Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Komnas Perempuan Sebut Kasus Kekerasan terhadap Perempuan Pembela HAM Naik

Reporter

Editor

Juli Hantoro

image-gnews
Ilustrasi tindak kekerasan. 123rf.com
Ilustrasi tindak kekerasan. 123rf.com
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi Nasional atau Komnas Perempuan, Andy Yentriyani mengungkapkan terdapat 87 kasus kekerasan terhadap perempuan pembela Hak Asasi Manusia yang telah terjadi sejak 2015 hingga 2021. Ia menyatakan kejadian kekerasan itu terjadi kenaikan pada tahun 2020 yakni 36 kasus. 

"Komnas perempuan mencatat adanya 87 kasus kekerasan terhadap perempuan pembela HAM dalam rentang waktu 2015 sampai dengan 2021 artinya dalam rentang waktu enam tahun. Pada 2020 terdapat 36 kasus dan di 2021 tercatat 23 kasus kekerasan terhadap perempuan pembela HAM," jelas Andy dalam acara bertajuk, Merajut Kerangka Perlindungan bagi Perempuan Pembela HAM, secara daring Selasa, 29 November 2022.

Dalam penjelasan yang diberikan, Andy mengungkapkan bahwa kasus kekerasan terhadap perempuan mulai naik sejak 2019. Artinya, kekerasan itu sangat rentan terjadi dan dialami langsung oleh perempuan. 

"Jumlah ini naik secara signifikan jika kita bandingkan dari 2019 di mana Komnas perempuan hanya mencatat sebanyak lima kasus. Kenaikan kasus ini menunjukkan semakin rentannya posisi perempuan pembela HAM dalam menjalani kegiatannya," ujar Andy. 

Andy menilai salah satu bentuk kekerasan perempuan yang terjadi yakni dari aparat penegak hukum. Hal tersebut berdasarkan adanya jeratan pelaku kriminalisasi yang telah diarahkan oleh aparat itu. 

"Kerentanan lain adalah juga dalam bentuk jeratan hukum oleh pelaku yang biasa kita sebut dengan kriminalisasi. Jeratan hukum ini juga dapat di arahkan oleh aparat negara," kata Andy. 

Oleh karena itu, Komnas Perempuan melakukan pendalaman secara cepat untuk mengidentifikasi adanya kasus kekerasan perempuan. Hasilnya, kata Andy, tahun 2021 mengungkapkan terdapat 15 kasus kekerasan perempuan yang mengalami tindakan kriminalisasi. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Kajian cepat yang dilakukan oleh Komnas perempuan pada 2021 mencatat sekurangnya ada 15 perempuan pembela HAM yang mengalami kriminalisasi sepanjang tahun 2018 sampai tahun 2021. Mereka bekerja di berbagai sektor," kata Andy. 

Adapun pasal yang disangkakan pada perempuan pembela HAM itu berkaitan dengan soal perusakan barang, penganiayaan, penghasuta, hingga makar.

"Pasal yang disangkakan sebagian besarnya adalah tindak pidana untuk melakukan kekerasan terhadap barang, melakukan penganiayaan, penghasutan, bahkan ada tuduhan makar, penyebaran kabar bohong, dan penghinaan atau pencemaran nama baik berdasarkan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik," kata Andy. 

Menurut Andy, adanya bentuk kriminalisasi yang terjadi terhadap perempuan akan berdampak terhadap bentuk pembelaan yang akan disampaikan. Hal tersebut, kata dia, mengakibatkan berbagai tekanan akan di alami pembela HAM hingga korban yang mengalami tindakan kekerasan. 

"Kriminalisasi terhadap perempuan pembela HAM ini tentunya akan berdampak pada kasus yang ia dampingi dan menjadi tekanan baru, baik bagi perempuan pembela HAM maupun korban yang ia dampingi itu," kata Andy. 

MUH RAIHAN MUZAKKI 

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Dugaan Pelecehan Seksual di KRL, Komnas Perempuan Berikan Apresiasi Korban

2 hari lalu

Ilustrasi merekam lewat ponsel. Sumber: asiaone.com/The Strait Times.
Dugaan Pelecehan Seksual di KRL, Komnas Perempuan Berikan Apresiasi Korban

Kasus ini berawal dari dugaan pelecehan seksual di KRL yang dialami seorang jurnalis magang ketika direkam oleh seorang bapak di seberangnya.


Keppres Pemberhentian Hasyim Asy'ari, Ini Tanggapan Komnas HAM, Komnas Perempuan, hingga Komisi II DPR

9 hari lalu

Hasyim Asy'ari berterima kasih kepada DKPP yang telah memberhentikannya dari jabatan sebagai Ketua KPU.
Keppres Pemberhentian Hasyim Asy'ari, Ini Tanggapan Komnas HAM, Komnas Perempuan, hingga Komisi II DPR

Sejumlah pihak menanggapi keputusan Jokowi yang resmi memecat Ketua KPU Hasyim Asy'ari. Ini respons Komnas HAM, Komnas Perempuan, hingga Komisi II DPR


Polwan Bakar Suami, Komnas Perempuan Ungkap Sebab Wanita jadi Pelaku KDRT

33 hari lalu

Anggota Polres Jombang Briptu Rian Dwi Wicaksono yang meninggal dunia akibat dibakar istrinya yang juga anggota Polwan. ANTARA/HO-Polres Jombang
Polwan Bakar Suami, Komnas Perempuan Ungkap Sebab Wanita jadi Pelaku KDRT

Kasus polwan bakar suami menunjukkan perempuan bisa menjadi pelaku KDRT. Apa penyebabnya?


Polwan Bakar Suami: Saran Komnas Perempuan untuk Wanita yang Kondisinya Seperti Briptu Fadhilatun

37 hari lalu

Anggota Polres Jombang Briptu Rian Dwi Wicaksono yang meninggal dunia akibat dibakar istrinya yang juga anggota Polwan. ANTARA/HO-Polres Jombang
Polwan Bakar Suami: Saran Komnas Perempuan untuk Wanita yang Kondisinya Seperti Briptu Fadhilatun

Perbuatan sadistis Briptu Fadhilatun Nikmah yang membakar suaminya merupakan puncak reaksi terhadap sejumlah tekanan yang dihadapi.


Kasus Polwan Bakar Suami, Ini Imbauan Komnas Perempuan

40 hari lalu

Ilustrasi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat
Kasus Polwan Bakar Suami, Ini Imbauan Komnas Perempuan

Komisioner Komnas Perempuan dan Anak mengatakan, KDRT seperti dalam kasus polwan bakar suami terjadi karena banyak faktor.


Budi Arie Bilang Perempuan Lebih Kejam dari Laki-laki, Komnas Perempuan: Bias Gender

40 hari lalu

Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, saat ditemui di agenda Google AI menuju Indonesia Emas 2045 di Jakarta, Senin, 3 Juni 2024. TEMPO/Alif Ilham Fajriadi
Budi Arie Bilang Perempuan Lebih Kejam dari Laki-laki, Komnas Perempuan: Bias Gender

Komnas Perempuan mengkritik pernyataan Menteri Komunikasi dan Informatika atau Menkominfo Budi Arie Setiadi soal perempuan lebih kejam dari laki-laki saat membicarakan kasus pembunuhan suami oleh polisi wanita (Polwan) di Mojokerto, Jawa Timur. Perkataan itu sebelumnya disampaikan Budi Arie dalam rapat dengan Komisi I DPR RI di kompleks parlemen Senayan pada Senin, 10 Juni 2024.


Jumlah Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online Naik

46 hari lalu

Ilustrasi merekam orang mandi lewat ponsel. Sumber: asiaone.com/The Strait Times.
Jumlah Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online Naik

Porsi interaksi online dan offline yang sama besarnya oleh masyarakat saat ini, membuat kasus Kekerasan berbasis gender online mengalami tren kenaikan


Terobosan BJ Habibie Pasca Gantikan Soeharto: Soal Prabowo, Timor Leste, Pemisahan TNI dan Polri, Kebebasan Pers

23 Mei 2024

Presiden BJ Habibie saat sidang umum Tahun 1999 di Gedng MPR/DPR. BJ Habibie menjadi Presiden RI menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri dari jabatan presiden pada 21 Mei 1998. Dok.TEMPO/ROBIN ONG
Terobosan BJ Habibie Pasca Gantikan Soeharto: Soal Prabowo, Timor Leste, Pemisahan TNI dan Polri, Kebebasan Pers

BJ Habibie menjabat sebagai presiden selama satu tahun 1998-1999. Meski singkat, ia mampu membuat reformasi besar-besaran dalam sejarah Indonesia.


Nimas Sabella 10 Tahun Diteror Teman SMP yang Terobsesi, Komnas Perempuan: Termasuk KGBO

18 Mei 2024

Ilustrasi kekerasan seksual. Freepik.com
Nimas Sabella 10 Tahun Diteror Teman SMP yang Terobsesi, Komnas Perempuan: Termasuk KGBO

Nimas Sabella, wanita asal Surabaya, selama 10 tahun diteror pria yang terobsesi dengannya. Kisahnya viral di media sosial


Politikus Senior PDIP Tumbu Saraswati Tutup Usia

25 April 2024

Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat menghadiri acara Temu Kangen dan Silaturahmi dengan senior partai di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu 17 Desember 2022.  Para senior PDIP yang hadir itu antara lain, Panda Nababan, Tumbu Saraswati, Rahmat Hidayat, Rudi Harsa, Emir Moeis, Dewi Jakse, Andreas Pareira, Firman Djaya Daeli, Jacob Tobing, Teras Narang, Idham Samawi, Agnita Singedekane, Pataniari Siahaan, Bambang Praswanto, HM. Sukira, Sirmadji, Daryatmo Mardiyanto. ANTARA/HO-DPP PDI Perjuangan
Politikus Senior PDIP Tumbu Saraswati Tutup Usia

Politikus senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan aktivis pro demokrasi, Tumbu Saraswati, wafat di ICU RS Fatmawati Jakarta pada Kamis