Bareskrim Polri Menunggu Status P21 Berkas Ismail Bolong dari Kejaksaan Agung

Ismail Bolong merupakan mantan anggota Polri dengan pangkat Aiptu itu diketahui memiliki bisnis tambang batu bara ilegal. Dari aksinya tersebut, Ismail disebut mendapat keuntungan mencapai Rp5 miliar hingga Rp 10 miliar setiap bulan, terhitung sejak Juli 2020-Desember 2021. YouTube

TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri masih menunggu tanggapan dari kejaksaan untuk kelengkapan berkas perkara atau P21 tersangka penambangan batu bara ilegal Ismail Bolong.

“Sampai dengan saat ini Dittipidter Bareskrim Polri masih menunggu jawaban dari JPU terkait kelengkapan berkas perkara P21 dari tersangka IB,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Ahmad Ramadhan, Jumat, 20 Januari 2023, dalam keterangan resminya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri telah mengirim berkas perkara Ismail Bolong ke Kejaksaan Agung RI pada Selasa, 10 Januari 2023. 

Baca juga: Bareskrim Polri Limpahkan Berkas Kasus Ismail Bolong Hari Ini

Kasus tambang ilegal Ismail Bolong bermula dari viral video pengakuan dirinya soal mengawal tambang ilegal di Kalimantan Timur. Saat video tersebut direkam, Ismail masih merupakan anggota kepolisian di Kalimantan Timur. Dalam video tersebut, Ismail Bolong mengaku menyetor uang miliaran rupiah kepada Kabareskrim Komjen Agus Andrianto.

Belakangan diketahui video tersebut merupakan video pemeriksaan Divisi Propam Polri yang waktu itu diketuai oleh Ferdy Sambo. Pemeriksaan tersebut juga disebut-sebut ditangani oleh eks Karo Paminal Mabes Polri Hendra Kurniawan.

Agus Andrianto yang namanya disebut-sebut dalam video tersebut membantah ia menerima uang dari Ismail Bolong. Belakangan, Ismail mengaku ditekan oleh Hendra Kurniawan soal testimoni terhadap Kabareskrim tersebut. 

Meski begitu, Hendra Kurniawan membantah menekan Ismail Bolong untuk membuat video testimoni terhadap Kabareskrim. Hal itu disampaikan oleh kuasa hukum Hendra Kurniawan.

Sejauh ini, Mabes Polri telah menetapkan tiga orang tersangka dari kasus tambang ilegal tersebut. Adapun tiga orang tersebut adalah Ismail Bolong dan dua tersangka lain berinisial BP dan RP.

Baca juga: Berkas Ismail Bolong Cs Dikembalikan ke Penyidik, Aktivis: Jangan Masalah Perizinan Tambang Saja

EKA YUDHA SAPUTRA | MIRZA BAGASKARA






Curigai Ada yang Biayai Anton Gobay, Kabareskrim: Kami akan Telusuri Duitnya Dari Mana

3 hari lalu

Curigai Ada yang Biayai Anton Gobay, Kabareskrim: Kami akan Telusuri Duitnya Dari Mana

Kabareskrim Komjen Agus Andrianto mengatakan pihaknya menindaklanjuti kasus penangkapan WNI tersebut dengan menelusuri sumber keuangan Anton Gobay.


Buaya Viral di Sungai Mahakam Kalimantan Timur Antarkan Jasad Bocah 4 Tahun ke Keluarga

6 hari lalu

Buaya Viral di Sungai Mahakam Kalimantan Timur Antarkan Jasad Bocah 4 Tahun ke Keluarga

Seekor buaya di Sungai Mahakam, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur mendadak viral karena aksinya yang membantu menemukan balita tenggelam.


Viral Video Buaya Antar Jasad Balita di Kaltim, Berikut Fakta dan Kronologinya

6 hari lalu

Viral Video Buaya Antar Jasad Balita di Kaltim, Berikut Fakta dan Kronologinya

Fakta dan kronologi tentang buaya yang mengantar balita di Kalimantan.


PPATK Sebut Rp 1 Triliun Lebih Hasil Tambang Ilegal Mengalir ke Partai Politik

7 hari lalu

PPATK Sebut Rp 1 Triliun Lebih Hasil Tambang Ilegal Mengalir ke Partai Politik

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan atau PPATK mengungkapkan ada lebih dari Rp 1 Triliun dana hasil pertambangan ilegal yang mengalir ke partai politik.


Kasus Gagal Ginjal Akut pada Anak, Bareskrim Polri Serahkan Berkas Perkara PT Afi Farma ke Kejaksaan

8 hari lalu

Kasus Gagal Ginjal Akut pada Anak, Bareskrim Polri Serahkan Berkas Perkara PT Afi Farma ke Kejaksaan

Bareskrim Polri telah menyerahkan berkas kasus gagal ginjal akut pada anak ke Kejaksaan Agung dengan tersangka korpasi PT Afi Farma.


Kabareskrim Tegaskan Bakal Lanjutkan Kasus Kekerasan Seksual di Kemenkop UKM

9 hari lalu

Kabareskrim Tegaskan Bakal Lanjutkan Kasus Kekerasan Seksual di Kemenkop UKM

Komjen Agus Andrianto mengatakan Polri melanjutkan penyelidikan kasus dugaan kekerasan seksual yang dialami pegawai Kemenkop UKM


Kominfo Blokir Situs dan Grup Facebook Berisi Jual Beli Organ, Ini Kronologinya

13 hari lalu

Kominfo Blokir Situs dan Grup Facebook Berisi Jual Beli Organ, Ini Kronologinya

Kementerian Kominfo telah memutus akses ke tujuh situs dan lima grup media sosial yang memuat konten jual beli organ tubuh manusia.


Bareskrim Polri Limpahkan Berkas Kasus Ismail Bolong Hari Ini

19 hari lalu

Bareskrim Polri Limpahkan Berkas Kasus Ismail Bolong Hari Ini

Agus Andrianto yang namanya disebut-sebut dalam video tersebut membantah ia menerima uang dari Ismail Bolong.


Bareskrim Polri Kembali Tetapkan Tersangka Kasus Gagal Ginjal Akut

19 hari lalu

Bareskrim Polri Kembali Tetapkan Tersangka Kasus Gagal Ginjal Akut

Ahmad menyebut Polri masih akan terus melakukan pengejaran terhadap para tersangka kasus gagal ginjal akut.


Anwar Ibrahim Berharap Proyek IKN Jokowi Berdampak ke Sarawak dan Sabah

19 hari lalu

Anwar Ibrahim Berharap Proyek IKN Jokowi Berdampak ke Sarawak dan Sabah

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mendukung proyek Ibu Kota Negara atau IKN Nusantara yang sedang dikerjakan Presiden Jokowi di Kalimantan Timur.