7 Poin Pleidoi Kuat Ma'ruf, dari Perselingkuhan hingga Pisau Dapur

Reporter

Editor

Amirullah

Terdakwa pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat, Kuat Ma'ruf, sebelum mengikuti sidang agenda pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu, 7 Desember 2022 [Tempo/Eka Yudha Saputra]

TEMPO.CO, Jakarta - Terdakwa pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Kuat Ma'ruf menyampaikan pleidoi di muka sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Selasa, 24 Januari 2023. Berikut daftar pembelaan penasehat hukum Kuat Ma’ruf dalam pledoinya.

1.Tuduhan Perselingkuhan Tidak Benar

Penasehat Hukum Kuat Ma'ruf menyatakan bahwa tuduhan perselingkuhan antara kliennya dengan Putri Candrawathi tidak berdasar. Penasehat Hukum membantah hasil tes poligraf. Alasannya, ahli poligraf, Aji Febriyanto, membenarkan pemaksaan pemeriksaan dalam tes poligraf kepada saksi Putri Candrawasih. Sehingga, adanya paksaan di tengah kondisi Putri Candrawati yang tengah trauma itu, tes tersebut dinyatakan tidak sesuai dengan prosedur.

2. Kuat Ma'ruf Tidak Memiliki Motif

Kuat Ma’ruf dalam persidangan mengaku tidak pernah memiliki motif apa pun dalam kasus Brigadir J. Ini dibuktikan dengan keterangan saksi Daden Miftahul Haq, bahwa sebelum berangkat ke Rumah Duren Tiga, Kuat dan Yosua masih berkumpul dan tertawa bersama.

3. Tidak Tahu soal Pengamanan Senjata Brigadir J

Sebelumnya Penuntut Umum memberikan tuntutan kepada Kuat bahwa ia mengetahui senjata Steyr AUG diamankan oleh saksi Ricky Rizal.

Namun , dalam pledoinya, Kuat tidak mengetahui hal tersebut karena ia tidak melihat Ricky Rizal mengamankan senjata tersebut.

4. Tidak Pernah Bertemu Ferdy Sambo

Menurut Penasihat Hukum, Hal ini dibuktikan dengan keterangan langsung dari Ferdy Sambo pada persidangan 7 Desember 2022, bahwa Ferdy Sambo tidak pernah berkomunikasi dengan Kuat Ma’ruf. Penasihat Hukum Kuat juga membantah adanya pertemuan Kuat dan Ferdy Sambo di rumah Saguling, yang dibuktikan dengan rekaman CCTV.

Kuat juga disebut mengetahui perbincangan Ricky Rizal dengan Richard Eliezer tentang rencana pembunuhan Brigadir J. Padahal menurut keterangan saksi Putri Candrawatipada tanggal 12 Desember, Putri tidak tahu posisi Kuat Ma’ruf. 

5.Pisau Dapur untuk Melindungi Diri

Penasehat Hukum Kuat Ma'ruf menerangkan pisau yang dibawa Kuat bukan dipersiapkan untuk rencana pembunuhan, hanya untuk menjaga diri dari perselisihan Yosua dan Ferdy Sambo. Pisau buah yang dibawa Kuat juga bukan dipersiapkan dari Magelang, melainkan sudah tersimpan di mobil Lexus yang merupakan mobil operasional di Magelang.

6. Kuat Tidak Pernah Dijanjikan Uang

Ferdy Sambo pernah mengaku memberikan uang kepada para terdakwa untuk membiayai keluarganya.

Namun, Kuat membantah adanya pemberian uang tersebut sebesar lima ratus juta rupiah yang dikatakan Ferdy Sambo. Kuat mengaku hanya menerima Handphone Iphone 13 Pro Max karena ada kemungkinan bahwa Ponselnya akan disita

7. Bukan Orang yang Manipulatif

Meski memiliki intelegensia yang rendah, Kuat bukanlah seorang yang manipulatif. Hal ini berdasarkan keterangan saksi ahli psikologi forensik, Reni Kusumawardhani.

MUHAMAMD FARREL FAUZAN

Baca: Kuat Ma'ruf Kutip Ayat Alquran saat Sidang Pleidoi

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Deretan Anak Buah yang Kecewa pada Ferdy Sambo di Kasus Brigadir J

1 hari lalu

Deretan Anak Buah yang Kecewa pada Ferdy Sambo di Kasus Brigadir J

Ferdy Sambo membuat sejumlah skenario untuk menutupi Kasus pembunuhan Brigadir J. Namun upaya tersebut gagal bahkan menyeret anak buahnya


Rangkuman Sidang Ferdy Sambo Cs Pekan Ini, Dilema Jaksa soal Tuntutan 12 Tahun Richard Eliezer

1 hari lalu

Rangkuman Sidang Ferdy Sambo Cs Pekan Ini, Dilema Jaksa soal Tuntutan 12 Tahun Richard Eliezer

Sidang kasus Brigadir J dengan terdakwa Ferdy Sambo cs, telah memasuki agenda pembacaan replik, duplik, dan pleidoi. Berikut merupakan rangkumannya


Bacakan Pleidoi, Irfan Widyanto: Semua Orang Tertipu oleh Ferdy Sambo

2 hari lalu

Bacakan Pleidoi, Irfan Widyanto: Semua Orang Tertipu oleh Ferdy Sambo

Irfan Widyanto menyebut semua orang tertipu oleh Ferdy Sambo pada saat awal kasus pembunuhan Brigadir Yosua ini mencuat.


Pleidoi Irfan Widyanto Sebut Semua Orang Bahkan Petinggi Polri Tertipu oleh Ferdy Sambo

2 hari lalu

Pleidoi Irfan Widyanto Sebut Semua Orang Bahkan Petinggi Polri Tertipu oleh Ferdy Sambo

Irfan Widyanto mengaku tak bisa menolak tugas yang diberikan kepadanya karena tak mengetahui kejadian sebenarnya penyebab kematian Brigadir Yosua.


Istri Arif Rachman Arifin Menangis, Sebut Ferdy Sambo Hancurkan Karier Suaminya

2 hari lalu

Istri Arif Rachman Arifin Menangis, Sebut Ferdy Sambo Hancurkan Karier Suaminya

Istri Arif Rachman Arifin, Nadia Rahma mengungkapkan awal bertemu Ferdy Sambo, ia merasa atasan suaminya itu pemimpin yang baik.


Kuasa Hukum Arif Rachman Arifin Minta Kliennya Dibebaskan karena Anaknya Mengidap Hemofilia

2 hari lalu

Kuasa Hukum Arif Rachman Arifin Minta Kliennya Dibebaskan karena Anaknya Mengidap Hemofilia

Anak Arif Rachman Arifin disebut mengadapi kelainan pembekuan darah atau hemofilia yang perawatannya membutuhkan banyak biaya.


Pledoi Arif Rachman Arifin Singgung Soal Dilema Moral HIngga Budya Polisi yang Mengakar

2 hari lalu

Pledoi Arif Rachman Arifin Singgung Soal Dilema Moral HIngga Budya Polisi yang Mengakar

Arif Rachman Arifin mengaku mengalami dilema moral setelah mendengar cerita Ferdy Sambo bahwa istrinya, Putri Candrawathi, mengalami pelecehan seksual


Hendra Kurniawan Cs Bacakan Pleidoi Kasus Perintangan Penyidikan

2 hari lalu

Hendra Kurniawan Cs Bacakan Pleidoi Kasus Perintangan Penyidikan

Hendra Kurniawan dan lima terdakwa kasus obstruction of justice pembunuhan Brigadir Yosua lainnya hari ini jalani sidang pembacaan pembelaan.


Fakta di Luar Sidang Richard Eliezer: Didatangi Orang Tua hingga Foto Bareng

2 hari lalu

Fakta di Luar Sidang Richard Eliezer: Didatangi Orang Tua hingga Foto Bareng

Sidang duplik Richard Eliezer diwarnai kehadiran kedua orang tuanya. Selain itu ada kelompok bernama Eliezer's Angels yang ramaikan sidang.


Kuasa Hukum Richard Eliezer Sebut Jaksa Galau Tuntut Kliennya 12 Tahun

3 hari lalu

Kuasa Hukum Richard Eliezer Sebut Jaksa Galau Tuntut Kliennya 12 Tahun

Kuasa hukum Richard Eliezer menyinggung soal dilema yuridis yang disampaikan jaksa dalam replik.