Bolak-balik Ferdy Sambo Disebut Menangis, Termasuk Saat Memeluk Fadil Imran Kapolda Metro Jaya

Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo keluar ruangan usai mengikuti sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) di Gedung Transnational Crime Center (TNCC) Divisi Propam Mabes Polri, Jakarta, Jumat dini hari, 26 Agustus 2022. Sidang Komisi Kode Etik Polisi (KKEP) memutuskan memberhentikan tidak dengan hormat Irjen Ferdy Sambo karena melanggar kode etik kepolisian. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Ferdy Sambo disebut kerap menitikkan air mata dalam berbagai kesempatan, baik sebelum maupun sesudah pembunuhan terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. 

Alasan eks Kadiv Propam Polri ini menangis adalah menyesalkan kejadian pelecehan yang menimpa istrinya, Putri Candrawathi, oleh ajudannya itu. Dalih ini pula yang digunakan Ferdy Sambo untuk membenarkan perbuatannya membunuh bawahannya.

Baca: Bolak-balik Ferdy Sambo Menangis, Begini Penjelasan Tentang Air Mata

Kapan Disebut Ferdy Sambo Menangis

1. Menangis sebelum perintahkan Richard Eliezer atau Bharada E tembak Brigadir Yosua

Dalam kesaksiannya pada persidangan dengan terdakwa Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf pada Rabu, 30 November 2022, Bharada E mengaku melihat Ferdy Sambo menangis sebelum memerintahkan dirinya menembak Brigadir J. Momen itu terjadi di lantai tiga kediaman Sambo di Saguling. Melalui Ricky Rizal, Sambo meminta Bharada E yang saat itu di lantai bawah bergegas menemui dirinya.

Kala itu Ferdy Sambo menanyakan apakah Bharada E mengetahui peristiwa di Magelang. Bharada E mengaku tidak tahu. Kemudian, di tengah percakapan itu, Putri Candrawathi datang dan duduk di samping Ferdy Sambo. Dia mengatakan kepada Bharada E bahwa dirinya telah dilecehkan oleh Brigadir J. Ferdy Sambo pun menimpali, dengan marah dia menyebut Brigadir J kurang ajar dan tidak menghargai serta menghina martabatnya.

“Dia (Ferdy Sambo) bicara sambil emosi, mukanya merah. Jadi setiap habis bicara, dia ada sisi diam untuk nangis. Baru dia ngomong ‘Mati anak ini. Nanti kau yang tembak Yosua ya. Karena kamu yang tembak Yosua, saya yang akan bela kamu. Kalau saya yang tembak, tidak ada yang bela kita,’” kata dia, menutur ulang arahan atasannya itu.

2. Menangis saat memerintah ART memanggil Kasat Reskrim Polres Jaksel AKBP Ridwan Soplanit

Asisten Rumah Tangga atau ART Ferdy Sambo, Diryanto alias Kodir, menyebut majikannya sempat menangis saat memberi perintah untuk memanggil Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit. Momen itu berlangsung setelah penembakan yang menewaskan Brigadir J. Kesaksian Kodir ini disampaikannya dalam kesaksiannya di persidangan kasus dugaan obstruction of justice kasus pembunuhan Brigadir J terdakwa Irfan Widyanto pada Kamis, 24 November 2022.

“Bagaimana wajah FS saat itu?” tanya hakim dalam persidangan. “Menangis, seperti menangis,” jawab Kodir.

3. Menangis saat Minta AKBP Arif Rachman Arifin Musnahkan File CCTV

Ferdy Sambo disebut menangis di hadapan AKBP Arif Rachman Arifin saat memintanya untuk memusnahkan file CCTV yang menunjukkan Brigadir J masih hidup. Hal itu disampaikan Arif saat menjadi saksi persidangan terdakwa Bharada Richard Eliezer, Kuat Ma’ruf, dan Bripka Ricky Rizal pada Senin, 28 November 2022. Ferdy Sambo memperingatkan Arif agar video CCTV di Kompleks Duren Tiga itu tak bocor ke orang lain. “Kamu pastikan nanti semuanya sudah musnah,” kata Arif menutur ulang ucapan Sambo.

Setelah itu, kata Arif, Ferdy Sambo kemudian menangis. Kepada Arif, Ferdy menyesali kejadian yang menimpa istrinya. Beliau lihat foto, jadi ada kursi beliau ada foto di belakangnya, beliau bilang foto keluarganya, rusak. Nangis beliau,” ujar Arif. “Kamu tahu tidak, ini sudah menyangkut kehormatan saya percuma saya bintang dua tidak bisa menjaga istri saya,” kata Arif menirukan perkataan Sambo.

4. Menangis saat Bertemu Komisioner Komnas HAM Choirul Anam

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengaku dihubungi Ferdy Sambo pascakejadian pembunuhan. Keduanya pun bertemu di kantor Div Propam Mabes Polri pada Senin 11 Juli 2022. Itu adalah hari yang sama kasus kematian Yoshua diumumkan ke publik. Anam menyebut Ferdy Sambo menangis sembari menyampaikan cerita pelecehan yang dilakukan oleh Brigadir kepada istrinya. Saat itu Ferdy Sambo juga menceritakan soal tembak-menembak antara Bharada E dan Brigadir J.

“Ketemu, (Sambo) cuma nangis-nangis. Saya nggak tau apa yang terjadi,” ujar Anam pada Senin, 22 Agustus 2022.

5. Menangis dalam Perpelukan Kapolda Metro Jaya Fadil Imran

Publik disuguhi tangisan Ferdy Sambo saat berpelukan dengan Kapolda Metro Jaya Fadil Imran. Dalam video berdurasi 24 detik itu, Fadil memeluk dan mencium kening Ferdy Sambo yang menangis. Momen ini diduga berlangsung di ruang kerja Ferdy Sambo di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu 13 Juli 2022.

Fadil Imran mengaku menyambangi Ferdy Sambo sebatas dukungan sebagai kakak ke adiknya dalam permasalahan yang sedang dialami oleh Sambo. “Saya memberikan support pada adik saya Sambo, agar tegar menghadapi cobaan ini. Ini tidak mudah dan dapat menimpa siapa saja,” ujar Fadil kepada wartawanpada Kamis, 14 Juli 2022.

6. Menangis Ketemu Kak Seto

Ferdy Sambo terharu meneteskan air mata karena anak-anaknya diberi perhatian ketika bertemu Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau Kak Seto. Emosi mantan Kepala Divisi Propam Polri itu diungkapkan Kak Seto ketika ia menemuinya di rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Selasa, 23 Agustus 2022.

“Beliau malah sempat menetaskan air mata, sempat terharu, terima kasih, dan senang sekali bahwa anak-anaknya diberikan perhatian,” kata Kak Seto saat dihubung, 23 Agustus 2022.

HENDRIK KHOIRUL MUHID 

Baca juga: Ferdy Sambo Menangis di Depan Kak Seto Titip Anaknya Kuat Hadapi Perundungan

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Jaksa Sebut Kuasa Hukum Enggan Akui Fakta Irfan Widyanto Ambil DVR CCTV Tanpa Izin

6 jam lalu

Jaksa Sebut Kuasa Hukum Enggan Akui Fakta Irfan Widyanto Ambil DVR CCTV Tanpa Izin

JPU mengatakan kuasa hukum terdakwa Irfan Widyanto enggan mengakui fakta bahwa kliennya mengganti DVR CCTV tanpa izin dan surat perintah yang sah


Tak Ajukan Duplik, Kuasa Hukum Irfan Widyanto Minta Hakim Langsung ke Sidang Putusan

6 jam lalu

Tak Ajukan Duplik, Kuasa Hukum Irfan Widyanto Minta Hakim Langsung ke Sidang Putusan

Kuasa hukum Irfan Widyanto tak akan mengajukan jawaban atas replik atau duplik jaksa. Mereka minta sidang lanjut ke pembacaan vonis.


Tak Mau Tanggapi Pleidoi Hendra Kurniawan, Jaksa: Hanya Berisi Perjalanan Karier

6 jam lalu

Tak Mau Tanggapi Pleidoi Hendra Kurniawan, Jaksa: Hanya Berisi Perjalanan Karier

Jaksa menlai pleidoi Hendra Kurniawan hanya berisi penjalanan karinya tanpa membahas soal alat bukti serta unsur pasal yang didakwakan.


Jaksa Sebut Arif Rachman Arifin Tidak Penuhi Unsur Itikad Baik

7 jam lalu

Jaksa Sebut Arif Rachman Arifin Tidak Penuhi Unsur Itikad Baik

Jaksa menyebut tindakan Arif Rachman Arifin tidak memenuhi unsur itikad baik sehingga tak bisa dilepaskan dari tanggung jawab pidana.


Jaksa Sebut Agus Nurpatria Harusnya Berani Tolak Perintah Ferdy Sambo

7 jam lalu

Jaksa Sebut Agus Nurpatria Harusnya Berani Tolak Perintah Ferdy Sambo

Jaksa mengatakan, seharusnya Agus Nurpatria yang berpangkat Kombes berani menolak perintah Ferdy Sambo.


Tolak Pleidoi Arif Rachman Arifin, Jaksa: Tidak Ada Unsur Daya Paksa dari Ferdy Sambo

9 jam lalu

Tolak Pleidoi Arif Rachman Arifin, Jaksa: Tidak Ada Unsur Daya Paksa dari Ferdy Sambo

Jaksa menilai tidak ada unsur daya paksa dari Ferdy Sambo kepada terdakwa kasus obstruction of justice pembunuhan Brigadir Yosua, Arif Rachman Arifin.


Jaksa Akan Tanggapi Pleidoi Hendra Kurniawan Cs di Sidang Hari Ini

13 jam lalu

Jaksa Akan Tanggapi Pleidoi Hendra Kurniawan Cs di Sidang Hari Ini

Hendra Kurniawan cs hari ini akan mendengarkan tanggapan jaksa atas pleidoi yang telah mereka bacakan pada pekan lalu.


Heru Budi Hartono Guyon di Hadapan Pangdam, Kapolda, dan Ketua RW, Dulu Gemuk 120 Kilogram

1 hari lalu

Heru Budi Hartono Guyon di Hadapan Pangdam, Kapolda, dan Ketua RW, Dulu Gemuk 120 Kilogram

Heru Budi Hartono melontarkan guyonan dihadapan Pangdam Jaya Mayjen TNI Untung Budiharto, dan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran.


Polda Metro Jaya Sebut Rekonstruksi Ulang Kecelakaan Mahasiswa UI untuk Transparansi, Flashback

1 hari lalu

Polda Metro Jaya Sebut Rekonstruksi Ulang Kecelakaan Mahasiswa UI untuk Transparansi, Flashback

Rekonstruksi ulang kecelakaan mahasiswa UI disebut untuk transparansi informasi kepada publik.


Deretan Anak Buah yang Kecewa pada Ferdy Sambo di Kasus Brigadir J

2 hari lalu

Deretan Anak Buah yang Kecewa pada Ferdy Sambo di Kasus Brigadir J

Ferdy Sambo membuat sejumlah skenario untuk menutupi Kasus pembunuhan Brigadir J. Namun upaya tersebut gagal bahkan menyeret anak buahnya