Berlabuh ke Partai Golkar, Ini Lika-liku Politik Ridwan Kamil

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (kiri) dan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk F. Paulus memakaikan jaket partai kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu, 18 Januari 2023. Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengumumkan bergabungnya Ridwan Kamil menjadi kader Partai Golkar. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Muhammad Ridwan Kamil atau yang akrab disapa Kang Emil resmi menjadi kader Partai Golkar. Kabar ini disampaikan langsung oleh ketua umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, pada Rabu, 18 Januari 2022 saat konfrensi pers di DPP Partai Golkar, Jakarta. Dalam kesempatan itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil terlihat memakai jas warna kuning dan memamerkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Golkar miliknya. 

Baca juga : Ridwan Kamil Yakin Suara Golkar Meningkat: Followers Saya 30 Juta

Sebelum melabuhkan diri ke Partai Golkar, Ridwan Kamil memiliki jejak politik panjang. Pada 2013, Ridwan Kamil bersama dengan Obed Muhammad Danial maju sebagai pasangan calon wali kota dan wakil wali kota untuk pemilihan kepala daerah Kota Bandung. Dalam pencalonannya ini, Kang Emil didukung oleh Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera walaupun dirinya bukan kader dari dua partai ini. Hasil pemilihan tersebut, pasangan calon Kang Emil-Obed dinyatakan menang dengan perolehan suara 45,24 persen. 

Pada 16 Desember 2013, keduanya dilantik sebagai pemimpin Kota Bandung. Tahun itu sekaligus menjadi awal seorang Kang Emil terjun ke dunia politik. Sebelumnya, Ridwan Kamil dikenal sebagai arsitek ternama di Indonesia. Satu karyanya adalah Masjin Al Jabbar yang berlokasi di Jawa Barat. 

Latar belakang pendidikannya pun tidak berkaitan dengan politik. Ridwan Kamil menempuh pendidikan menengahnya di SMP Negeri 2 Bandung dan SMA Negeri 3 Bandung. Setelahnya, Ridwan Kamil mengenyam pendidikan tinggi di Institut Teknologi Bandung dengan jurusan arsitektur. Kemudian, pria kelahiran 4 Oktober 1971 ini melanjutkan studi S-2 di Universitas California, Berkeley dan memperoleh gelar Master of Urban Design 

Baca juga : Masuk Golkar, Ridwan Kamil Berpeluang Diusung Lagi Jadi Gubernur Jabar atau DKI Jakarta

Pada 2018 Ridwan Kamil memutuskan maju di pemilihan Gubenur Jawa Barat. Satu tahun sebelumnya, tepatnya pada Maret 2017, Partai NasDem adalah partai politik pertama yang mendeklarasikan Ridwan Kamil sebagai calon gubernur. Saat itu, Ridwan Kamil bukan bagian dari kader Partai NasDem.

Ridwan Kamil maju bersama Uu Ruzhanul Ulum yang menjadi calong wakil gubernur. Pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum mendapat dukungan empat partai politik yaitu NasDem, PPP, PKB, dan Partai Hanura meskipun Ridwan Kamil bukan anggota partai tersebut. Ridwan-Ruzhanul memenangkan Pilkada Gubernur Jawa Barat dengan perolehan suara sebesar 32,88 persen atau 7.226.254 suara. Fakta menariknya, kini Ridwan Kamil justru bergabung dengan Partai Golkar yang tidak mendukung dia pada pemilihan Gubernur Jawa Barat saat itu. 

NAOMY A. NUGRAHENI (MAGANG Plus)

Baca juga : Ridwan Kamil Optimis Bisa Gaet Anak Muda Masuk Golkar: Nanti Banyak yang Menguning

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






5 Hal Menarik Setelah Kaesang Pangarep Menyampaikan Ingin Terjun dalam Politik

1 menit lalu

5 Hal Menarik Setelah Kaesang Pangarep Menyampaikan Ingin Terjun dalam Politik

Pernyataan Kaesang terjung dalam politik dianggap juga mengejutkan keluarga besar Jokowi


Hengkang dari PSI Michael Victor Sianipar Berlabuh ke Perindo, Rian Ernest dan Lainnya ke Mana?

4 jam lalu

Hengkang dari PSI Michael Victor Sianipar Berlabuh ke Perindo, Rian Ernest dan Lainnya ke Mana?

Sejumlah kader keluar dari PSI. Kemudian mereke berlabuh ke partai lain seperti Victor Sianipar ke Prindo. Rian Ernest dan Tsamara Amany ke mana?


Soal Capres-Cawapres KIB, PAN Mengaku Sudah Setor 3 Nama

19 jam lalu

Soal Capres-Cawapres KIB, PAN Mengaku Sudah Setor 3 Nama

PAN menyatakan telah menyetor 3 nama ke KIB terkait pembahasan calon presiden dan calon wakil presiden.


Erick Thohir Terus Merapat dengan PAN, Zulhas: Setiap Hari Memang Sama Saya Terus

20 jam lalu

Erick Thohir Terus Merapat dengan PAN, Zulhas: Setiap Hari Memang Sama Saya Terus

Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan mengakui kedekatannya dengan Erick Thohir. Tetapi Zulhas belum mau berbicara soal Erick bergabung dengan partainya.


Kaesang Pangarep Terjun ke Dunia Politik, Kepingan Terakhir Dinasti Jokowi ?

22 jam lalu

Kaesang Pangarep Terjun ke Dunia Politik, Kepingan Terakhir Dinasti Jokowi ?

Ketertarikan Kaesang Pangarep untuk ikut terjun ke dunia politik mengagetkan berbagai pihak. Pasalnya, Kaesang sempat menyatakan tak mau.


Kaesang Pangarep Belum Komunikasi dengan PDIP , FX Rudy: Mau Lewat Jalur Independen, Itu pun Hak Dia

1 hari lalu

Kaesang Pangarep Belum Komunikasi dengan PDIP , FX Rudy: Mau Lewat Jalur Independen, Itu pun Hak Dia

Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo menyatakan belum ada komunikasi antara pihaknya dengan putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep.


Soal Banyaknya Dukungan ke Gibran Maju Pilgub DKI Jakarta, Golkar Solo: Apa Boleh Buat

1 hari lalu

Soal Banyaknya Dukungan ke Gibran Maju Pilgub DKI Jakarta, Golkar Solo: Apa Boleh Buat

Terhadap dukungan kepada Gibran untuk maju ke DK Jakarta, Bandung pun memberikan tanggapan.


4 Tersangka di Kasus Korupsi BTS Kominfo, Politikus Golkar: yang Bersalah Harus Diproses

2 hari lalu

4 Tersangka di Kasus Korupsi BTS Kominfo, Politikus Golkar: yang Bersalah Harus Diproses

Politikus Golkar menanggapi kasus dugaan korupsi BTS Kominfo. Kasus itu memasuki babak baru dengan ditetapkannya empat orang tersangka oleh Kejagung.


Mantan Politikus PSI Rian Ernest Disebut Bakal Gabung ke Golkar

2 hari lalu

Mantan Politikus PSI Rian Ernest Disebut Bakal Gabung ke Golkar

Rian Ernest mengatakan ingin mengembangkan diri lagi di dunia politik. Berharap pilihannya berdampak baik untuk masyarakat.


Airlangga Hartarto Buka Alasan Revisi Aturan Parkir Devisa Hasil Ekspor

3 hari lalu

Airlangga Hartarto Buka Alasan Revisi Aturan Parkir Devisa Hasil Ekspor

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membeberkan alasan pemerintah mengubah aturan agar devisa hasil ekspor.