Penyebab Ferry Mursyidan Baldan Meninggal Masih Belum Diketahui, Ditemukan di Dalam Mobil

Reporter

Editor

Febriyan

Ferry Mursyidan Baldan. Dok.TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

TEMPO.CO, Jakarta - Politikus senior Ferry Mursyidan Baldan meninggal dunia hari ini Jumat, 2 Desember 2022 sekitar pukul 12.00 WIB. Penyebab kematian Ferry hingga saat ini masih belum diketahui,

Ketua RT kediaman Ferry di kawasan Slipi, Jakarta Barat, Taufan (59), menyatakan keluarga Ferry dirinya mendapatkan kabar pasca Shalat Jumat.

"Keluarga baru dapat kabar setelah salat Jumat dari Hotel Bidakara kalau Pak Ferry itu sudah tidak ada. Dia di dalam mobil, jadi di (parkiran) basement," kata Taufan saat ditemui wartawan. 

Taufan masih belum mengetahui penyebab pasti meninggalnya mantan Menteri Agraria tersebut. Hanya saja, istri Ferry sempat menceritakan riwayat medis yang bersangkutan. 

“Menurut istrinya sih punya diabet, dan kemarin katanya agak sakit gigi,” kata Taufan.

Ferry meninggalkan rumah sejak Kamis pagi

Dia menyatakan Ferry meninggalkan rumahnya itu pada pada Kamis pagi kemarin, 1 Desember 2022.  Akan tetapi istrinya tak bisa menghubunginya sampai malam hari.

"Kemarin ada acara di Hotel Bidakara. Sore malam telepon (istri) nggak aktif, kok nggak ada kabarnya. Sampai tadi setelah Jumatan dapat kabar dari Bidakara Pak Ferry itu ditemukan di basement dalam mobilnya," kata Taufan. 

Menurut Taufan, saat meninggalkan rumah pada Kamis pagi, Ferry dalam kondisi sehat. Taufan pun mengaku kaget mendengar warganya tersebut meninggal.

"Biasa aja, sehat-sehat aja. Kemarin hari masih ketemu sama saya kok, tiap hari ketemu. Kalau pagi  ketemu tegur-teguran," kata dia.  

Taufan menyatakan jenazah Ferry pun langsung dibawa dari Hotel Bidakara ke rumah duka di Jalan Anggrek Cendrawasih IX No.24, Slipi, Jakarta Barat. 

Profil singkat Ferry Mursyidan Baldan

Ferry Mursyidan Baldan merupakan politikus senior yang sempat bergabung dengan sejumlah partai politik. Di awal karir politiknya, dia bergabung dengan Partai Golkar

Pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Komisi II DPR RI itu lantas hengkang ke Partai NasDem pada 2011. Posisi NasDem yang ikut mengantarkan Presiden Jokowi memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 membuat Ferry kemudian dipercaya menjabat sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang / Kepala Badan Pertanahan Nasional. Akan tetapi dia hanya menjabat selama dua tahun sebelum akhirnya digantikan oleh Sofyan Djalil.

Sebagai anggota DPR, Ferry sempat terlibat dalam berbagai pembahasan rancangan undang-undang. Dia sempat menjadi Ketua Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang Otonomi Khusus Aceh, Wakil Ketua Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang Otonomi Khusus Papua, dan Wakil Ketua Rancangan Undang-Undang Pemilihan Umum dan Pemilihan Presiden.  

Setelah beberapa tahun tak menjabat posisi apa pun di dunia politik, nama Ferry Mursyidan Baldan kembali muncul pada 2018. Saat itu, dia didapuk sebagai Direktur Tim Relawan Pemenangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. Ferry sempat menyatakan bahwa dirinya tak lagi aktif di NasDem, namun tak menjelaskan apakah dirinya bergabung dengan Partai Gerindra atau tidak.

Ferry Mursyidan Baldan meninggal dalam usia 61 tahun. Mantan Ketua Umum PB HMI itu meninggalkan seorang istri, Hanifah Husein. 

Catatan: Berita ini telah mengalami perubahan pada Jumat, 2 Desember 2022 pukul 18.43 WIB. Perubahan terjadi dengan penambahan keterangan dari pihak RT terkait kepergian Ferry Mursyidan Baldan dari kediamannya pada Kamis pagi, 1 Desember 2022.






Terpopuler: Kronologi Recall Obat Sirop yang Sebabkan Gagal Ginjal Akut, 515 Ton Minyakita Ditimbun

1 jam lalu

Terpopuler: Kronologi Recall Obat Sirop yang Sebabkan Gagal Ginjal Akut, 515 Ton Minyakita Ditimbun

Berita terpopuler bisnis pada Rabu, 8 Februari 2023 dimulai dari kronologi penarikan tiga obat sirop usai kembali munculnya kasus gagal ginjal akut.


PGI Meminta Presiden Jokowi Beri Atensi pada Intolerasi Beragama yang Masih Terjadi

9 jam lalu

PGI Meminta Presiden Jokowi Beri Atensi pada Intolerasi Beragama yang Masih Terjadi

PGI meminta Presiden Joko Widodo memberikan atensi serius pada insiden diskriminasi dan pelarangan ibadah di berbagai daerah.


Jokowi dan Gibran Sama-sama Meradang Soal Tambang Ilegal, Apa Kata Mereka?

11 jam lalu

Jokowi dan Gibran Sama-sama Meradang Soal Tambang Ilegal, Apa Kata Mereka?

Jokowi mengungkapkan ekspor tambang ilegal mengurangi pendapatan negara. Sementara Gibran pernah mengungkapkan bekingan tambang ilegal mengerikan.


Terkini: F1 Powerboat Bisa Ditonton Bareng Kerbau dan Sapi, Presiden Jokowi Panggil Teten

12 jam lalu

Terkini: F1 Powerboat Bisa Ditonton Bareng Kerbau dan Sapi, Presiden Jokowi Panggil Teten

Staf Khusus Menteri BUMN menyebut event F1 Powerboat di Danau Toba, Sumatera Utara, akan menjadi tontonan rakyat., bisa nonton bareng kerbau dan sapi.


Jokowi Minta Seluruh Puskesmas Punya USG dan Antropometri Kit Tahun Ini

15 jam lalu

Jokowi Minta Seluruh Puskesmas Punya USG dan Antropometri Kit Tahun Ini

Jokowi memerintahkan kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk menyediakan Ultrasonografi (USG) hingga Antropometri Kit di setiap Puskesmas dan Posyandu


Akan Terima Kunjungan PSI, Waketum Golkar Buka Pintu Untuk Bergabung ke KIB

16 jam lalu

Akan Terima Kunjungan PSI, Waketum Golkar Buka Pintu Untuk Bergabung ke KIB

Waketum Golkar menyatakan mereka membuka pintu kepada PSI untuk bergabung ke KIB.


Ganjar Pranowo Mania Bubar, Ganjarist: Mati Satu Tumbuh Seribu

16 jam lalu

Ganjar Pranowo Mania Bubar, Ganjarist: Mati Satu Tumbuh Seribu

Ganjarist menilai pembubaran GP Mania dan penarikan dukungan terhadap Ganjar Pranowo sebagai hal biasa.


Jokowi Panggil Teten Buntut Kasus Indosurya cs, OJK dan LPS Khusus Koperasi Akan Dibentuk

16 jam lalu

Jokowi Panggil Teten Buntut Kasus Indosurya cs, OJK dan LPS Khusus Koperasi Akan Dibentuk

Presiden Jokowi siang ini memanggil Menteri Koperasi Teten Masduki untuk membicarakan tindak lanjut atas berbagai kasus koperasi bermasalah.


Koalisi Indonesia Bersatu Belum Punya Sekber dan Capres, Waketum Golkar Tak Mau Disebut Tertinggal

17 jam lalu

Koalisi Indonesia Bersatu Belum Punya Sekber dan Capres, Waketum Golkar Tak Mau Disebut Tertinggal

Waketum Golkar membantah anggapan bahwa Koalisi Indonesia Bersatu tertinggal dari koalisi lainnya karena belum punya Sekber dan Capres.


Jokowi Perintahkan Muhadjir Segera Siapkan Bantuan Gempa Turki dan Suriah

17 jam lalu

Jokowi Perintahkan Muhadjir Segera Siapkan Bantuan Gempa Turki dan Suriah

Jokowi menyebut bantuan disiapkan oleh Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, hingg Kementerian Sosial.