Ibaratkan KIB Piala Dunia, Zulhas: Dianggap Kecil, Malah Jadi Pemenang

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (tengah) didampingi Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (kanan) dan Wakil Ketua Umum PPP Amir Uskara (kiri) saat Pemantapan Visi dan Misi Koalisi Indonesia Bersatu di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis 20 Oktober 2022. Kegiatan yang berlangsung dalam serangkaian HUT ke-58 Golkar tersebut untuk memantapkan Koalisi Indonesia Bersatu menghadapi Pemilu 2024. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Amanat Nasional atau PAN Zulkifli Hasan mengibaratkan Koalisi Indonesia Bersatu atau KIB sebagai negara yang tengah bertanding di Piala Dunia Qatar 2022. Menurut Zulhas--panggilan akrabnya, KIB merupakan koalisi yang terdiri atas partai-partai relatif kecil.

Namun, partai-partai kecil ini memilki konsistensi. Pada akhirnya, mereka menjadi kuda hitam bak negara-negara yang sebelumnya tak diperhitungkan di Piala Dunia

“Jepang, yang warnanya biru kayak PAN, bisa menang lawan Jerman. Arab Saudi, yang warnanya hijau kayak PPP, bisa menang lawan Argentina. Ya, kalau Brazil menang kan wajar. Yang warnanya kuning memang sudah duluan besar,” ujar Zulhas dalam keterangannya, Rabu, 30 November 2022. 

Baca juga: Koalisi Indonesia Bersatu Bersua Malam Ini, Bahas Capres-Cawapres

Zulhas menyebut analogi ini ia sampaikan dalam pertemuan KIB di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Menurut dia, cerita tersebut menjadi penting agar koalisi di KIB tidak merasa kecil sebelum bertanding. 

“Kita jadi belajar, jangan pernah merasa kecil sebelum bertanding, yang dianggap lebih kecil malah bisa mengejutkan dan menjadi pemenang,” kata Zulhas. 

Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan atau PPP Arsul Sani menjelaskan persamuhan KIB malam ini membahas ihwal mekanisme pencalonan presiden dan wakil presiden. Menurut Arsul, ketua umum ketiga partai bakal mendiskusikan proses untuk sampai pada pencalonan presiden.

“Kalau nanti malam ada pertemuan, tentu para ketua umum itu akan mulai bagaimana kira-kira proses untuk sampai pada pencalonan presiden, belum orang loh,” kata Arsul. Arsul mencontohkan dua opsi mekanisme penunjukan capres KIB. Pertama, kata dia, tiap sosok yang dicapreskan mendatangi atau bertemu dengan ketiga partai sekaligus.

Opsi lainnya, Arsul melanjutkan, capres bertemu dengan masing-masing partai. Musababnya, kata dia, bisa jadi ada komitmen atau kesepakatan antara partai dengan capres tersebut. “Jadi saya kira kita akan mulai bicara tentang proses dan mekanisme yang akan digunakan,” ujarnya. 

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengaku koalisinya menunggu anggota baru bergabung sebelum mengumumkan capres cawapres. Menurut dia, gelaran pemilihan presiden masih panjang sehingga tidak perlu buru-buru.

“KIB masih menunggu satu dua partai lain. Jadi kalau satu dua partai lain bergabung, baru kita announce siapa yang akan didukung KIB. Namanya KIB plus-plus,” kata Airlangga dalam keterangannya, Ahad, 6 November lalu.

IMA DINI SHAFIRA

Baca juga:  PDIP Sebut Elektoral Bukan Pertimbangan Utama Tentukan Capres 2024

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini






Bom Waktu Lonjakan Inflasi Tersebab Kelangkaan Minyakita

9 jam lalu

Bom Waktu Lonjakan Inflasi Tersebab Kelangkaan Minyakita

Tak sedikit pedagang mengeluh kesulitan mendapatkan minyak goreng merek Minyakita di berbagai daerah. Hanya akan jadi bom waktu inflasi.


Luhut Soal Penimbunan Minyakita: Kalau Ada yang Bermain-main, Kami Akan Tutup

11 jam lalu

Luhut Soal Penimbunan Minyakita: Kalau Ada yang Bermain-main, Kami Akan Tutup

Luhut tegas menanggapi soal temuan indikasi penimbunan 515 ton stok Minyakita di gudang milik PT Bina Karya Prima (BKP). Apa perintahnya?


Bertemu Dubes, Zulkifli Hasan Nyatakan Indonesia Siap Bantu Penanganan Gempa Turki

12 jam lalu

Bertemu Dubes, Zulkifli Hasan Nyatakan Indonesia Siap Bantu Penanganan Gempa Turki

Zulhas menyampaikan belasungkawa dan rasa simpati mendalam atas tragedi gempa Turki.


Satgas Pangan Bantah Ada Penimbunan 515 Ton Minyakita: Kami Tidak Boleh Bikin Gaduh

16 jam lalu

Satgas Pangan Bantah Ada Penimbunan 515 Ton Minyakita: Kami Tidak Boleh Bikin Gaduh

Satgas Pangan buka suara soal temuan indikasi penimbunan 51 ton stok Minyakita di PT Bina Karya Prima (BKP) di Marunda, Jakarta Utara pada Selasa, 7 Februari kemarin.


Akan Terima Kunjungan PSI, Waketum Golkar Buka Pintu Untuk Bergabung ke KIB

17 jam lalu

Akan Terima Kunjungan PSI, Waketum Golkar Buka Pintu Untuk Bergabung ke KIB

Waketum Golkar menyatakan mereka membuka pintu kepada PSI untuk bergabung ke KIB.


Koalisi Indonesia Bersatu Belum Punya Sekber dan Capres, Waketum Golkar Tak Mau Disebut Tertinggal

18 jam lalu

Koalisi Indonesia Bersatu Belum Punya Sekber dan Capres, Waketum Golkar Tak Mau Disebut Tertinggal

Waketum Golkar membantah anggapan bahwa Koalisi Indonesia Bersatu tertinggal dari koalisi lainnya karena belum punya Sekber dan Capres.


Zulhas Temukan 515 Ton Minyakita Ditimbun, ID FOOD: Hari Ini Rapat, Kami Panggil Pelaku Usaha

19 jam lalu

Zulhas Temukan 515 Ton Minyakita Ditimbun, ID FOOD: Hari Ini Rapat, Kami Panggil Pelaku Usaha

Direktur Utama Holding Pangan ID FOOD Frans Marganda Tambunan buka suara soal temuan indikasi penimbunan 515 ton stok Minyakita.


Sidak Stok MINYAKITA, Mendag Tegaskan Pelaku Usaha Taati Aturan

1 hari lalu

Sidak Stok MINYAKITA, Mendag Tegaskan Pelaku Usaha Taati Aturan

Kementerian Perdagangan bersama Satgas Pangan Polri melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap ketersediaan produk minyak goreng merek MINYAKITA di PT Bina Karya Prima (BKP) di Marunda, Jakarta Utara, Selasa, 7 Februari 2023.


Cerita Mendag Zulhas Nebeng Mobil Warga untuk Datangi Harlah NU

1 hari lalu

Cerita Mendag Zulhas Nebeng Mobil Warga untuk Datangi Harlah NU

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan atau dikenal Zulhas punya cerita menarik saat mendatangi perayaan hari lahir atau harlah Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo


Timnas Qatar Tunjuk Carlos Queiroz sebagai Pelatih Baru, Dikontrak hingga Piala Dunia 2026

2 hari lalu

Timnas Qatar Tunjuk Carlos Queiroz sebagai Pelatih Baru, Dikontrak hingga Piala Dunia 2026

Timnas Qatar telah menunjuk Carlos Queiroz sebagai pelatih kepala mereka hingga akhir Piala Dunia 2026.