawaban Jaksa atas Pleidoi Ricky Rizal

Ricky Rizal telah menjalani sidang dengan agenda mendengarkan replik dari jaksa penuntut umum atas pleiodoinya. Jaksa minta hakim abaikan pleidoi itu.


Irfan Widyanto Dituntut 1 Tahun Penjara karena Menyita CCTV Tanpa Prosedur yang Sah

22 jam lalu

Irfan Widyanto Dituntut 1 Tahun Penjara karena Menyita CCTV Tanpa Prosedur yang Sah

Hal yang memberatkan Irfan Widyanto antara lain ia merupakan perwira Polri yang seharusnya mempunyai pengetahuan yang lebih.


Hendra Kurniawan Dituntut 3 Tahun Penjara dan Denda Rp 20 Juta

22 jam lalu

Hendra Kurniawan Dituntut 3 Tahun Penjara dan Denda Rp 20 Juta

Jaksa menuntut Hendra Kurniawan dengan hukuman tiga tahun penjara dan denda Rp 20 juta dengan subsider tiga bulan kurungan.