Keppres Pelantikan Gubernur Sumsel Belum Keluar

Reporter

Editor


TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Megawati Soekarnoputri hingga Jumat (12/9) ini belum mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) untuk melantik pasangan Gubernur dan Wagub Sumatera Selatan terpilih, Syahrial Oesman-Mahyudin. Padahal, menurut jadwal, Oesman-Mahyudin dilantik hari Jumat ini.

Menurut Sekjen Depdagri Siti Nurbaya di gedung Departemen Dalam Negeri, Jumat siang, Depdagri belum menerima Keppres tersebut sehingga Mendagri belum dapat melantik pasangan Gubernur dan Wagub Sumsel.

Siti Nurbaya mengatakan belum turunnya Keppres tersebut karena proses administratifnya mengalami keterlambatan waktu. Itu proses normal saja, sama dengan di Jawa Barat tempo hari, ujarnya.

Mengenai keterlambatan turunnya Keppres tersebut, pihak Depdagri juga belum memperoleh informasi apakah ada sesuatu yang menjadi masalah spesifik. Namun, menurut aturan main di Undang-Undang nomor 22/1999 tentang Pemerintahan Daerah, kata Siti, sampai dengan dilantiknya gubernur yang baru, secara mekanisme administratif gubernur lama masih menjalankan tugasnya.

Mendagri Hari Sabarno sendiri, Kamis (11/9) malam, telah mengirimkan kawat kepada Gubernur Sumatera Selatan yang lama Rosihan Arsyad. Kawat tersebut berisi kebijakan Mendagri antara lain menunggu penetapan hasil pemilihan Gubernur dan Wagub Sumsel, gubernur yang lama tetap melaksanakan tugas sampai dengan ditetapkan kebijakan oleh pemerintah. Dalam pelaksanaan tugas tersebut gubernur lama tidak boleh menetapkan kebijakan yang prinsip dan strategis serta melaporkan secara rutin pelaksanaan tugas tersebut kepada Menteri Dalam Negeri.

Kawat bernomor 121.26/2178/SJ tersebut ditandatangani oleh Mendagri Hari Sabarno. Kawat itu dikirim sehubungan dengan belum adanya keputusan dari Presiden RI atas proses pemilihan Gubernur dan Wagub Sumatera Selatan, sementara masa jabatan Gubernur Sumatera Selatan berakhir pada tanggal 12 September 2003.

Sementara itu, sekitar pukul 15.00 WIB Jumat sore, sekitar 200 orang pemuda dari DPP Generasi Muda Sriwijaya, melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung Depdagri. Mereka menuntut pada Pemerintah Pusat untuk segera melantik Syahrial Oesman sebagai Gubernur Sumatera Selatan terpilih. Menurut mereka, hasil pemilihan gubernur tersebut telah melalui sidang paripurna DPRD yang sah dan berkekuatan hukum.

Ratusan pemuda ini datang menggunakan 12 buah Metro Mini dan sebuah truk. Mereka membentangkan sejumlah spanduk dan poster-poster yang intinya meminta Pemerintah Pusat menghargai keputusan DPRD Sumatera Selatan. Ketua umum DPP Generasi Muda Sriwijaya Sadek Suloso Hasbi sebagai perwakilan mereka sempat diterima oleh Direktur Pejabat Daerah Depdagri Darjo Sumarjono untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Tidak berapa lama kemudian, datang sekitar 38 orang anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan. 38 orang ini terdiri dari sejumlah fraksi yang ada di DPRD. Menurut Zamzami Ahmad, Wakil Ketua DPRD Sumsel, mereka berniat menanyakan kawat yang dikirimkan Mendagri kepada Gubernur Sumatera Selatan Rosihan Arsyad. Kawat terebut tembusannya juga dikirimkan ke Ketua DPRD.

Karena menurut jadwal panitia pemilihan, memang hari ini jabatan gubernur (lama) berakhir, ujar Zamzami. Mendagri Hari Sabarno sendiri, sejak Jumat pagi hingga sore hari tidak datang ke kantornya.

FX Dimas Adityo - Tempo News Room






Jakarta Pasti Terdampak Perubahan Iklim Dunia: Air Laut Naik Hingga Ancaman Tenggelam

58 detik lalu

Jakarta Pasti Terdampak Perubahan Iklim Dunia: Air Laut Naik Hingga Ancaman Tenggelam

Sekda DKI Marullah Matali mengatakan perubahan iklim dunia mau tidak mau pasti akan berdampak pada Kota Jakarta.


Berita Arsenal: Delapan Pemain Cedera Menjelang Lawan Tottenham dan Rencana Transfer Jesper Lindstrom

1 menit lalu

Berita Arsenal: Delapan Pemain Cedera Menjelang Lawan Tottenham dan Rencana Transfer Jesper Lindstrom

Mikel Arteta dihadapkan pada krisis cedera menjelang laga Arsenal vs Tottenham Hotspur pada pekan kesembilan Liga Inggris, Sabtu, 1 Oktober 2022.


Xiaomi Civi 2 Hadir dengan Kamera Depan Ganda

5 menit lalu

Xiaomi Civi 2 Hadir dengan Kamera Depan Ganda

Xiaomi Civi 2 adalah ponsel pertama di bawah merek utama Xiaomi dengan dua kamera selfie.


Gantikan Lili Pintauli Jadi Pimpinan KPK, Johanis Tanak Usulkan Pendekatan Keadilan Restoratif

17 menit lalu

Gantikan Lili Pintauli Jadi Pimpinan KPK, Johanis Tanak Usulkan Pendekatan Keadilan Restoratif

Wakil Ketua KPK yang baru terpilih, Johanis Tanak, mengusulkan untuk menggunakan pendekatan keadilan restoratif dalam memberantas korupsi.


Krisis Ekonomi Parah di Inggris, Anak Sekolah Pura-pura Makan dari Kotak Kosong

19 menit lalu

Krisis Ekonomi Parah di Inggris, Anak Sekolah Pura-pura Makan dari Kotak Kosong

Krisis ekonomi Inggris menyebabkan anak-anak kekurangan makan. Ada yang memakan karet karena lapar.


Febri Diansyah Jadi Pengacara Putri Candrawathi, Deolipa: Pegang Aja Kata-Katanya

21 menit lalu

Febri Diansyah Jadi Pengacara Putri Candrawathi, Deolipa: Pegang Aja Kata-Katanya

Eks pengacara Bharada E, Deolipa meminta publik untuk memegang janji Febri Diansyah yang akan objektif saat jadi pengacara Putri Candrawathi.


Wuling Almaz Hybrid Sudah Bisa Dipesan, Tanda Jadi Rp 5 Juta

22 menit lalu

Wuling Almaz Hybrid Sudah Bisa Dipesan, Tanda Jadi Rp 5 Juta

Wuling Almaz Hybrid Concept dipamerkan di Indonesia Electric Motor Show (IEMS) di JCC, Senayan, Jakarta, 28-30 September 2022.


Pesta Rakyat 30 Tahun Berkarya Dewa 19 Digelar di JIS, Tiket Dijual Mulai Hari Ini

24 menit lalu

Pesta Rakyat 30 Tahun Berkarya Dewa 19 Digelar di JIS, Tiket Dijual Mulai Hari Ini

Tiket Pesta Rakyat 30 Tahun Berkarya Dewa 19 dijual dengan harga bersahabat kisaran mulai dari Rp 105.000 hingga Rp 450.000.


Bareskrim Polri Usut 4 Kasus Robot Trading dengan Kerugian Korban Rp 25 Miliar

27 menit lalu

Bareskrim Polri Usut 4 Kasus Robot Trading dengan Kerugian Korban Rp 25 Miliar

Bareskrim Mabes Polri sedang menyidik empat perkara robot trading yang merugikan korban hingga Rp 25 Miliar.


Korban Kasus KSP Indosurya 23 Ribu Orang, Kejagung: Kerugian Terbesar dalam Sejarah Rp 106 Triliun

27 menit lalu

Korban Kasus KSP Indosurya 23 Ribu Orang, Kejagung: Kerugian Terbesar dalam Sejarah Rp 106 Triliun

Kerugian dalam kasus KSP Indosurya disebut Kejaksaan Agung sebagai yang terbesar dalam sejarah yaitu Rp 106 triliun dengan 23 ribu korban.