Eks Anak Buah Kecewa dengan Ferdy Sambo: Jenderal Kok Tega Hancurkan Karier Saya

Editor

Amirullah

Sidang lanjutan Ferdy Sambo beserta istriPutri Candrawathi saat menjalani sidang terkait pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Selasa, 6 Desember 2022. Sidang beragendakan pemeriksaan sebanyak 11 saksi dan 6 diantaranya terdakwa obstruction of justice atau perintangan penyidikan kasus kematian Brigadir J. TEMPO/ Febri Angga Palguna

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Kepala Bagian Penegakkan Hukum Biro Provos Divisi Propam Polri, Komisaris Besar Susanto Haris, mengutarakan kekecewaannya terhadap bekas atasannya Ferdy Sambo ketika menjadi saksi di sidang pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Kombes Susanto mengatakan ia disidang etik oleh Komisi Kode Etik Polri (KKEP) dan ditahan selama 29 hari karena terjerat skenario Ferdy Sambo dalam kasus ini. Kepada majelis hakim, ia mengaku marah, kesal hingga kecewa karena terseret kasus Ferdy Sambo.

“Bagaimana perasaan saudara?” tanya Hakim Ketua Wahyu Iman Santoso di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 6 Desember 2022.

“Kecewa, kesal, marah. Jenderal kok bohong, susah jadi jenderal. Keluarga kami, kami paranoid nonton tv, media sosial. Jenderal kok tega menghancurkan saya, 30 tahun saya mengabdi, hancur di titik terendah pengabdian saya,” kata Susanto.

Ia menjelaskan banyak juga penyidik Polres Metro Jakarta Selatan juga terseret kasus ini. Ia menjelaskan akibat Ferdy Sambo, dirinya yang seharusnya bertugas memeriksa polisi bermasalah, malah menjadi polisi yang diperiksa.

Baca: Cerita Senior Ferdy Sambo Kesal Diperintah dengan Nada Kasar Urus Jenazah Yosua

“Bayangkan, kami Kabag Gakkum yang biasa memeriksa polisi yang nakal, kami diperiksa! Bayangkan bagaimana keluarga kami,” kata Susanto.

Susanto juga mengungkapkan kekecewan ketika diperintah oleh Ferdy Sambo untuk menangani kematian Brigadir J. Ia kesal dengan nada kasar Ferdy Sambo ketika diperintah menangani jenazah Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Pasalnya, Susanto merupakan senior Ferdy Sambo di Akpol meski secara kepangkatan Ferdy Sambo lebih tinggi. Susanto mengaku kesal ketika Ferdy Sambo memerintahnya dengan nada kasar saat menyuruhnya menyatukan barang bukti dengan senjata api. 

“Dengan nada kasar dia bilang ‘Pak Kabag bawa barang bukti jadikan satu dengan senjata’,” kata Susanto yang mengatakan saat itu mengantar jenazah Brigadir J ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati pada 8 Juli 2022.

Perintah kasar itu diterima Susanto sejak ia berada di TKP Duren Tiga. Awalnya, Susanto kembali ke TKP rumah Duren Tiga dari rumah Saguling. Saat tiba ambulans datang, Ferdy Sambo mengatakan sengan nada kasar untuk mengantar ambulans ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati. 

“‘Pak Kabag antar itu ke RS!’ kata Ferdy Sambo. Saya pikir kok kasar begini, ngegaslah istilahnya. Yaudah saya kawal ambulansnya,” kata Susanto.

Susanto juga mengatakan ia ikut menemani eks Kepala Biro Paminal Propam Polri Hendra Kurniawan untuk pergi menemui keluarga Yosua di Jambi. Setelah dari Jambi, ia mengatakan Ferdy Sambo tidak pernah menyuruhnya lagi.

Kombes Susanto adalah salah satu dari 11 saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum dalam persidangan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi hari ini. Selain Susanto, bekas anak buah Ferdy Sambo lain yang bersaksi adalah Hendra Kurniawan, eks Kepala Biro Provos Brigadir Jenderal Benny Ali, Agus Nurpatria, Chuck Putranto, dan Baiquni Wibowo, dan Irfan Widyanto.

Baca: Richard Eliezer Ungkap Alasannya Membuka Skenario Palsu Pembunuhan Brigadir Yosua yang Dibuat Ferdy Sambo

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Kuasa Hukum Anggap Jaksa Ragu-ragu Tuntut Ricky Rizal

2 jam lalu

Kuasa Hukum Anggap Jaksa Ragu-ragu Tuntut Ricky Rizal

Kuasa hukum Ricky Rizal menyebut replik jaksa hanya berisi pengulangan dan penggambaran kembali asumsi-asumsi yang tidak dapat dibuktikan.


Kuasa Hukum Sebut JPU Berhalusinasi soal Tindakan Ricky Rizal Amankan Senjata Api Yosua

4 jam lalu

Kuasa Hukum Sebut JPU Berhalusinasi soal Tindakan Ricky Rizal Amankan Senjata Api Yosua

Jaksa menilai argumen kuasa hukum yang menyatakan Ricky Rizal tidak mengetahui rencana pembunuhan merupakan dalil yang sesat dan keliru.


Merasa Diserang, Tim Kuasa Hukum Ferdy Sambo Anggap JPU Cederai Profesi Advokat

5 jam lalu

Merasa Diserang, Tim Kuasa Hukum Ferdy Sambo Anggap JPU Cederai Profesi Advokat

Ferdy Sambo dituntut jaksa hukuman penjara seumur hidup karena menjadi pelaku utama atau pelaku intelektual pembunuhan


Kuasa Hukum Kuat Ma'ruf Sebut Tidak Ada Bukti Kliennya Bertemu Ferdy Sambo di Lantai Tiga

7 jam lalu

Kuasa Hukum Kuat Ma'ruf Sebut Tidak Ada Bukti Kliennya Bertemu Ferdy Sambo di Lantai Tiga

Kuasa hukum Kuat Ma'ruf mengatakan kliennya tidak pernah bertemu Ferdy Sambo di lantai tiga rumah Jalan Saguling


Kuasa Hukum Sebut Kepatuhan Kuat Ma'ruf pada Ferdy Sambo Tak Ada Kaitan dengan Pembunuhan

8 jam lalu

Kuasa Hukum Sebut Kepatuhan Kuat Ma'ruf pada Ferdy Sambo Tak Ada Kaitan dengan Pembunuhan

Tim kuasa hukum Kuat Ma'ruf mengatakan karakter loyal dan tingkat kepatuhan tinggi kliennya terhadap Ferdy Sambo merupakan hal yang normal dan wajar


Kuasa Hukum Sebut Tak Ada Motif Pribadi Jadi Bukti Kuat Ma'ruf Tak Terlibat Kasus Brigadir J

9 jam lalu

Kuasa Hukum Sebut Tak Ada Motif Pribadi Jadi Bukti Kuat Ma'ruf Tak Terlibat Kasus Brigadir J

Jaksa menganggap pleidoi yang dibacakan Kuat Ma'ruf hanyalah curahan hatinya tanpa menyinggung pokok perkara.


Kuasa Hukum Kuat Ma'ruf Sebut Perselingkuhan Putri Candrawathi dan Yosua Hanya Imajinasi Jaksa Seperti Buat Novel

10 jam lalu

Kuasa Hukum Kuat Ma'ruf Sebut Perselingkuhan Putri Candrawathi dan Yosua Hanya Imajinasi Jaksa Seperti Buat Novel

Kuasa hukum Kuat Ma'ruf menyebut perselingkuhan Putri Candrawathi dengan Brigadir Yosua hanya imajinasi jaksa seperti menyusun novel


Ini Alasan KPK Menambah Personel dari Kepolisian

10 jam lalu

Ini Alasan KPK Menambah Personel dari Kepolisian

Sebanyak 15 orang personel Polri bergabung dengan KPK sebagai penyidik. Mereka telah menjalani serangkaian tahapan seleksi


Tim Kuasa Hukum Ferdy Sambo, Ricky Rizal, Kuat Ma'ruf Bacakan Duplik Hari ini

12 jam lalu

Tim Kuasa Hukum Ferdy Sambo, Ricky Rizal, Kuat Ma'ruf Bacakan Duplik Hari ini

Tim penasihat hukum terdakwa Ferdy Sambo, Ricky Rizal Wibowo, dan Kuat Ma'ruf akan menyampaikan duplik atau balasan terhadap replik jaksa


Polri Kirim 15 Orang Personel yang Bertugas Jadi Penyidik KPK

12 jam lalu

Polri Kirim 15 Orang Personel yang Bertugas Jadi Penyidik KPK

Polri telah mengirimkan 15 orang personel untuk menjadi penyidik di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama empat tahun ke depan