Elektabilitas Prabowo Subianto Menurun, Ini Penjelasan Gerindra

Reporter

Editor

Febriyan

Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto pidato dalam acara PKB Road to Election di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta, Minggu, 30 Oktober 2022. Ribuan kader PKB hadir dalam acara yang mempertemukan Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. TEMPO/ Febri Angga Palguna

TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah lembaga survei nasional menyebutkan elektabilitas calon presiden (capres) usungan Partai Gerindra, Prabowo Subianto, mulai mengalami stagnansi bahkan penurunan. Gerindra menilai penurunan tersebut terjadi karena Prabowo belum mulai bergerak seperti calon presiden lainnya. 

Juru Bicara Partai Gerindra, Andre Rosiade, Prabowo saat ini masih sibuk menyelesaikan amanahnya sebagai Menteri Pertahanan.

“Jadi Pak Prabowo masih fokus bekerja untuk menuntaskan amanah sebagai Menhan,” kata Andre di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin, 5 Desember 2022.

Oleh sebab itu, kata Andre, posisi Prabowo berbeda dengan capres lain yang dalam setahun terakhir sudah sibuk bergerilya keliling Indonesia. Ia menegaskan dalam momentum yang tepat Prabowo juga bakal berkeliling menyapa masyarakat.

Optimis menang jika Prabowo telah bergerak

Andre mengibaratkan Prabowo masih menyalakan mesin mobil. Sementara capres lain, kata dia, sudah jalan kencang dengan gigi empat atau lima. Kendati demikian, Andre optimis jika Prabowo sudah turun ke masyarakat, maka kemenangan pada Pilpres 2024 bisa diraih.

“Pak Prabowo baru menghidupkan mesin mobil. Jadi ya kami optimis insya Allah setelah Pak Prabowo turun ke lapangan menyapa masyarakat, Insya Allah Pak Prabowo akan menjadi Presiden 2024,” kata dia.

Hasil survei sejumlah lembaga

Sebelumnya, sejumlah survei teranyar menyebutkan bahwa elektabilitas Prabowo Subianto cenderung stagnan dan bahkan menurun. Survei yang dilakukan lembaga Charta Politika misalnya, menunjukkan posisi Prabowo turun dari peringkat kedua menjadi ketiga di bawah Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan. Padahal dalam survei-survei sebelumnya Prabowo selalu menempati posisi kedua di bawah Ganjar.

Meskipun demikian, dalam simulasi yang mereka lakukan, Charta Politika menilai Pasangan Ganjar Pranowo - Prabowo Subianto berpotensi memenangkan Pilpres 2024 dalam satu putaran.  Pasangan itu disebut memiliki elektabilitas 43,4 persen.

Setali tiga uang dengan Charta Politika, elektabilitas Prabowo dalam survei Indikator Politik Indonesia juga merosot dari peringkat dua menjadi peringkat tiga. Ketua Umum Partai Gerindra tersebut memperoleh suara sebesar 17,9 persen dari yang sebelumnya 22,5 persen. Peringkat pertama diduduki oleh Ganjar Pranowo dengan perolehan suara 28,6 persen disusul Anies Baswedan dengan suara sebesar 24,2 persen.

Prabowo Subianto sebelumnya disebut akan diusung oleh Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR)  yang dibentuk oleh Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Prabowo digadang-gadang akan berpasangan dengan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar. 






Alasan Muhaimin Iskandar Usul Jabatan Gubernur Dihapus untuk Efisiensi Anggaran

10 menit lalu

Alasan Muhaimin Iskandar Usul Jabatan Gubernur Dihapus untuk Efisiensi Anggaran

Muhaimin Iskandar mengatakan usulan penghapusan jabatan setingkat gubernur bertujuan untuk menciptakan efisiensi anggaran.


Ada Perjanjian Anies Baswedan dengan Prabowo, Gerindra: Bukan Konsumsi Publik

2 jam lalu

Ada Perjanjian Anies Baswedan dengan Prabowo, Gerindra: Bukan Konsumsi Publik

Politikus Gerindra Dasco membenarkan ada dokumen perjanjian antara Anies Baswedan dan Prabowo. Tapi ia menyebut bukan konsumsi publik.


Saat Hubungan NU dan PKB Kembali Hangat Diperbincangkan

3 jam lalu

Saat Hubungan NU dan PKB Kembali Hangat Diperbincangkan

Soal hubungan NU dan PKB kembali hangat dibicarakan. Said Aqil Siradj menyebut yang mengatakan itu lupa sejarah.


Rayakan 1 Abad NU, Muhaimin Iskandar Sowan ke Ulama se-NTB

4 jam lalu

Rayakan 1 Abad NU, Muhaimin Iskandar Sowan ke Ulama se-NTB

Muhaimin Iskandar mengakui perjalanan satu abad NU luar biasa di segala lini kehidupan berbangsa dan bernegara.


Zulhas dan Airlangga Kompak Bungkam Soal Anies Baswedan Dapat Tiket Nyapres

4 jam lalu

Zulhas dan Airlangga Kompak Bungkam Soal Anies Baswedan Dapat Tiket Nyapres

Zulhas dan Airlangga Hartarto tak banyak bicara saat ditanyai pendapat soal Anies Baswedan yang sudah dapat tiket capres dari 3 partai.


Prabowo dan Sandiaga Sempat Bahas Anies Baswedan sebagai Capres 2024

5 jam lalu

Prabowo dan Sandiaga Sempat Bahas Anies Baswedan sebagai Capres 2024

Jika harus dihadapkan dengan memilih antara Anies dan Prabowo, Sandiaga dengan tegas mengatakan akan memilih Prabowo.


PKS Depok Dukung Penuh Anies Baswedan Maju Pilpres 2024

5 jam lalu

PKS Depok Dukung Penuh Anies Baswedan Maju Pilpres 2024

Ketua DPD PKS Kota Depok Imam Budi Hartono menyatakan mendukung penuh keputusan DPP partai berlambang bulan sabit kembar tersebut menjadikan Anies Baswedan sebagai calon presiden (Capres) untuk Pilpres 2024


Ternyata Ini Alasan Sandiaga Uno Beri Posisi Cagub DKI Jakarta 2017 ke Anies Baswedan

5 jam lalu

Ternyata Ini Alasan Sandiaga Uno Beri Posisi Cagub DKI Jakarta 2017 ke Anies Baswedan

Sandiaga mengungkapkan soal pencalonan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI 2017. Apa itu?


Mendagri Kantongi 3 Nama Calon Sekda DKI: Pejabat BPK, Bekas Kolega Heru Budi, dan Wali Kota

8 jam lalu

Mendagri Kantongi 3 Nama Calon Sekda DKI: Pejabat BPK, Bekas Kolega Heru Budi, dan Wali Kota

Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengatakan tiga nama calon Sekda DKI telah diserahkan ke Mendagri. Seperti apa latar belakang mereka?


Koalisi Perubahan Cari Istilah Milenial untuk Nama Sekretariat Bersama

9 jam lalu

Koalisi Perubahan Cari Istilah Milenial untuk Nama Sekretariat Bersama

Koalisi Perubahan menganggap nama Sekber istilah lama. Baheula, kata Sohibul Iman.