Baru Sekitar 27 Persen Rekomendasi Komnas HAM yang Ditindaklanjuti Penegak Hukum

Editor

Amirullah

Komnas HAM menerima pengaduan dari keluarga pasien gagal ginjal akut pada Jumat, 9 Desember 2022. Mereka mengadukan soal perhatian pemerintah yang kurang. TEMPO.CO/ALFITRIA NEFI PRATIWI

TEMPO.CO, JakartaKomnas HAM menyatakan sejauh ini baru sekitar 27 persen rekomendasi Komnas HAM yang ditindaklanjuti oleh penegak hukum. Komisioner Bidang Penyelidikan Komnas HAM Uli Parulian Sihombing mengatakan dari 80 buah rekomendasi dari Komnas HAM, penegak hukum baru memproses 22 buah rekomendasi saja diantaranya.

Uli berkata berdasarkan pengamatan Komnas HAM dari segi kuantitas, jumlah tersebut menunjukkan kenaikan. Berdasarkan data pada tahun 2021, menurut Uli, rekomendasi yang dijalankan hanya berjumlah 17 rekomendasi Komnas HAM yang ditindaklanjuti penegak hukum.

"Ini ada kenaikan walau hanya lima kasus. Dan ini patut diapresiasi," kata Uli pada Sabtu, 10 Desember 2022.

Menilik dari segi kualitas, Uli juga menjelaskan ada tren perbaikan dari penegak hukum dalam menjalankan rekomendasi Komnas HAM. Salah satunya yang Uli contohkan adalah terkait larangan penggunaan gas air mata oleh polisi saat mengamankan pertandingan sepakbola yang disetujui oleh kepolisian.

Baca: KPK Telisik Pembelian Berbagai Aset oleh Lukas Enembe

"Rekomendasi dari kasus Kanjuruhan, misalnya. Kapolri setuju untuk melarang penggunaan gas air mata dalam stadion. Ini artinya ada itikad baik mau mendengarkan Komnas HAM," kata saat ditemui di depan Kantor Komnas HAM.

Namun, Komisioner Pemajuan HAM Komnas HAM, Anis Hidayah, menambahkan angka 22 kasus yang telah ditindaklanjuti sejatinya masih jauh dari harapan Komnas HAM. Kendati demikian, ia mengatakan Komnas HAM akan terus mendorong agar semua rekomendasi bisa dilaksanakan oleh para penegak hukum.

"Target kami sebetulnya ada 80 persen pelaksanaan rekomendasi dari penegak hukum. Kami nanti akan terus upayakan agar bisa mencapai target," ujarnya.

Baca juga:  KPK Bantah Akan Periksa Pengacara Lukas Enembe di Jayapura

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Kronologi Warga Diduga Ditembak Mati di Dogiyai Papua Tengah Versi Masyarakat

53 menit lalu

Kronologi Warga Diduga Ditembak Mati di Dogiyai Papua Tengah Versi Masyarakat

Masyarakat Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, mengadu dan melapor ke Komnas HAM atas kasus dugaan penembakan dan pembunuhan oleh polisi


Apa yang Harus Dilakukan Jika Melihat Kecelakaan Lalu Lintas?

10 jam lalu

Apa yang Harus Dilakukan Jika Melihat Kecelakaan Lalu Lintas?

Orang yang terlibat kecelakaan dan sengaja tidak memberikan pertolongan, atau bahkan terjadi tabrak lari adalah tindak pidana.


Ini Alasan KPK Menambah Personel dari Kepolisian

22 jam lalu

Ini Alasan KPK Menambah Personel dari Kepolisian

Sebanyak 15 orang personel Polri bergabung dengan KPK sebagai penyidik. Mereka telah menjalani serangkaian tahapan seleksi


Komnas HAM Sesalkan Sidang Kasus Tragedi Kanjuruhan Dilaksanakan Tertutup

23 jam lalu

Komnas HAM Sesalkan Sidang Kasus Tragedi Kanjuruhan Dilaksanakan Tertutup

Uli menyebut persidangan tragedi Kanjuruhan memiliki urgensi untuk dijalankan secara terbuka.


Polri Kirim 15 Orang Personel yang Bertugas Jadi Penyidik KPK

1 hari lalu

Polri Kirim 15 Orang Personel yang Bertugas Jadi Penyidik KPK

Polri telah mengirimkan 15 orang personel untuk menjadi penyidik di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama empat tahun ke depan


Menpora Berharap Arema FC Tak Bubar dan Tetap Bermain di Liga 1

1 hari lalu

Menpora Berharap Arema FC Tak Bubar dan Tetap Bermain di Liga 1

Menpora Zainudin Amali berharap klub Arema FC tetap berlaga di Liga 1 Indonesia 2022-2023.


Kasus Penembakan Warga Dogiyai, Papua Tengah, Dilaporkan ke Komnas HAM

1 hari lalu

Kasus Penembakan Warga Dogiyai, Papua Tengah, Dilaporkan ke Komnas HAM

Komnas HAM menyatakan akan menelaah terlebih dahulu soal laporan kasus penembakan warga Dogiyai, Papua Tengah.


Pelemparan Bus Persis Solo oleh Pendukung Persita, Polda Metro Jaya: Ini Kejadian di Luar

1 hari lalu

Pelemparan Bus Persis Solo oleh Pendukung Persita, Polda Metro Jaya: Ini Kejadian di Luar

Menanggapi insiden pelemparan bus resmi klub sepak bola Persis Solo, Polda Metro Jaya menyatakan sebelumnya Polri sudah membuat antisipasi.


Liga 1: Ini Sederet Konsekuensi yang Akan Terjadi Bila Arema FC Membubarkan Diri

1 hari lalu

Liga 1: Ini Sederet Konsekuensi yang Akan Terjadi Bila Arema FC Membubarkan Diri

Arema FC kini tengah menimbang opsi terburuk: membubarkan diri. Ada sederet konsekunsi yang akan mengikuti bila pembubaran diri dilakukan.


3 Wasiat Titipan Kapolda Fadil Imran soal Tabrakan yang Menewaskan Mahasiswa UI

1 hari lalu

3 Wasiat Titipan Kapolda Fadil Imran soal Tabrakan yang Menewaskan Mahasiswa UI

Merespons kasus tabrakan menewaskan mahasiswa UI, Hasya Atallah Syahputra, Fadil Imran menitipkan tiga pesan kepada masyarakat.