Hakim Vonis Bebas Terdakwa Pelanggaran HAM Kasus Paniai

Suasana sidang pembacaan dakwaan kasus pelanggaran HAM Paniai, Papua, di Pengadilan Negeri Makassar, pada Rabu, 21 September 2022. Mayor Infanteri Purnawirawan Isak Sattu menjadi terdakwa dalam kasus ini. dok. Koalisi Masyarakat SIpil.

TEMPO.CO, Makassar -  Majelis Hakim menjatuhkan vonis bebas kepada terdakwa pelanggaran HAM kasus Paniai Mayor Infanteri (Purn) Isak Sattu, 64 tahun. Dalam putusannya, majelis hakim Pengadilan HAM menyatakan bahwa pelanggaran hak asasi manusia di Paniai tidak terpenuhi.

"Karena terdakwa divonis bebas maka hak dan martabatnya dibebankan oleh negara," kata Ketua Majelis Hakim Peradilan HAM Sutisna Sawati  saat membacakan putusan di Pengadilan Negeri Makassar, Kamis 8 Desember 2022.

Majelis mengatakan putusan yang dibacakan itu berdasarkan saksi-saksi yang dihadirkan, dengan menimbang fakta-fakta dan alat bukti. Beberapa pertimbangan yang sempat dibacakan majelis hakim adalah saat kejadian semua melayangkan senjata api seperti tentara, polisi, dan BAIS, laiknya adanya perang dunia. Namun, dianggap tidak tepat jika terdakwa dituntut melanggar HAM berat. 

Baca juga: Begini Kronologi Pelanggaran HAM Berat Kasus Paniai Versi Dakwaan Kejagung

Meski begitu, majelis mengaku jika tindakan TNI dan Polri berlebihan dalam penanganan unjuk rasa di Paniai. 

Terdakwa Isak Sattu mengaku bersyukur karena dirinya divonis bebas dalam kasus pelanggaran HAM berat di Paniai. "Ini penolong bagi saya," kata Isak.

Ia pun berterima kasih kepada hakim yang telah memvonis bebas dari semua tuntutannya. "Semoga ke depan tak terjadi lagi peristiwa yang tak sepantasnya," kata dia.

Kasus dugaan pelanggaran HAM di Paniai, Papua, terjadi pada tahun 2014. Dalam kasus itu, mantan Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) Paniai Isak Sattu telah ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melanggar pasal 42 ayat (1) huruf A dan B jis pasal 7 huruf B, pasal 9 huruf A, pasal 37 Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2022 tentang HAM.

Perisitwa Paniai ini diketahui berawal pada malam 7 Desember 2014 di Enarotali, Kabupaten Paniai, Papua. Kejadian ini ditengarai diawali oleh teguran kelompok pemuda kepada anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang membawa mobil Toyota Fortuner Hitam tanpa menyalakan lampu. Teguran itu rupanya menyebabkan pertengkaran yang berujung penganiayaan oleh TNI.

Esok harinya, 8 Desember 2014, rombongan masyarakat Ipakiye berangkat menuju Enarotali, mendatangi Polsek Paniai dan Koramil untuk meminta penjelasan. Masyarakat berkumpul di Lapangan Karel Gobai yang terletak di depan Polsek dan Koramil sambil menyanyi dan menari sebagai bentuk protes terhadap tindakan aparat sehari sebelumnya.

Merasa tak mendapat tanggapan, situasi memanas dan masyarakat mulai melempari pos polisi dan pangkalan militer dengan batu. Aparat menanggapi aksi tersebut dengan penembakan untuk membubarkan massa. Lima orang warga sipil tewas dalam kerusuhan ini.

Baca juga: Keluarga Korban Kasus Paniai Disebut Menolak Terlibat Proses Persidangan

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.

Didit Hariyadi






Kapolri Listyo Sigit Pastikan Seluruh Penumpang Susi Air Dievakuasi, Pilot Masih Dicari

1 jam lalu

Kapolri Listyo Sigit Pastikan Seluruh Penumpang Susi Air Dievakuasi, Pilot Masih Dicari

Panglima TNI Laksamana Yudo Margono mengatakan tim gabungan TNI-Polri berhasil mendeteksi lokasi pilot pesawat Susi Air tersebut.


Sedikitnya 15 Kali Gempa Menggoyang Kota Jayapura Sepanjang Hari Ini

9 jam lalu

Sedikitnya 15 Kali Gempa Menggoyang Kota Jayapura Sepanjang Hari Ini

Selain 15 di Jayapura, BMKG juga mencatat tiga gempa yang bisa dirasakan di Buleleng Bali, Lombok Utara NTB, dan Wonosobo Jawa Tengah.


Pasukan Gabungan TNI-Polri Evakuasi 15 Pekerja Pembangunan Puskesmas yang Disandera KKB Papua

11 jam lalu

Pasukan Gabungan TNI-Polri Evakuasi 15 Pekerja Pembangunan Puskesmas yang Disandera KKB Papua

Menurut Pangdam Cendrawasih Mayjen Saleh Mustafa proses evakuasi melibatkan aparat gabungan TNI-Polri menggunakan helikopter.


Komnas HAM Cabut Perjanjian Jeda Kemanusiaan di Papua

15 jam lalu

Komnas HAM Cabut Perjanjian Jeda Kemanusiaan di Papua

Inisiatif perjanjian Jeda Kemanusiaan dianggap menyalahi prosedur pengambilan keputusan di Komnas HAM.


Keberadaan Pilot Susi Air yang Disandera OPM Belum Diketahui, Danrem Berharap Kondisinya Selamat

15 jam lalu

Keberadaan Pilot Susi Air yang Disandera OPM Belum Diketahui, Danrem Berharap Kondisinya Selamat

TNI mengatakan hingga saat ini belum bisa memastikan keberadaan pilot Susi Air yang disandera OPM


Pilot dan Penumpang Susi Air Masih Disandera KKB, Susi Pudjiastuti: Mohon Doakan

20 jam lalu

Pilot dan Penumpang Susi Air Masih Disandera KKB, Susi Pudjiastuti: Mohon Doakan

Susi Pudjiastuti memiinta warganet untuk mendoakan pilot dan penumpang Susi Air hingga kini belum ditemukan setelah disandera oleh KKB.


Pilot Susi Air Disandera KKB, Keterbatasan Akses Telekomunikasi Jadi Kendala Pencarian

23 jam lalu

Pilot Susi Air Disandera KKB, Keterbatasan Akses Telekomunikasi Jadi Kendala Pencarian

Tim Operasi Damai Cartenz di Papua akan dikerahkan untuk menyelamatkan pilot dan penumpang pesawat Susi Air yang disandera KKB.


Jeda Kemanusiaan Papua Berakhir Pekan Ini, ULWMP Kritik Komitmen Pemerintah RI

1 hari lalu

Jeda Kemanusiaan Papua Berakhir Pekan Ini, ULWMP Kritik Komitmen Pemerintah RI

United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) menilai Komnas HAM dan pemerintah RI belum menunjukkan komitmen pada kesepakatan ini


Ekonomi Papua Tahun 2022 Tumbuh 8,97 Persen, BPS: Didorong Sektor Transportasi dan Ekspor

1 hari lalu

Ekonomi Papua Tahun 2022 Tumbuh 8,97 Persen, BPS: Didorong Sektor Transportasi dan Ekspor

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua menyebutkan ekonomi daerah tumbuh 8,97 persen di 2022.


OPM Sandera Pilot Susi Air: Ingatkan Presiden Jokowi Agar Tidak Main-main

1 hari lalu

OPM Sandera Pilot Susi Air: Ingatkan Presiden Jokowi Agar Tidak Main-main

Jubir OPM Sebby Sambom memperingatkan Presiden Joko Widodo agar tidak bermain-main dengan kelompoknya yang menyandera pilot pesawat Susi Air