Ricky Rizal Bantah Cerita Richard Eliezer Soal Mau Menabrakan Mobil untuk Bunuh Brigadir Yosua

Editor

Febriyan

Terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J, Ricky Rizal berbincang dengan kuasa hukumnya saat menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin, 28 November 2022. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Terdakwa pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, Bripka Ricky Rizal Wibowo, membantah kesaksian rekannya, Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, soal ide ingin menabrakan mobil untuk membunuh Yosua selama dalam perjalanan dari Magelang ke Jakarta.

“Saya tidak pernah menyampaikan ingin menabrakan mobil. Itu tidak pernah saya sampaikan,” kata Ricky Rizal saat menanggapi kesaksian Richard Eliezer di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu, 30 November 2022.

Ricky juga membantah cerita soal Ferdy Sambo salah pakai senjata

Selain itu, Ricky Rizal juga membantah keterangan Richard yang mengatakan Ferdy Sambo tertawa ketika mengaku salah menggunakan senjata untuk membunuh Yosua. 

“Saya tidak pernah mendengar Pak Ferdy Sambo mengatakan salah menggunakan senjata sambil tertawa. Saya tidak pernah mendengar itu dari Bapak Ferdy Sambo,” ujar Ricky.

Kesaksian Richard dalam sidang Ricky

Dalam kesaksiannya, Richard Eliezer mengatakan Ricky Rizal pernah memberitahunya ia punya ide membunuh Yosua dengan menabrakan mobil dalam perjalanan dari Magelang ke Jakarta. Richard mengatakan saat itu Ricky mengaku ingin menabrakan sisi kiri mobil yang dia kendarai karena Yosua sedang tertidur.

“Ricky sempat ngobrol ke saya blak-blakan, ‘Cad, sebenarnya saya rencana mau nabrakin mobil dalam perjalanan Magelang ke Jakarta, nabrakin mobil karena almarhum di sebelah kiri,” kata Richard menirukan pernyataan Ricky.

Menurut Richard, pengakuan Ricky ini disampaikan setelah pembunuhan Brigadir Yosua. Saat itu Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi mengumpulkan Richard, Ricky, dan Kuat di lantai dua rumah Saguling. Richard mengaku tak mengingat jam berapa mereka dikumpulkan. 

Hakim pun mempertanyakan kesaksian Richard tersebut apakah bisa dipertanggungjawabkan. Pasalnya, keterangan itu belum tertera dalam berkas dakwaan atau Berita Acara Pemeriksaan (BAP). 

“Bisa dipertanggungjawabkan,” tanya hakim.

“Siap. Saya sudah disumpah,” kata Richard.

Selain itu, Richard Eliezer juga menceritakan bahwa Ferdy Sambo sempat tertawa ketika berulang kali mengatakan kepadanya dan Ricky Rizal salah memakai senjata saat membunuh Yosua.

“Saat itu di kediaman (rumah Saguling). Jadi saat itu ada saya dan Bang Ricky juga. Sempat beliau berulang-ulang kali bilang ke kami sambil ketawa, sempat bilang salah pakai senjata,” kata Richard kepada jaksa penuntut umum.

Dua pernyataan Richard Eliezer itu menjadi fakta baru dalam rangkaian sidang pembunuhan Brigadir Yosua. Dia juga sempat menceritakan soal kejadian seorang perempuan yang tak dikenal menangis di rumah Ferdy Sambo di Jalan Bangka, Jakarta Selatan.  






Pengacara Chuck Putranto Sebut Tak Ada Bukti Kliennya Perusak DVR CCTV

15 jam lalu

Pengacara Chuck Putranto Sebut Tak Ada Bukti Kliennya Perusak DVR CCTV

Pengacara Chuck Putranto, Daniel Sony Pardede menyebut kliennya bukan pelaku pemusnahan rekaman CCTV yang mengungkap skenario pembunuhan


Upaya Baiquni Wibowo Backup Rekaman CCTV Dianggap Penolakan Perintah Ferdy Sambo

17 jam lalu

Upaya Baiquni Wibowo Backup Rekaman CCTV Dianggap Penolakan Perintah Ferdy Sambo

Tim kuasa hukum mengatakan Baiquni Wibowo tidak pernah menerima langsung perintah dari Ferdy Sambo.


Duplik Baiquni Wibowo Singgung Soal Penyerahan Rekaman CCTV Lingkungan Rumah Dinas Ferdy Sambo

18 jam lalu

Duplik Baiquni Wibowo Singgung Soal Penyerahan Rekaman CCTV Lingkungan Rumah Dinas Ferdy Sambo

Tim kuasa hukum menilai jaksa tak menghargai tindakan Baiquni WIbowo yang menyerahkan rekaman CCTV lingkungan rumah dinas Ferdy Sambo secara sukarela.


Sidang Obsturction of Justice Pembunuhan Brigadir Yosua, Chuck Putranto Akan Ajukan Duplik Hari Ini

20 jam lalu

Sidang Obsturction of Justice Pembunuhan Brigadir Yosua, Chuck Putranto Akan Ajukan Duplik Hari Ini

Terdakwa kasus obstruction of justice pembunuhan Brigadir Yosua, Chuck Putranto, akan mengajukan duplik hari ini.


Babak Akhir Kasus Pembunuhan Berencana Yosua: Vonis Ferdy Sambo 13 Februari

23 jam lalu

Babak Akhir Kasus Pembunuhan Berencana Yosua: Vonis Ferdy Sambo 13 Februari

Sidang kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua segera memasuki babak akhir. Vonis Ferdy Sambo akan dibacakan Senin, 13 Februari.


122 Akademisi Minta Majelis Hakim Vonis Richard Eliezer Lebih Ringan dari Terdakwa Lain

1 hari lalu

122 Akademisi Minta Majelis Hakim Vonis Richard Eliezer Lebih Ringan dari Terdakwa Lain

Aliansi meminta majelis hakim mempertimbangkan status Richard Eliezer sebagai justice collaborator dalam menjatuhkan vonis.


Jaksa Sebut Kuasa Hukum Enggan Akui Fakta Irfan Widyanto Ambil DVR CCTV Tanpa Izin

2 hari lalu

Jaksa Sebut Kuasa Hukum Enggan Akui Fakta Irfan Widyanto Ambil DVR CCTV Tanpa Izin

JPU mengatakan kuasa hukum terdakwa Irfan Widyanto enggan mengakui fakta bahwa kliennya mengganti DVR CCTV tanpa izin dan surat perintah yang sah


Tak Ajukan Duplik, Kuasa Hukum Irfan Widyanto Minta Hakim Langsung ke Sidang Putusan

2 hari lalu

Tak Ajukan Duplik, Kuasa Hukum Irfan Widyanto Minta Hakim Langsung ke Sidang Putusan

Kuasa hukum Irfan Widyanto tak akan mengajukan jawaban atas replik atau duplik jaksa. Mereka minta sidang lanjut ke pembacaan vonis.


Tak Mau Tanggapi Pleidoi Hendra Kurniawan, Jaksa: Hanya Berisi Perjalanan Karier

2 hari lalu

Tak Mau Tanggapi Pleidoi Hendra Kurniawan, Jaksa: Hanya Berisi Perjalanan Karier

Jaksa menlai pleidoi Hendra Kurniawan hanya berisi penjalanan karinya tanpa membahas soal alat bukti serta unsur pasal yang didakwakan.


Jaksa Sebut Arif Rachman Arifin Tidak Penuhi Unsur Itikad Baik

2 hari lalu

Jaksa Sebut Arif Rachman Arifin Tidak Penuhi Unsur Itikad Baik

Jaksa menyebut tindakan Arif Rachman Arifin tidak memenuhi unsur itikad baik sehingga tak bisa dilepaskan dari tanggung jawab pidana.