KPK Dalami Pengakuan Rektor Unila Nonaktif Karomani soal Mahasiswa Titipan Zulhas

Tersangka Rektor nonaktif Universitas Negeri Lampung (Unila) Karomani berjalan meninggalkan ruangan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, 29 November 2022. Karomani menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus suap dan gratifikasi penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri Unila tahun 2022. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta -Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK akan mendalami nama-nama pejabat yang disebut oleh Karomani dalam persidangan kasus suap penerimaan mahasiswa baru Universitas Negeri Lampung (Unila). Deputi Penindakan KPK Karyoto mengatakan penyidik mengembangkan keterangan Rektor Unila nonaktif tersebut.

Karyoto berkata KPK akan meninjau kembali fakta-fakta yang muncul di persidangan kasus suap penerimaan mahasiswa baru Unila. Pengembangan kasus berkaitan dengan penentuan tindak pidana terhadap nama-nama yang disebut Karomani.

"Kita lihat apa, pasal apa. Pidana korupsi apa. Kalau itu suap dan nanti didukung alat bukti pemberian dan penerimaan nanti kita bisa gali lebih dalam,” kata Karyoto, Kamis 1 Desember 2022.

Selain itu KPK juga mencari alat bukti yang menunjukkan keabsahan keterangan dari Karomani di persidangan. Ia berkata alat bukti tersebut nantinya digunakan untuk memperkuat adanya tindak pidana yang terjadi.

"Keterangan pemberi dan penerima kan bisa jadi bertentangan, di mana penerima mengaku dapat sementara pemberi tidak. Keterangan tersebut tanpa didukung alat bukti atau petunjuk lain yang menguatkan nanti hasilnya akan kurang,” kata Karyoto. 

Zukifli Hasan Membantah

Karyoto juga menjelaskan KPK masih akan mencari tahu apakah kasus korupsi di Unila tersebut masih bisa dikembangkan. Sebab, kata dia, ada potensi perkara suap tersebut menjadi aktivitas jual beli kursi mahasiswa yang jauh lebih besar lagi.

“Dalam hal tertentu kalau ini dijadikan komoditas jual beli untuk kepentingan orang-orang tertentu inilah yang secara moral jelas bermasalah,” kata dia.

Sebelumnya, KPK menetapkan status tersangka kepada Rektor Unila Karomani atas dugaan suap penerimaan mahasiswa baru. Saat ini, kasus Karomani tersebut sudah disidangkan di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Lampung. 

Di dalam pengadilan, Karomani menyebut sejumlah nama pejabat yang menitipkan mahasiswa kepada dia agar diloloskan. Karomani antara lain menyebut Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan dan anggota DPR Fraksi PDI-Perjuangan Utut Adianto.

Namun Zulkifli Hasan membantah keterangan Karomani itu. Adapun sosok yang diduga dititipkan oleh Zulhas berinisial ZAG, dia mengaku tidak punya ponakan dengan nama tersebut. “Tidak punya ponakan dengan nama tersebut,” kata Zulhas kepada Tempo, Rabu, 30 November 2022.

Baca Juga: Bantah Karomani Soal Titip Mahasiswa Baru Unila, Zulkifli Hasan: Tak Punya Ponakan Nama Itu






KPK Telisik Dugaan Aliran Duit Nurhadi ke Dito Mahendra

17 menit lalu

KPK Telisik Dugaan Aliran Duit Nurhadi ke Dito Mahendra

Dalam pemeriksaan Dito Mahendra, KPK menelisik tentang dugaan aliran duit dari Nurhadi.


KPK Periksa Dito Mahendra Sebagai Saksi Kasus TPPU Eks Sekretaris MA

1 jam lalu

KPK Periksa Dito Mahendra Sebagai Saksi Kasus TPPU Eks Sekretaris MA

KPK memeriksa Dito Mahendra Saputro sebagai saksi atas Tindak Pidana Pencucian Uang atau TPPU oleh Eks Sekertaris Mahkamah Agung, Nurhadi.


4 Komentar Tokoh soal Indeks Persepsi Korupsi Indonesia yang Jeblok

13 jam lalu

4 Komentar Tokoh soal Indeks Persepsi Korupsi Indonesia yang Jeblok

Indeks Persepsi Korupsi Indonesia yang jeblok menimbulkan beragam respons dari tokoh. Tempo merangkum 4 komentar dari tokoh tersebut.


Soal Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Merosot, PKS Sebut Penyemangat KPK Berbenah

20 jam lalu

Soal Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Merosot, PKS Sebut Penyemangat KPK Berbenah

Politikus PKS Hidayat Nur Wahid menyebut penurunan skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia harus jadi bahan evaluasi untuk KPK.


Fitroh Rohcahyanto Mundur dari KPK, Kejaksaan Agung: Kembali ke Institusi Asal

21 jam lalu

Fitroh Rohcahyanto Mundur dari KPK, Kejaksaan Agung: Kembali ke Institusi Asal

Ketut menyebut kembalinya eks Direktur Penuntutan KPK Fitroh Rohcahyanto ke Kejaksaan Agung bukan suatu hal yang perlu dipermasalahkan.


Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Merosot, Politikus PKB Anggap Lumrah Naik Turun

1 hari lalu

Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Merosot, Politikus PKB Anggap Lumrah Naik Turun

Jazilul mengatakan naik turunnya skor Indeks Persepsi Korupsi bukanlah sesuatu yang perlu dijadikan polemik.


Bambang Widjojanto Ungkap Percakapan dengan Eks Direktur Penuntutan KPK

1 hari lalu

Bambang Widjojanto Ungkap Percakapan dengan Eks Direktur Penuntutan KPK

Bambang Widjojanto menduga kembalinya Fitroh ke Kejaksaan Agung karena adanya intervensi dari pimpinan KPK dalam kasus Formula E.


Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Anjlok, Bambang Widjojanto: Kinerja Pimpinan KPK Sangat Buruk

1 hari lalu

Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Anjlok, Bambang Widjojanto: Kinerja Pimpinan KPK Sangat Buruk

Bambang Widjojanto mengatakan KPK memiliki andil tanggung jawab dalam rendahnya capaian skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia tersebut.


Direktur Penuntutan KPK Mundur, IM57+: Dewas Harus Bertindak Aktif

1 hari lalu

Direktur Penuntutan KPK Mundur, IM57+: Dewas Harus Bertindak Aktif

Direktur Penuntutan KPK Fitroh Rohcahyanto mundur dari jabatannya di tengah kontroversi penyidikan Formula E. Apa kata IM57+?


Mendag: KEK Sanur akan Bangun Hotel dan Rumah Sakit Terbaik

1 hari lalu

Mendag: KEK Sanur akan Bangun Hotel dan Rumah Sakit Terbaik

Hotel dan rumah sakit tersebut dibangun oleh BUMN.