Berebut Gedung Sate: Episode Perang Kemerdekaan Lawan Sekutu di Bandung 3 Desember 1945

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Pelajar Sekolah Dasar memainkan alat musik angklung secara bersama di halaman Gedung Sate, Bandung, Ahad, 20 November 2022. Gelaran yang diikuti ratusan peserta tersebut untuk memperingati hari angklung dunia. ANTARA/Novrian Arbi

TEMPO.CO, Bandung -Hari ini 77 tahun silam gugur tujuh orang pegawai yang berjuang mempertahankan markas Departemen PU di Kota Bandung, yang dikenal sebagai Gedung Sate.

Pertempuran pecah pada 3 Desember 1945 dikutip dari laman pu.go.id  sekitar pukul 01.00 WIB, Gedung Sate diserbu pasukan sekutu Belanda dari segala penjuru. Sebanyak 21 orang pegawai PU mempertahankan serbuan tentara Belanda dan Gurkha dari Sekutu yang merangsek bersenjatakan senapan dan kukri (parang khas Nepal).

Bentrokan Senjata 2 Jam

Setelah melakukan perlawanan keras selama hampir 2 jam sejumlah orang tewas dalam bentrok senjata tersebut. Meskipun berhasil mempertahankan Gedung Sate, pihak Indonesia kehilangan nyawa 7 orang pemuda diantaranya Didi Hardianto Kamarga, Muchtaruddin, Soehodo, Rio Soesilo, Soebengat, Ranu, dan Soerjono.

Baca : Kebakaran Balai Kota Bandung, Begini Sejarah Gudang Kopi Zaman Belanda Itu

Gedung bernama awal V & W ini dipertahankan mati-matian sampai titik darah penghabisan oleh para pemuda/ pegawai Departemen PU. Karena mereka sadar, gedung tersebut pada waktu itu digunakan sebagai kantor Pusat Departemen

Kejutan pejuang itu sebelumnya belum diketahui dengan pasti, di mana jenazah pemuda ini berada. Baru pada bulan Agustus 1952 oleh beberapa bekas kawan seperjuangan mereka dicarinya di sekitar Gedung Sate, dan hasilnya hanya ditemukan empat jenazah yang sudah berupa kerangka. Keempat kerangka para suhada ini kemudian dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Cikutra, Bandung.

Sementara itu, sebagai penghargaan atas jasa-jasa dari tiga orang lainnya yang kerangkanya belum ditemukan telah dibuatkan 2 tanda peringatan. Satu dipasang di dalam Gedung Sate dan lainnya berwujud sebuah batu alam yang besar ditandai dengan tulisan nama-nama ketujuh orang pahlawan tersebut yang ditempatkan di belakang halaman Gedung Sate.

Berlatar sejarah pertempuran melawan sekutu di Gedung Sate tersebut, kini setiap tahunnya pada tanggal 3 Desember Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) rutin memperingati Hari Bakti PU.

Peringatan tersebut tak sekadar mengenang kisah heroik pemuda saat mempertahankan Gedung Sate yang dulu merupakan Gedung PU dari tentara Sekutu dan serdadu Belanda. Namun, peringatan Hari Bakti PU juga bisa menjadi momentum bagi seluruh insan PU untuk terus berjuang membangun infrastruktur yang lebih handal dan merata demi kepentingan bangsa dan negara.

IDRIS BOUFAKAR

Baca juga : Fakta Gedung Sate: Usia 100 Tahun, 6 Juta-Gulden dan Peninggalan Krisis Ekonomi

Ikuti berita terkini dari Tempo.co di Google News, klik di sini.




Berita Selanjutnya



Mengunjungi Museum Geologi Bandung, Kenalkan Binatang Purba kepada Anak

6 hari lalu

Mengunjungi Museum Geologi Bandung, Kenalkan Binatang Purba kepada Anak

Jika Anda ingin berekreasi sambil menambah ilmu pengetahuan, Museum Geologi dapat menjadi pilihan. Museum ini berada di Jalan Diponegoro dan dekat dari Gedung Sate.


Selama Februari, KA Baturraden Ekspres Bandung-Purwokerto Beroperasi Setiap Hari

6 hari lalu

Selama Februari, KA Baturraden Ekspres Bandung-Purwokerto Beroperasi Setiap Hari

KA Baturraden Ekspres pertama kali dijalankan pada 25 Juni 2021, yang melayani relasi Purwokerto-Cikampek-Bandung PP.


Pantai Sawarna: Pilihan Destinasi Wisata, Tiket Masuk, dan Rute

6 hari lalu

Pantai Sawarna: Pilihan Destinasi Wisata, Tiket Masuk, dan Rute

wilayah pesisir Lebak Banten sering menjadi alternatif pilihan wisata bahari bagi masyarakat. Salah satunya Pantai Sawarna. Bagaimana sampai ke sana?


Grey Art Gallery Ramaikan Jalan Braga

6 hari lalu

Grey Art Gallery Ramaikan Jalan Braga

Grey Art Gallery menerepkan metode open call untuk menjaring peserta pameran, yaitu membuka kesempatan seluas-luasnya kepada para seniman untuk potensi-potensi karya kreatif mereka


Gempa M4,3 Dirasakan di Garut dan Bandung, Ini Keterangan BMKG

7 hari lalu

Gempa M4,3 Dirasakan di Garut dan Bandung, Ini Keterangan BMKG

Info gempa terkini BMKG rinci gempa Garut dan 5 lainnya, termasuk Cianjur.


Wali Kota Bandung Batalkan Kenaikan Tarif Air Minum Gara-gara Inflasi Melonjak

7 hari lalu

Wali Kota Bandung Batalkan Kenaikan Tarif Air Minum Gara-gara Inflasi Melonjak

Wali Kota Bandung Yana Mulyana membatalkan kenaikan tarif air pelayanan air minum dan air limbah Kota Bandung.


Pos Indonesia Meluncurkan Seri Prangko Seabad Observatorium Bosscha Hari Ini

9 hari lalu

Pos Indonesia Meluncurkan Seri Prangko Seabad Observatorium Bosscha Hari Ini

Agen pos dan kolektor menyayangkan PT Pos Indonesia tidak mengumumkan rencana penerbitan prangko Seabad Observatorium Bosscha sejak jauh hari.


Mahasiswa Widyatama Bandung Bikin Aplikasi, Hubungkan Warga dan Bank Sampah

9 hari lalu

Mahasiswa Widyatama Bandung Bikin Aplikasi, Hubungkan Warga dan Bank Sampah

Mahasiswa Universitas Widyatama Bandung mengembangkan aplikasi digital Sistem Logistik Pengelolaan Sampah Anorganik bernama 'Teman Ubah'.


Seabad Usia Observatorium Bosscha, Waktunya Astronom Pindah ke Timau?

9 hari lalu

Seabad Usia Observatorium Bosscha, Waktunya Astronom Pindah ke Timau?

Observatorium Bosscha genap berusia 100 tahun. Astronom BRIN cerita polusi cahaya parah dari Kota Bandung.


Info Gempa Terkini BMKG: Dinihari di Pengalengan, Sore dari Cirata

11 hari lalu

Info Gempa Terkini BMKG: Dinihari di Pengalengan, Sore dari Cirata

Gempa terbaru di Cianjur terjadi Sabtu sore ini, 28 Januari 2023, pukul 17.02 WIB. Bukan gempa susulan.