Sidang Pembunuhan Brigadir Yosua, Hakim Endus Adanya Tindak Pidana Pencucian Uang

Reporter

Editor

Febriyan

Terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J, Ricky Rizal berbincang dengan kuasa hukumnya saat menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin, 28 November 2022. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta -  Ketua Majelis Hakim kasus pembunuhan Brigadir Yosua alias Nofriansyah Yosua Hutabarat, Wahyu Iman Santosa, mengendus adanya praktek tindak pidana pencucian uang yang dilakukan oleh mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri Irjen Ferdy Sambo dan anak buahnya. Hal itu diendus Wahyu saat memeriksa Ricky Rizal yang menjadi saksi dalam sidang dengan terdakwa Kuat Ma'ruf di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 5 Desember 2022.

Awalnya, Wahyu menyoroti tindakan Ricky yang memindahkan uang sebesar Rp 200 juta dari rekening Yosua ke rekeningnya sendiri.

“Saudara ini, sudah disuruh membunuh, disuruh mencuri pun masih saudara lakukan,” kata Wahyu. 

Hakim permasalahkan nama di rekening

Dalam kesempatan tersebut, Rizal menyanggah ucapan Wahyu. Dia mengaku tak pernah diperintahkan Ferdy Sambo untuk membunuh dan mencuri uang. Dia mengatakan bahwa uang yang ia transfer dari rekening atas nama Yosua merupakan uang operasional untuk keperluan keluarga Sambo di Jakarta.

Wahyu pun mempertanyakan soal nama yang tertera di rekening itu. Menurut dia, yang terpenting dalam kasus ini adalah nama yang tertera di rekening tersebut, bukan asal-usul uang tersebut.

“Itu duit siapa kan tidak penting. Siapa yang punya rekening itulah yang merasa punya duitnya. Kalau dibalik, saudara (Ricky) yang dibunuh, uang saudara yang diambil, coba bayangkan,” kata Santosa.

Hakim sebut soal pasal pencucian uang

Hakim Wahyu pun sempat mempertanyakan alasan tentang Sambo yang membuka rekening atas nama Rizal dan Yosua Hutabarat. Akan tetapi, Ricky Rizal tidak mengetahui alasan di balik pembukaan rekening atas nama mereka berdua.

Bahkan, selain membuka rekening atas nama Rizal, Sambo juga membeli sepeda motor atas nama dia. Menanggapi fakta tersebut, Santosa pun menyinggung mengenai pasal pencucian uang.

“Tahu undang-undang pasal pencucian uang?” tanya dia, yang kemudian dijawab Rizal bahwa ia tidak begitu memahami mengenai pasal tersebut.

Pusat Pelaporan Analisa dan Transaksi Keuangan (PPATK) dalam laman resminya menyebutkan bahwa penggunaan nama orang lain untuk membuka rekening dan membeli barang merupakan salah satu tipologi modus dalam praktek pencucian uang. 

Sejak awal kasus kematian Brigadir Yosua mencuat, harta kekayaan Ferdy Sambo memang terus menjadi sorotan. Pasalnya, Sambo dinilai memiliki kekayaan yang tak wajar jika menilik dari pendapatannya sebagai seorang perwira tinggi Polri. 

Sambo diketahui memiliki tiga rumah, dua di Jakarta dan satu di Magelang. Selain itu, dia juga disebut memiliki tiga mobil kelas atas merek Lexus. Istri Sambo, Putri Candrawathi yang juga menjadi terdakwa dalam kasus pembunuhan Brigadir Yosua, disebut memiliki koleksi tas bermerk.






KPK Telisik Dugaan Aliran Duit Nurhadi ke Dito Mahendra

1 jam lalu

KPK Telisik Dugaan Aliran Duit Nurhadi ke Dito Mahendra

Dalam pemeriksaan Dito Mahendra, KPK menelisik tentang dugaan aliran duit dari Nurhadi.


KPK Periksa Dito Mahendra Sebagai Saksi Kasus TPPU Eks Sekretaris MA

3 jam lalu

KPK Periksa Dito Mahendra Sebagai Saksi Kasus TPPU Eks Sekretaris MA

KPK memeriksa Dito Mahendra Saputro sebagai saksi atas Tindak Pidana Pencucian Uang atau TPPU oleh Eks Sekertaris Mahkamah Agung, Nurhadi.


Jaksa Sebut Kuasa Hukum Enggan Akui Fakta Irfan Widyanto Ambil DVR CCTV Tanpa Izin

6 jam lalu

Jaksa Sebut Kuasa Hukum Enggan Akui Fakta Irfan Widyanto Ambil DVR CCTV Tanpa Izin

JPU mengatakan kuasa hukum terdakwa Irfan Widyanto enggan mengakui fakta bahwa kliennya mengganti DVR CCTV tanpa izin dan surat perintah yang sah


Tak Ajukan Duplik, Kuasa Hukum Irfan Widyanto Minta Hakim Langsung ke Sidang Putusan

6 jam lalu

Tak Ajukan Duplik, Kuasa Hukum Irfan Widyanto Minta Hakim Langsung ke Sidang Putusan

Kuasa hukum Irfan Widyanto tak akan mengajukan jawaban atas replik atau duplik jaksa. Mereka minta sidang lanjut ke pembacaan vonis.


Tak Mau Tanggapi Pleidoi Hendra Kurniawan, Jaksa: Hanya Berisi Perjalanan Karier

6 jam lalu

Tak Mau Tanggapi Pleidoi Hendra Kurniawan, Jaksa: Hanya Berisi Perjalanan Karier

Jaksa menlai pleidoi Hendra Kurniawan hanya berisi penjalanan karinya tanpa membahas soal alat bukti serta unsur pasal yang didakwakan.


Jaksa Sebut Arif Rachman Arifin Tidak Penuhi Unsur Itikad Baik

7 jam lalu

Jaksa Sebut Arif Rachman Arifin Tidak Penuhi Unsur Itikad Baik

Jaksa menyebut tindakan Arif Rachman Arifin tidak memenuhi unsur itikad baik sehingga tak bisa dilepaskan dari tanggung jawab pidana.


Jaksa Sebut Agus Nurpatria Harusnya Berani Tolak Perintah Ferdy Sambo

7 jam lalu

Jaksa Sebut Agus Nurpatria Harusnya Berani Tolak Perintah Ferdy Sambo

Jaksa mengatakan, seharusnya Agus Nurpatria yang berpangkat Kombes berani menolak perintah Ferdy Sambo.


Tolak Pleidoi Arif Rachman Arifin, Jaksa: Tidak Ada Unsur Daya Paksa dari Ferdy Sambo

9 jam lalu

Tolak Pleidoi Arif Rachman Arifin, Jaksa: Tidak Ada Unsur Daya Paksa dari Ferdy Sambo

Jaksa menilai tidak ada unsur daya paksa dari Ferdy Sambo kepada terdakwa kasus obstruction of justice pembunuhan Brigadir Yosua, Arif Rachman Arifin.


Jaksa Akan Tanggapi Pleidoi Hendra Kurniawan Cs di Sidang Hari Ini

12 jam lalu

Jaksa Akan Tanggapi Pleidoi Hendra Kurniawan Cs di Sidang Hari Ini

Hendra Kurniawan cs hari ini akan mendengarkan tanggapan jaksa atas pleidoi yang telah mereka bacakan pada pekan lalu.


Deretan Anak Buah yang Kecewa pada Ferdy Sambo di Kasus Brigadir J

2 hari lalu

Deretan Anak Buah yang Kecewa pada Ferdy Sambo di Kasus Brigadir J

Ferdy Sambo membuat sejumlah skenario untuk menutupi Kasus pembunuhan Brigadir J. Namun upaya tersebut gagal bahkan menyeret anak buahnya