Sidang Tragedi Kanjuruhan, Komite Eksekutif PSSI Sebut Stadion Layak Digunakan

Reporter

Terdakwa kasus tragedi Kanjuruhan, Abdul Haris (kiri) dan Suko Sutrisno ketika menjalani sidang dengan agenda pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri Surabaya, 20 Januari 2023. TEMPO/Kukuh S. Wibowo

TEMPO.CO, Surabaya - Anggota Komite Eksekutif PSSI Ahmad Riyadh mengatakan tidak ada klub sepak bola di seluruh Indonesia yang mempunyai stadion sendiri. Umumnya stadion yang dipakai bertanding, baik Liga 1, 2 maupun 3, milik pemerintah daerah. Pernyataan Riyadh disampaikan saat ia menjadi saksi sidang kasus tragedi Kanjuruhan dengan terdakwa ketua panitia pelaksana pertandingan Arema FC Abdul Haris dan security officer Suko Sutrisno di Pangadilan Negeri Surabaya, Jumat sore, 20 Januari 2022.

Riyadh menjawab pertanyaan penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Malang soal siapa yang bertanggung jawab atas kelayakan Stadion Kanjuruhan menggelar pertandingan Arema FC versus Persebaya Surabaya pada 1 Oktober 2022 lalu.

“Sehingga layak tidaknya stadion untuk menggelar kompetisi Liga 1, tentunya telah diferivikasi oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB). Selain PT LIB, juga harus ada ferivikasi dari pemadam kebakaran terkait dengan keamanannya,” kata Riyadh yang juga Ketua Asosiasi Provinsi PSSI Jawa Timur itu.

Saat ditanya jaksa siapa yang bertanggung jawab bila ada pintu stadion yang tak bisa dibuka, Riyadh berujar bahwa sebelum pertandingan panpel harus menjamin bahwa semua pintu layak dipakai dan ada yang menjaga. Penjaga pintu, kata dia, tak boleh beranjak dari tempatnya sampai pertandingan berakhir dan penonton di dalam stadion bersih.

Namun Riyadh mengatakan tidak tahu apakah pintu Stadion Kanjuruhan berfungsi ketika tragedi  terjadi karena ia tidak berada di lokasi. Ketika memeriksa kondisinya keesokan harinya,  Riyadh mengaku baru tahu bahwa pintu-pintu tersebut hanya cukup untuk masuk dua orang bergiliran.

 “Walaupun penonton yang di luar bergerombol, namun masuknya tetap dua-dua karena petugas kan harus memeriksa tiketnya. Keluarnya juga seperti itu (dua-dua),” ujar pria yang juga berprofesi sebagai advokat itu.

Ihwal kelayakan, Riyadh berdalih bahwa Stadion Kanjuruhan sudah sejak lama dipakai menggelar pertandingan-pertandingan besar. Bahkan turnamen Piala Presiden dan Piala AFC pun pernah dilaksanakan di stadion yang berada di Kecamatan Kepanjen tersebut. “Jadi kalau ditanya stadion ini layak atau tidak, saat itu layak. Tapi yang terakhir ini (Arema FC vs Persebaya) baru ada masalah,” katanya.

Penggunaan Gas Air Mata

 Ihwal larangan penggunaaan senjata pengurai massa dan gas air mata di dalam stadion, Riyadh mengatakan masalah itu sudah diatur dalam regulasi keselamatan pertandingan yang dikeluarkan PSSI. Bahkan disebutkan secara tegas dalam regulasi itu bahwa senjata pengurai massa dan gas air mata dilarang digunakan.

Riyadh menuturkan penanggung jawab keseluruhan pertandingan Arema FC vs Persebaya saat itu ialah ketua panpel Abdul Haris. Menurut Riyadh, Haris sudah berpengalaman menjadi ketua panpel karena yang bersangkutan telah melaksanakan pekerjaan itu sejak 2008. Suko Sutrisno jadi perpanjangan tangan Haris khusus mengurusi masalah keamanan pertandingan dan keselamatan penonton.

Sehingga, kata Riyadh, Suko Sutrisnolah yang punya wewenang menegur bila ada aparat keamanan membawa gas air mata ke dalam lapangan. Security officer wajib mengingatkan agar senjata tersebut tidak digunakan.

Namun Riyadh mengakui bahwa kekuasaan panpel dan security officer hanya sebatas di atas kertas. “Di lapangan biasanya kepolisian yang menentukan antisipasinya bila ada apa-apa. Tapi sesungguhnya antisipasi-antisipasi (oleh polisi) itu tetap di bawah panpel selaku penanggung jawab yang punya kewenangan penuh dalam pertandingan,” kata Riyadh.

Riyadh mengatakan dalam sebuah pertandingan sepak bola idealnya polisi tidak boleh masuk stadion. Tugas pengamanan cukup diserahkan kepada stewards. Tapi ia melihat Indonesia belum cukup ideal untuk menciptakan suasana tersebut. “Kalau di luar negeri nonton sepak bola itu kan seperti nonton konser musik, bisa mengajak istri dan anak. Kalau di sini belum bisa seperti itu,” katanya.

Dalam sidang yang dimulai setelah Salat Jumat ini penuntut umum menghadirkan 23 orang saksi, namun tiga di antaranya tidak dapat  datang. Saksi dari PT LIB sendiri ada empat orang yang dihadirkan, yakni Sujarno, Somad, Asep Saputra dan Muhammad Syafik.

Baca Juga: Sidang Tragedi Kanjuruhan, Jaksa Sebut Komandan Brimob Perintahkan Penembakan Gas Air Mata







Liga 1: Ini Sederet Konsekuensi yang Akan Terjadi Bila Arema FC Membubarkan Diri

35 menit lalu

Liga 1: Ini Sederet Konsekuensi yang Akan Terjadi Bila Arema FC Membubarkan Diri

Arema FC kini tengah menimbang opsi terburuk: membubarkan diri. Ada sederet konsekunsi yang akan mengikuti bila pembubaran diri dilakukan.


Buntut Penyerangan Markas Arema FC, Manajemen Klub Singo Edan Pertimbangkan untuk Bubar

7 jam lalu

Buntut Penyerangan Markas Arema FC, Manajemen Klub Singo Edan Pertimbangkan untuk Bubar

Manajemen Arema FC akan mempertimbangkan untuk mengambil keputusan bubar jika dianggap tidak kondusif.


Reaksi Manajemen Arema FC Soal Demo Aremania yang Berujung Ricuh

23 jam lalu

Reaksi Manajemen Arema FC Soal Demo Aremania yang Berujung Ricuh

Manajemen Arema FC menyatakan membuka ruang dialog dengan para pendukung klub yang biasa disebut Aremania.


Demonstrasi Aremania Berujung Ricuh, Markas Arema FC Rusak karena Dilempari

23 jam lalu

Demonstrasi Aremania Berujung Ricuh, Markas Arema FC Rusak karena Dilempari

Demonstrasi para pendukung Arema FC, Aremania, di depan kantor klub pada Minggu siang, 29 Januari 2023, berujung ricuh.


Bus Pemain Persis Solo Dilempari di Tangerang, Gibran Langsung Colek Kapolri

1 hari lalu

Bus Pemain Persis Solo Dilempari di Tangerang, Gibran Langsung Colek Kapolri

Menurut Gibran, pelemparan ke bus pemain Persis Solo terjadi karena polisi tidak tegas dalam kasus Tragedi Kanjuruhan


Polri Gelar Kursus Manajemen Pengamanan Stadion, Instruktur dari Inggris dan Skotlandia

2 hari lalu

Polri Gelar Kursus Manajemen Pengamanan Stadion, Instruktur dari Inggris dan Skotlandia

Polri menggelar kurus manajemen pengamanan stadion dengan instruktur dari Inggris dan Skotlandia.


Bus Arema FC Diserang Pasca Laga VS PSS Sleman di Maguwo, Polisi Kaji Ulang Izin Laga Berikutnya

3 hari lalu

Bus Arema FC Diserang Pasca Laga VS PSS Sleman di Maguwo, Polisi Kaji Ulang Izin Laga Berikutnya

Polda DIY menyatakan akan meninjau ulang izin pertandingan PSS Sleman setelah sejumlah supoter merusak bus yang ditumpangi tim Arema FC.


Berita Liga 1: 2 Poin Penting yang Dikatakan Javier Roca Usai Arema FC Kalah 2-0 Lawan PSS Sleman

3 hari lalu

Berita Liga 1: 2 Poin Penting yang Dikatakan Javier Roca Usai Arema FC Kalah 2-0 Lawan PSS Sleman

Arema FC mencatat kekalahan keempat secara beruntun saat menghadapi PSS Sleman di pekan ke-20 Liga 1, Selasa.


Bursa Transfer Liga 1: Borneo FC Dapatkan Adam Alis dari Arema FC, Dikontrak 2 Tahun

3 hari lalu

Bursa Transfer Liga 1: Borneo FC Dapatkan Adam Alis dari Arema FC, Dikontrak 2 Tahun

Borneo FC resmi mendatangkan Adam Alis untuk menambah kekuatan tim di putaran kedua Liga 1, Kamis, 26 Januari 2023. Ia dibeli dari Arema FC .


Prediksi PSS Sleman vs Arema FC di Liga 1 Pekan Ke-20 Kamis 26 Januari 2023

4 hari lalu

Prediksi PSS Sleman vs Arema FC di Liga 1 Pekan Ke-20 Kamis 26 Januari 2023

Jadwal Liga 1 pekan ke-20 pada Kamis, 26 Januari 2023, akan menghadirkan laga PSS Sleman vs Arema FC. Simak prediksinya.