Sidang Pembunuhan Brigadir Yosua, Penguji Balistik Polri Temukan 12 Butir peluru dari 3 Jenis yang Berbeda di TKP

Editor

Febriyan

Ekspresi terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J, Richard Eliezer saat menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin, 28 November 2022. Empat terdakwa obstruction or justice yang dihadirkan sebagai saksi yaitu, Agus Nurpatria, Arif Rahman Arifin, Baequni Wibowo dan Chuck Putranto. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Subbidang Senjata Api Ballistik Metalurgi Forensik Pusat Laboratorium Forensik Bareskrim Polri, Sopan Utomo, mengatakan pihaknya menemukan 12 butir peluru dari tiga jenis yang berbeda di lokasi pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir Yosua. Lokasi yang dimaksud adalah rumah dinas mantan Kepala Divis Profesi dan Pengamanan Polri, Irjen Ferdy Sambo, di Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.

“Kalau saya terima 12 butir itu ada tiga jenis. Yang pertama enam jenis Pindad, 5 jenis S&B (Sellier & Bellot), dan satu LZ Luger,” kata Sopan saat bersaksi dalam sidang dengan terdakwa Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 28 November 2022.

Ada 8 bekas tembakan dan dua luka tembakan

Selain peluru, Sopan mengatakan pihaknya juga menemukan sejumlah jejak tembakan di rumah dinas Ferdy Sambo tersebut. Dia menyatakan lima bekas tembakan berada di dinding atas, tiga lubang tembakan di dinding bawah, dan dua bekas luka tembakan di lantai.

“Yang kita temukan yaitu jelas lubang atau luka tembakan. Dari lubang tembakan itu kita dapat menentukan arah dari posisi penembakan itu,” kata dia.

Lebih lanjut, Sopan menjelaskan ada goresan tembakan senjata api di depan gudang rumah dinas Ferdy Sambo. Namun ia tidak merinci berapa goresan di sana.

“Secara fisik di parkir itu ada goresan. Goresan itu karena ada luka goresan karena kita ambil,” kata Sopan.

“Itu ditemukan di mana?” tanya hakim.

“Di depan gudang,” jawab Sopan.

Polres Jakarta Selatan hanya menemukan 10 selongsong

Dalam sidang sebelumnya, mantan Kepala Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan Ridwan Soplanit mengatakan pihaknya sempat menyita dua pistol dalam olah TKP kematian Brigadir Yosua. Kedua pistol itu adalah Glock-17 milik Richard Eliezer dan HS milik Yosua.

Selain itu, Ridwan mengatakan tim Polres Jakarta Selatan juga menyita 10 selongsong yang mereka temukan, 4 serpihan peluru, dan 3 proyektil. Namun ia mengatakan mantan Kabag Gakkum Biro Provos Divisi Propam Polri Komisaris Besar Susanto Haris mengambil barang bukti tersebut.

“Saat itu dia mengambil barang bukti senpi yang sudah dimasukkan ke dalam kantong,” ujar Ridwan kepada majelis hakim.

Sambo sempat memberikan sekotak peluru ke Richard Eliezer

Dalam dakwaan yang dibacakan penuntut pada 17 Oktober lalu, pembunuhan terhadap Brigadir Yosua disebut terjadi pada Jumat, 8 Juli 2022.  Ferdy Sambo disebut menyusun skenario pembunuhan Yosua di lantai tiga rumah pribadinya di Jalan Saguling 3, Jakarta Selatan. 

Awalnya, Sambo memeriintahkan Bripka Ricky Rizal untuk menembak Yosua karena dianggap telah melecehkan istrinya. Ricky menolak perintah Sambo yang kemudian mengalihkan tugas itu kepada Richard Eliezer

Sambo, dalam dakwaan itu, juga disebut sempat memberikan sekotak amunisi kepada Richard Eliezer untuk mengisi magazine pistol Glock-17. Pistol itu yang kemudian digunakan Richard Eliezer untuk menembak Yosua sebanyak empat kali. Sambo pun disebut mengakhiri eksekusi terhadap Yosua itu dengan melepaskan tembakan ke arah kepala dengan pistol yang sama. 

Setelah Yosua meninggal,  Ferdy Sambo menembakan pistol HS milik Yosua ke dinding tangga. Ferdy Sambo juga menggunakan tangan kiri Yosua untuk menembakan pistol HS ke arah TV untuk membuat skenario seolah-olah terjadi adu tembak dengan Richard Eliezer. Setelah membunuh Brigadir Yosua Yosua, Ferdy Sambo memerintahkan bawahannya untuk menutupi jejak pembunuhan dan menyebarkan skenario pelecehan seksual Yosua terhadap istrinya, Putri Candrawathi.






Ferdy Sambo hingga Richard Eliezer Sudah Bacakan Pleidoi, Apa Tahapan Selanjutnya?

1 hari lalu

Ferdy Sambo hingga Richard Eliezer Sudah Bacakan Pleidoi, Apa Tahapan Selanjutnya?

Beginilah tahapan persidangan kasus pidana di Pengadilan Negri. Ferdy Sambo, Putri Candrawathi hingga Richard Eliezer bacakan pleidoi, setelah itu?


Beda Frustrasi dan Putus Asa dalam Psikologi, Pledoi Ferdy Sambo yang Mana?

1 hari lalu

Beda Frustrasi dan Putus Asa dalam Psikologi, Pledoi Ferdy Sambo yang Mana?

Ferdy Sambo dalam pleidoinya sempat merasa frustrasi karena banyaknya tekanan dan olok-olok dari berbagai pihak. Apa beda frustasi dengan putus asa?


Jaksa Sebut Pengacara Ferdy Sambo, Kuat Ma'ruf dan Ricky Rizal berasal dari Tim yang Sama, Berupaya Kaburkan Peristiwa

1 hari lalu

Jaksa Sebut Pengacara Ferdy Sambo, Kuat Ma'ruf dan Ricky Rizal berasal dari Tim yang Sama, Berupaya Kaburkan Peristiwa

JPU menyinggung tim pengacara terdakwa, Ferdy Sambo, Kuat Ma'ruf, dan Ricky Rizal berasal dari tim yang sama


Deretan Tuntutan Jaksa ke Anak Buah Ferdy Sambo, Paling Lama 3 Tahun

1 hari lalu

Deretan Tuntutan Jaksa ke Anak Buah Ferdy Sambo, Paling Lama 3 Tahun

Hendra Kurniawan dan lima terdakwa lainnya terseret kasus ini karena mengikuti skenario palsu pembunuhan Brigadir Yosua yang dibuat Ferdy Sambo.


Kuasa Hukum Richard Eliezer Serukan Hakim Ex Aequo Et Bono, Ini Maknanya

1 hari lalu

Kuasa Hukum Richard Eliezer Serukan Hakim Ex Aequo Et Bono, Ini Maknanya

Kuasa hukum Richard Eliezer, Ronny Talapessy menyerukan istilah Ex Aequo Et Bono sembari menatap hakim saat membacakan pleidoi Richard Eliezer.


Jaksa Minta Hakim Tolak Pleidoi dan Tetap Hukum Ferdy Sambo Seumur Hidup

1 hari lalu

Jaksa Minta Hakim Tolak Pleidoi dan Tetap Hukum Ferdy Sambo Seumur Hidup

Jaksa menilai pleidoi penasihat hukum Ferdy Sambo patut dikesampingkan karena tidak memiliki dasar yuridis yang kuat.


3 Poin Jawaban Jaksa atas Pleidoi Ricky Rizal

1 hari lalu

3 Poin Jawaban Jaksa atas Pleidoi Ricky Rizal

Ricky Rizal telah menjalani sidang dengan agenda mendengarkan replik dari jaksa penuntut umum atas pleiodoinya. Jaksa minta hakim abaikan pleidoi itu.


Irfan Widyanto Dituntut 1 Tahun Penjara karena Menyita CCTV Tanpa Prosedur yang Sah

1 hari lalu

Irfan Widyanto Dituntut 1 Tahun Penjara karena Menyita CCTV Tanpa Prosedur yang Sah

Hal yang memberatkan Irfan Widyanto antara lain ia merupakan perwira Polri yang seharusnya mempunyai pengetahuan yang lebih.


Hendra Kurniawan Dituntut 3 Tahun Penjara dan Denda Rp 20 Juta

1 hari lalu

Hendra Kurniawan Dituntut 3 Tahun Penjara dan Denda Rp 20 Juta

Jaksa menuntut Hendra Kurniawan dengan hukuman tiga tahun penjara dan denda Rp 20 juta dengan subsider tiga bulan kurungan.


Mahfud MD Doakan Richard Eliezer Dapat Hukuman Ringan, tapi Ingatkan Tetap Sportif

1 hari lalu

Mahfud MD Doakan Richard Eliezer Dapat Hukuman Ringan, tapi Ingatkan Tetap Sportif

Mahfud mengingatkan bahwa majelis hakimlah yang akan memutus hukuman dan mengingatkan Richard Eliezer untuk bersikap sportif.