Politikus Demokrat Anggap Pelemparan Telur Busuk Kantor NasDem Aceh Memalukan

Reporter

Editor

Amirullah

Bakal Calon Presiden dari Partai NasDem, Anies Baswedan (tengah) berjabat tangan dengan warga seusai melaksanakan salat Jumat di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat, 2 Desember 2022. Kunjungan Anies Baswedan bersama sejumlah pengurus Partai NasDem di Aceh untuk menjalin silaturahmi dengan Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud, para ulama, tokoh adat serta para pendukungnya. ANTARA/Ampelsa

TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, menilai pelemparan telur busuk dan kaos kaki ke kantor Partai NasDem Aceh merupakan tindakan yang memalukan. Sejak Jumat hingga Sabtu siang kemarin, Anies Baswedan melangsungkan safari politik di Serambi Mekkah.

Menurut Herzaky, perbedaan pandangan dan pilihan dalam negara demokrasi mestinya disikapi dengan adu argumen, alih-alih adu jotos maupun melempar telur busuk. Adapun pernyataan ini dilontarkan Herzaky melalui akun Twitternya. Tempo telah meminta izin untuk mengutip cuitan tersebut.

“Memalukan. Perbedaan pandangan dan pilihan dalam demokrasi harusnya disikapi dengan adu argumen dan saling lempar pendapat, bukan adu jotos, ataupun lempar telur busuk,” kata Herzaky dalam cuitannya, Sabtu, 3 Desember 2022.

Baca: NasDem Ungkap Hambatan Safari Anies Baswedan: Izin Dicabut Tanpa Alasan Jelas

Toh jika perilaku ini diadukan kepada aparat, Herzaky menduga tidak bakal membuahkan hasil. Musababnya, kata dia, Presiden sudah tidak netral. “Mau mengadukan perilaku ini ke aparat pun mungkin tak bermanfaat, karena Presiden sudah tidak netral,” ujarnya.

Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Ahmad Ali, membenarkan jika sempat ada peristiwa pelemparan telur busuk dan kaos kaki ke kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Aceh. Menurut dia, aksi pelemparan ini hanya ulah orang iseng semata.

“Betul (ada pelemparan telur dan kaos kaki). Biasalah, orang-orang iseng,” kata Ali saat dihubungi, Sabtu, 3 Desember 2022.

Kendati demikian, Ali menyebut partainya tidak tertarik untuk menanggapi kejadian ini. Menurut dia, yang penting rakyat Aceh menyambut dengan animo luar biasa atas kedatangan Anies Baswedan. “Nggak perlu ditanggapi. Yang penting rakyat merespon seperti apa, kunjungan Anies ke Aceh luar biasa,” kata dia.

Ali menyebut partainya optimis bisa meraup suara hingga 85 persen di Aceh. Pasalnya, kata dia, semua masyarakat Serambi Mekkah menjagokan Anies. “Menang 85 persen. Maunya Anies semua,” ujarnya.

Menurut dia, masyarakat Aceh menginginkan sosok pemimpin yang baru. Ali menyebut pengganti yang tepat setelah masa jabatan Presiden Joko Widodo alias Jokowi usai pada 2024 adalah Anies. “Mereka mau pemimpin yang baru. Kan Pak Jokowi sudah tidak bisa lagi, diganti yang baru, pengganti Pak Jokowi itu Anies,” kata dia.

Di Aceh, Ali menyebut bekas Gubernur DKI Jakarta tersebut menemui sejumlah tokoh masyarakat dan ulama. Pada Sabtu siang, Anies Baswedan melanjutkan safari politiknya ke Padang, Sumatera Barat.

Baca: Kerap Dikritik Keras PDIP Pasca-deklarasi Anies, NasDem Pilih Tidak Bereaksi

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






PDIP Sebut Tidak Ada Urgensi untuk Tunda Pemilu 2024

2 jam lalu

PDIP Sebut Tidak Ada Urgensi untuk Tunda Pemilu 2024

Ketua DPP PDIP Komarudin Watubun menyatakan tidak ada urgensi yang mendesak untuk menunda Pemilu 2024.


Soal Capres-Cawapres, Gerindra: Pak Muhaimin Paling Kuat Jadi Pendamping Prabowo

3 jam lalu

Soal Capres-Cawapres, Gerindra: Pak Muhaimin Paling Kuat Jadi Pendamping Prabowo

Muzani mengamini jika kandidat unggulan capres cawapres di koalisi KIR adalah Prabowo dan Muhaimin Iskandar.


Tokoh-tokoh Saksikan Konser Dewa 19, Ada yang Hadir Juga di Pernikahan Kiky Saputri

3 jam lalu

Tokoh-tokoh Saksikan Konser Dewa 19, Ada yang Hadir Juga di Pernikahan Kiky Saputri

Baru saja, konser Dewa 19 berakhir. Beberapa tokoh turut menyaksikannya dari Prabowo, Ridwan Kamil hingga Anies Baswedan dan AHY.


Demi Presidential Threshold 20 Persen, 3 Koalisi Partai Politik Panaskan Mesin Pemilu 2024

4 jam lalu

Demi Presidential Threshold 20 Persen, 3 Koalisi Partai Politik Panaskan Mesin Pemilu 2024

Menjelang Pemilu 2024, telah terbentuk sementara ini 3 poros koalisi partai politik untuk memenuhi presidential threshold 20 persen, Siapa saja?


Soal Perjanjian Utang dengan Anies Baswedan, Sandiaga: Saya Baca Dulu

5 jam lalu

Soal Perjanjian Utang dengan Anies Baswedan, Sandiaga: Saya Baca Dulu

Sandiaga belum mau menanggapi soal utang Anies Baswedan ke dirinya saat Pilkada DKI 2017.


Fadli Zon Buka Suara Soal Perjanjian Anies Baswedan - Sandiaga Uno di Pilkada DKI

6 jam lalu

Fadli Zon Buka Suara Soal Perjanjian Anies Baswedan - Sandiaga Uno di Pilkada DKI

Fadli Zon mengakui membikin draft perjanjian antara Anies Baswedan dan Sandiaga Uno saat Pilkada DKI 2017. Soal utang, Fadli tak mau bicara.


Prabowo Soal Cawapres: Masih Lama, Saya Pun Belum Tahu

7 jam lalu

Prabowo Soal Cawapres: Masih Lama, Saya Pun Belum Tahu

Prabowo mengatakan waktu pendaftaran untuk Pilpres 2024 masih lama. Toh, dia juga belum tahu akan berpasangan dengan siapa.


Soal Wacana Penundaan Pemilu 2024, Komisi II DPR Tegaskan Komitmen dengan Pemerintah

10 jam lalu

Soal Wacana Penundaan Pemilu 2024, Komisi II DPR Tegaskan Komitmen dengan Pemerintah

Komisi II DPR menegaskan gagasan penundaan Pemilu 2024 tak relevan mengingat mereka dan pemerintah telah menyepakati tahapan dan anggarannya.


Buka Peluang Berkoalisi dengan Partai Lain, PDIP: Tapi Bukan Mumpungisme

11 jam lalu

Buka Peluang Berkoalisi dengan Partai Lain, PDIP: Tapi Bukan Mumpungisme

Partai besutan Megawati Soekarnoputri itu tetap bakal aktif mencari kawan berkoalisi, walaupun secara presidential threshold PDIP sudah memenuhi.


Konser Dewa 19 di JIS Disebut Bencana, Lahan Stadion Diurus Jokowi-Ahok & Diresmikan Anies Baswedan, Siapa Pemiliknya?

11 jam lalu

Konser Dewa 19 di JIS Disebut Bencana, Lahan Stadion Diurus Jokowi-Ahok & Diresmikan Anies Baswedan, Siapa Pemiliknya?

Konser Dewa 19 di Jakarta International Stadium atau JIS menuai banyak kekecewaan dari berbagai pihak. Sebenarnya, siapa pemilik JIS?