Soal Surpres Calon Panglima TNI, Anggota Komisi I DPR: Kita Tunggu Ya

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Anggota Komisi I DPR Dave Akbarshah Fikarno. Foto: Runi/nvl

TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi Pertahanan DPR Dave Akbarshah Fikarno mengatakan surat presiden tentang calon Panglima TNI pengganti Jenderal Andika Perkasa hingga kini masih belum diterima oleh mereka. Dave mengatakan belum bisa memastikan kapan surpres itu akan diterima oleh anggota Komisi I DPR.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan surat presiden tentang calon Panglima TNI pengganti Andika sudah dibuat oleh Presiden Jokowi. Mereka berencana mengirimkan surat itu pada Rabu, 23 November 2022. Namun, surpres kemungkinan baru akan dikirim pada Senin pekan depan, setelah Ketua DPR Puan Maharani pulang dari luar negeri.

"Kita tunggu yah," kata politikus Golkar itu saat dihubungi Tempo, Sabtu, 26 November 2022.

Dave kemudian menerangkan alur mekanisme setelah surat presiden itu diterima oleh DPR. Setelah surpres diterima, Badan Musyawarah akan menjadwalkan rapat paripurna DPR. Kemudian hasil rapat paripurna itu akan menjadi arahan bagi Komisi I untuk menggelar fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon Panglima TNI.

Sebagai calon pejabat negara, calon Panglima TNI wajib mengikuti tahapan Fit and proper test yang menjadi penilaian untuk meninjau apakah individu itu kompeten untuk menjabat posisi tertentu.

Baca juga: Soal Yudo Margono Jadi Calon Panglima TNI, Prabowo: Jelas Beliau Mampu

Setelah selesai dilakukan fit and proper test, Komisi i DPR kemudian akan membawa hasilnya ke rapat paripurna DPR. Dalam rapat paripurna inilah nanti disahkan Panglima TNI yang baru.

 “Bila sudah diputuskan, baru dikirim surat ke istana agar dapat dijadwalkan pelantikan Panglima baru,” jelas Dave.

Seperti diketahui Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa akan memasuki masa pensiun pada akhir tahun ini.

Hingga kini belum ada yang buka suara mengenai nama yang sudah dikantongi Jokowi untuk disodorkan ke DPR. Namun beberapa sumber Tempo menyebut nama KSAL Laksamana Yudo Margono yang berpeluang kuat menggantikan Andika.

Menurut anggota Komisi I DPR Hillary Brigita Lasut, kini saatnya matra Laut untuk memegang tongkat komando tertinggi di TNI. Menurut dia, sebelum Andika, Panglima TNI berasal dari matra Udara, sedangkan Andika berasal dari Angkatan Darat. Sebab itu, kini giliran Angkatan Laut yang menjadi Panglima.

“Sudah seharusnya dan sepantasnya (Panglima TNI matra laut). Ketika diamanahkan untuk dijalankan bergantian, dan secara kapasitas dan kapabilitas mampu, seharusnya sudah jadi lampu kuning. Karena lampu hijaunya dari Presiden,” kata politikus NasDem itu kepada Tempo, Jumat, 25 November 2022.

 Baca juga: Jelang Uji Kelayakan Calon Panglima TNI, DPR Bakal Tanyakan Netralitas di Pemilu 2024

ALFITRIA NEFI PRATIWI






Terpopuler: Kronologi Recall Obat Sirop yang Sebabkan Gagal Ginjal Akut, 515 Ton Minyakita Ditimbun

1 jam lalu

Terpopuler: Kronologi Recall Obat Sirop yang Sebabkan Gagal Ginjal Akut, 515 Ton Minyakita Ditimbun

Berita terpopuler bisnis pada Rabu, 8 Februari 2023 dimulai dari kronologi penarikan tiga obat sirop usai kembali munculnya kasus gagal ginjal akut.


PGI Meminta Presiden Jokowi Beri Atensi pada Intolerasi Beragama yang Masih Terjadi

10 jam lalu

PGI Meminta Presiden Jokowi Beri Atensi pada Intolerasi Beragama yang Masih Terjadi

PGI meminta Presiden Joko Widodo memberikan atensi serius pada insiden diskriminasi dan pelarangan ibadah di berbagai daerah.


Jokowi dan Gibran Sama-sama Meradang Soal Tambang Ilegal, Apa Kata Mereka?

12 jam lalu

Jokowi dan Gibran Sama-sama Meradang Soal Tambang Ilegal, Apa Kata Mereka?

Jokowi mengungkapkan ekspor tambang ilegal mengurangi pendapatan negara. Sementara Gibran pernah mengungkapkan bekingan tambang ilegal mengerikan.


Panglima TNI: Tim Gabungan Sudah Deteksi Lokasi Pilot Susi Air

12 jam lalu

Panglima TNI: Tim Gabungan Sudah Deteksi Lokasi Pilot Susi Air

Panglima TNI Laksamana Yudo Margono mengatakan tim gabungan TNI-Polri berhasil mendeteksi lokasi pilot pesawat Susi Air yang disandera KKB Papua.


Terkini: F1 Powerboat Bisa Ditonton Bareng Kerbau dan Sapi, Presiden Jokowi Panggil Teten

13 jam lalu

Terkini: F1 Powerboat Bisa Ditonton Bareng Kerbau dan Sapi, Presiden Jokowi Panggil Teten

Staf Khusus Menteri BUMN menyebut event F1 Powerboat di Danau Toba, Sumatera Utara, akan menjadi tontonan rakyat., bisa nonton bareng kerbau dan sapi.


Jokowi Minta Seluruh Puskesmas Punya USG dan Antropometri Kit Tahun Ini

15 jam lalu

Jokowi Minta Seluruh Puskesmas Punya USG dan Antropometri Kit Tahun Ini

Jokowi memerintahkan kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk menyediakan Ultrasonografi (USG) hingga Antropometri Kit di setiap Puskesmas dan Posyandu


Survei TSRC Sebut Prabowo Paling Banyak Belanja Iklan di Facebook

17 jam lalu

Survei TSRC Sebut Prabowo Paling Banyak Belanja Iklan di Facebook

The Strategic Research and Consulting (TSRC) mengungkapkan Prabowo Subianto merupakan kandidat capres yang merogoh kocek paling banyak untuk belanja iklan


Ganjar Pranowo Mania Bubar, Ganjarist: Mati Satu Tumbuh Seribu

17 jam lalu

Ganjar Pranowo Mania Bubar, Ganjarist: Mati Satu Tumbuh Seribu

Ganjarist menilai pembubaran GP Mania dan penarikan dukungan terhadap Ganjar Pranowo sebagai hal biasa.


Jokowi Panggil Teten Buntut Kasus Indosurya cs, OJK dan LPS Khusus Koperasi Akan Dibentuk

17 jam lalu

Jokowi Panggil Teten Buntut Kasus Indosurya cs, OJK dan LPS Khusus Koperasi Akan Dibentuk

Presiden Jokowi siang ini memanggil Menteri Koperasi Teten Masduki untuk membicarakan tindak lanjut atas berbagai kasus koperasi bermasalah.


Jokowi Perintahkan Muhadjir Segera Siapkan Bantuan Gempa Turki dan Suriah

18 jam lalu

Jokowi Perintahkan Muhadjir Segera Siapkan Bantuan Gempa Turki dan Suriah

Jokowi menyebut bantuan disiapkan oleh Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, hingg Kementerian Sosial.