Korban Tragedi Kanjuruhan Akan Laporkan Kabareskrim dan Karowassidik

Keluarga korban tragedi Kanjuruhan bersama massa suporter Aremania - Aremanita menggelar aksi di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu, 19 November 2022. Aksi tersebut dilakukan untuk meminta polisi memproses dugaan berbagai pelanggaran pidana dalam Tragedi Kanjuruhan. Tragedi Kanjuruhan terjadi seusai laga Arema FC versus Persebaya pada Sabtu (1/10) menewaskan sebanyak 135 orang. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Korban Tragedi Kanjuruhan menyatakan akan membuat pengaduan masyarakat terhadap Kabareskrim Komjen Agus Andrianto dan  Kepala Biro Pengawas Penyidikan Brigjen Iwan Kurniawan setelah 2 laporan mereka ditolak. Pihak korban menilai penolakan laporan mereka tak  masuk akal. 

Sekretaris Jenderal Komisi Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) Andy Irfan yang menjadi perwakilan korban menyatakan bahwa keputusan membuat pengaduan itu dilakukan setelah mereka rampung melaksanakan konsultasi dengan Bareskrim Polri pada hari ini, Selasa, 6 Desember 2022. 

Andy menyatakan bahwa dalam konsultasi tersebut, mereka ditemui oleh Karo Wassidik Brigjen Iwan Kurniawan. Dalam konsultasi itu pun disimpulkan Bareskrim tak bisa menerima laporan korban Kanjuruhan. 

"Sampai tadi, sampai gelar konsul berakhir dari pihak kepolisian belum bisa menerima," kata Andi saat ditanya wartawan di lobby Bareskrim Polri. 

Alasan penolakan dianggap tak logis

Andy menilai alasan Bareskrim melakukan penolakan tersebut tidak logis. Dia menyatakan, Iwan sempat menyatakan bahwa pihaknya sudah  mendapatkan laporan tipe A dan tipe B sehingga para korban dan keluarga Tragedi Kanjuruhan tak perlu lagi membuat laporan polisi yang baru.

"Pak Karo Wassidik menyampaikan sudah ada laporan B dan laporan A berarti tidak perlu ada laporan baru, itu kan tidak logis. Tidak ada alasan substansial yang disampaikan hanya alasannya kurang lebih opini yang menurut kami itu sangat subjektif dan tidak menunjukan profesionalitas dan akuntabilitas polisi dalam menegakan keadilan," ucapnya.

Karena itu, Andi menyatakan pihaknya berencana membuat pengaduan masyarakat (dumas) yang ditujukan kepada Kabareskrim Komjen Agus Andrianto dan Karo Wassidik Brigjen Iwan Kurniawan. Pengaduan masyarakat tersebut rencananya bakal dibuat oleh tim korban Tragedi Kanjuruhan pada Rabu besok 7 Desember 2022.

"Karena itu kami ambil inisiatif, besok kami buat surat pengaduan masyarakat, kami tujukan kepada Kabareskrim dan Karo Wassidik menyangkut apa saja hal-hal yang menghambat dalam proses penyelidikan dan penyidikan," kata dia.

TGA melapor ke Bareskrim karena tak puas dengan penyidikan Polda Jawa Timur

Sebelumnya, Tim Gabungan Aremania (TGA) membuat laporan ke Bareskrim Polri pada Jumat, 18 November 2022. Mereka mendatangi Bareskrim Polri untuk melaporkan adanya dugaan tindak pidana terhadap pihak diduga yang terlibat dalam Tragedi Kanjuruhan yang hingga saat ini belum dijerat secara pidana.

Andy sempat menyatakan salah satu pihak yang seharusnya ikut bertanggungjawab dalam tragedi tersebut adalah mantan Kapolda Jawa Timur, Irjen Nico Afinta. Nico saat ini menjabat sebagai Staf Ahli Sosial Budaya Kapolri setelah dicopot akibat tragedi yang menewaskan 137 orang tersebut.

"Ya salah satunya Kapolda Jawa Timur saat itu," kata Andy.

Para korban dan keluarga korban tewas membuat laporan itu ke Bareskrim Polri juga karena tak puas dengan penyidikan yang dilakukan Polda Jawa Timur. Menurut mereka, Polda Jawa Timur seharusnya Polda Jawa Timur bisa menjerat para tersangka dengan pasal berlapis selain pasal soal kelalaian yang mengakibatkan kematian seseorang (Pasal 359 dan Pasal 360 KUHP). 

Selain itu, para korban juga merasa tak puas karena dalam rekonstruksi kejadian, Polda Jawa Timur, tidak mempertunjukkan adegan penembakan gas air mata ke arah tribun.

Hingga saat ini Polda Jawa Timur baru menetapkan  enam orang telah ditetapkan tersangka tragedi Kanjuruhan. Mereka adalah Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru, Akhmad Hadian Lukita, Ketua Panitia Pelaksana Arema Malang Abdul Haris, dan Security Officer Steward Suko Sutrisno. Tiga tersangka lainnya dari unsur kepolisian, yakni Kabag Ops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto, Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi, dan Komandan Kompi (Danki) Brimob Polda Jatim AKP Hasdarman. 






Penasihat Hukum Ketua Panpel Arema FC Rujuk Laporan TGIPF Tragedi Kanjuruhan untuk Materi Pleidoi

2 hari lalu

Penasihat Hukum Ketua Panpel Arema FC Rujuk Laporan TGIPF Tragedi Kanjuruhan untuk Materi Pleidoi

Penasihat hukum berkukuh bahwa Abdul Haris dan Suko Sutrisno, yang dituntut 6 tahun 8 bulan, tidak bertanggung jawab timbulnya tragedi Kanjuruhan.


Dua Terdakwa Kasus Tragedi Kanjuruhan Dituntut 6 Tahun 8 Bulan Penjara

2 hari lalu

Dua Terdakwa Kasus Tragedi Kanjuruhan Dituntut 6 Tahun 8 Bulan Penjara

Dua orang terdakwa kasus tragedi Kanjuruhan Malang, yakni Suko Sutrisno dan Abdul Haris dituntut 6 tahun 8 bulan penjara


Arema FC Resmi Berkandang di Stadion PTIK Jakarta Selatan untuk Putaran Kedua Liga 1

3 hari lalu

Arema FC Resmi Berkandang di Stadion PTIK Jakarta Selatan untuk Putaran Kedua Liga 1

Manajemen Arema FC menyatakan bahwa Stadion PTIK di Jakarta Selatan resmi menjadi kandang mereka pada putaran kedua Liga 1.


Polri Datangkan Pengajar Conventry University Inggris: Ajarkan Manajemen Pengamanan Stadion

5 hari lalu

Polri Datangkan Pengajar Conventry University Inggris: Ajarkan Manajemen Pengamanan Stadion

Anggota Polri bersama Kementerian/Lembaga di Indonesia mengikuti pelatihan manajemen pengamanan stadion oleh Conventry University Inggris


Komnas HAM Sesalkan Sidang Kasus Tragedi Kanjuruhan Dilaksanakan Tertutup

6 hari lalu

Komnas HAM Sesalkan Sidang Kasus Tragedi Kanjuruhan Dilaksanakan Tertutup

Uli menyebut persidangan tragedi Kanjuruhan memiliki urgensi untuk dijalankan secara terbuka.


Menpora Berharap Arema FC Tak Bubar dan Tetap Bermain di Liga 1

6 hari lalu

Menpora Berharap Arema FC Tak Bubar dan Tetap Bermain di Liga 1

Menpora Zainudin Amali berharap klub Arema FC tetap berlaga di Liga 1 Indonesia 2022-2023.


Liga 1: Ini Sederet Konsekuensi yang Akan Terjadi Bila Arema FC Membubarkan Diri

7 hari lalu

Liga 1: Ini Sederet Konsekuensi yang Akan Terjadi Bila Arema FC Membubarkan Diri

Arema FC kini tengah menimbang opsi terburuk: membubarkan diri. Ada sederet konsekunsi yang akan mengikuti bila pembubaran diri dilakukan.


Buntut Penyerangan Markas Arema FC, Manajemen Klub Singo Edan Pertimbangkan untuk Bubar

7 hari lalu

Buntut Penyerangan Markas Arema FC, Manajemen Klub Singo Edan Pertimbangkan untuk Bubar

Manajemen Arema FC akan mempertimbangkan untuk mengambil keputusan bubar jika dianggap tidak kondusif.


Reaksi Manajemen Arema FC Soal Demo Aremania yang Berujung Ricuh

8 hari lalu

Reaksi Manajemen Arema FC Soal Demo Aremania yang Berujung Ricuh

Manajemen Arema FC menyatakan membuka ruang dialog dengan para pendukung klub yang biasa disebut Aremania.


Demonstrasi Aremania Berujung Ricuh, Markas Arema FC Rusak karena Dilempari

8 hari lalu

Demonstrasi Aremania Berujung Ricuh, Markas Arema FC Rusak karena Dilempari

Demonstrasi para pendukung Arema FC, Aremania, di depan kantor klub pada Minggu siang, 29 Januari 2023, berujung ricuh.