Terbentuknya Paspampres Bermula dari Evakuasi Soekarno dan Bung Hatta ke Yogyakarta

Personel Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) melakukan demonstrasi pengamanan VVIP saat apel gelar pasukan Satgas Pengamanan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Tahun 2019 di Mako Paspampres, Jakarta, Selasa , 14 Mei 2019. Gelar pasukan tersebut dalam rangka mempersiapkan pasukan dalam rangka pengamanan Presiden dan Wakil Presiden terpilih 2019. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 59 Tahun 2013, disebutkan bahwa Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) memiliki tugas untuk melakukan pengamanan Presiden dan Wapres beserta anggota keluarganya masing-masing.

Selain itu, Paspampres juga melakukan pengamanan terhadap tamu negara yang berkunjung ke Indonesia dengan pengamanan VVIP. Namun, sudah tahukah Anda sejarah dan asal usul terbantuknya Paspampres?

Baca: Mengenali Fungsi Paspampres atau Pasukan Pengamanan Presiden

Sejarah Terbentuknya Paspampres

Melansir laman Pusat Pengelola Informasi dan Dokumentasi TNI, disebutkan bahwa Paspampres pertama kali muncul pada 3 Januari 1946. Pembentukan Paspampres bermula saat kereta api luar biasa mengevakuasi Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Bung Hatta dari Jakarta menuju Yogyakarta.

Sebagai informasi, saat itu, kondisi politik Indonesia dalam keadaan yang tidak stabil dan sedang dalam fase konsolidasi kekuasaan setelah kemeredekaan. Oleh karena itu, dijumpai banyak pemberontakan di kota-kota yang ada di indonesia. Selain itu, Belanda kembali berhasrat untuk menguasasi kembali Batavia atau Jakarta.

Melihat hal tersebut, Sekretaris Negara Pringgodigdo memberikan sebuah perintah untuk melakukan evakuasi kepada pimpinan nasional. Operasi tersebut dikenal dengan nama “Hijrah ke Yogyakarta”. Evakuasi tersebut dapat berjalan setelah adanya kerja sama di antara kelompok pengamanan, baik dari TNI maupun kepolisian. Hal ini yang menjadi cikal bakal berdirinya Paspampres.

Pada awal pembentukannya, Paspampres merekrut anggota dari para pemuda yang berasal dari kesatuan Tokomu Kosaku Tai dan menjadi cikal bakal Detasemen Kawal Pribadi (DKP). Saat itu, DKP bertugas untuk mengawal pribadi bagi Presiden dan Wakil Presiden. Sedangkan, mantan anggota Pembela Tanah Air (PETA) ditugaskan untuk menjadi pengawal istana.

Setelah Soekarno lengser, Soeharto mulai merapikan organisasi-organisasi yang berada di bawah ABRI. Salah satu hasilnya adalah dibentuknya Pasukan Pengawal Presiden (Paswalpres) pada 13 /januari 1976.

Paswalpres berubah nama menjadi Paspampres pada 16 Februari 2988. Perubahan nama ini didasari oleh Keputusan Pangab Nomor Kep/02/11/1988. Perubahan nama ini dilakukan karena “pengamanan” dianggap lebih mengutamakan keselamatan objek dibandingkan sebatas “pengawalan”.

EIBEN HEIZIER

Baca juga: Gaji dan Tunjangan Paspampres dari Pangkat Tamtama sampai Perwira Tinggi

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Panglima TNI Yudo Margono Meminta Prajurit PPRC Jangan Sampai Melanggar HAM

3 jam lalu

Panglima TNI Yudo Margono Meminta Prajurit PPRC Jangan Sampai Melanggar HAM

Panglima TNI Laksmana Yudo Margono meminta kepada seluruh prajurit PPRC TNI untuk tidak melanggar hukum dan HAM.


Pesona Pantai Jungwok, Bukan di Korea tapi di Gunungkidul

1 hari lalu

Pesona Pantai Jungwok, Bukan di Korea tapi di Gunungkidul

Jangan salah, Pantai Jungwok bukan di Korea tapi di Gunungkidul, Yogyakarta. Berikut pesonanya, beserta 3 destinasi wisata unggulan lainnya.


4 Kuliner Khas Gunungkidul Wajib Dicoba, Belalang Goreng Salah Satunya

1 hari lalu

4 Kuliner Khas Gunungkidul Wajib Dicoba, Belalang Goreng Salah Satunya

Gunungkidul memiliki ragam potensi kuliner, bahkan beberapa unik dan tak banyak dijumpai di daerah lain, Belalang Goreng misalnya.


Meriahnya Karnaval Puncak Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta 2023

1 hari lalu

Meriahnya Karnaval Puncak Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta 2023

Gelaran Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta telah dimulai sejak 30 Januari 2023.


Festival Sarkem Yogyakarta Bidik Wisatawan Mancanegara dari Tiap Hotel

1 hari lalu

Festival Sarkem Yogyakarta Bidik Wisatawan Mancanegara dari Tiap Hotel

Festival Sarkem tahun ini dipusatkan di wilayah Sosromenduran yang lokasinya berada di sirip Jalan Malioboro Kota Yogyakarta.


Hikayat Sri Sultan Hamengkubuwono VII, Disebut sebagai Sultan Sugih dan Sultan Sepuh, Ini Alasannya

2 hari lalu

Hikayat Sri Sultan Hamengkubuwono VII, Disebut sebagai Sultan Sugih dan Sultan Sepuh, Ini Alasannya

Sri Sultan Hamengkubuwono VII, pemilik tahta tertinggi Yogyakarta ini dikenal juga sebagai Sultan Sepuh dan Sultan Sugih, begini kisahnya.


Buwas Usul Tunjangan PNS Kembali dalam Bentuk Beras: Kualitasnya Bagus, Saya Berani Jamin

2 hari lalu

Buwas Usul Tunjangan PNS Kembali dalam Bentuk Beras: Kualitasnya Bagus, Saya Berani Jamin

Buwas baru-baru ini mengusulkan agar pegawai negeri sipil (PNS) serta anggota TNI dan Polri kembali menerima tunjangan dalam bentuk beras. Kenapa?


Delegasi ASEAN Tourism Forum Santap Tengkleng Sambil Nonton Ramayana dan Reog di Kampus

3 hari lalu

Delegasi ASEAN Tourism Forum Santap Tengkleng Sambil Nonton Ramayana dan Reog di Kampus

Asean Tourism Forum ini menjadi momen berharga bagi sektor wisata Yogyakarta yang selama ini dikenal sebagai miniaturnya Indonesia.


Saat Kisah Guru Killer dan Diabaikan Diangkat Lewat Festival Sekolah Menyenangkan di Yogyakarta

4 hari lalu

Saat Kisah Guru Killer dan Diabaikan Diangkat Lewat Festival Sekolah Menyenangkan di Yogyakarta

Gelaran bertajuk Festival Sekolah Menyenangkan yang digagas komunitas Gerakan Sekolah Menyenangkan itu cukup unik.


ASEAN Tourism Forum 2023, Delegasi Diajak Tur ke Keraton Yogyakarta Hingga Museum Ullen Sentalu

4 hari lalu

ASEAN Tourism Forum 2023, Delegasi Diajak Tur ke Keraton Yogyakarta Hingga Museum Ullen Sentalu

Pre-tour ini dilaksanakan pada Kamis, 2 Februari 2023 atau sehari sebelum acara pembukaan ASEAN Tourism Forum 2023.