Polri Klaim Sudah Panggil Ismail Bolong dalam Kasus Tambang Ilegal

Direktur Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Bareskrim Polri Brigjen Pol Pipit Rismanto (kedua kanan) menyampaikan keterangan pers saat rilis kasus illegal logging di Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat, 23 September 2022. Bareskrim Polri menetapkan pengurus CV Rimba Gemilang Indah (RGI) berinisial SO sebagai tersangka tindak pidana pengangkutan kayu hasil hutan tanpa dilengkapi dokumen sah dan menyita 1.050 meter kubik kayu olahan campuran senilai Rp1,4 miliar. ANTARA/Jessica Helena Wuysang

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Pipit Rismanto mengatakan, Mabes Polri telah memanggil Ismail Bolong dalam kasus dugaan beking tambang batu bara ilegal oleh pejabat tinggi kepolisian. Namun, kata Pipit, eks anggota kepolisian berpangkat Ajun Inspektur Satu itu tidak datang.

Pipit mengatakan, polisi sudah melayangkan pemanggilan kepada Ismail beberapa waktu lalu. Pemanggilan tersebut dimaksudkan untuk meminta keterangan Ismail ihwal perusahaan tambangnya sewaktu masih berstatus sebagai anggota kepolisian.

“Bukan, bukan untuk ditangkap. Ismail kami panggil terkait perusahaan yang melakukan kegiatan ilegal,” kata dia pada Sabtu, 26 November 2022.

Pipit membantah jika dikatakan Ismail mangkir dari pemanggilan polisi. Menurut dia, Ismail hanya belum hadir mengingat ada beberapa tahapan yang masih harus dilakukan oleh kepolisian.

“Belum, bukannya gak hadir. Tapi belum hadir, karena masih ada tahapan-tahapan,” kata dia melalui sambungan telepon.

Baca juga: Komitmen Bersih-bersih Polri dari Mafia Tambang, Kapolri: Dimulai dari Kasus Ismail Bolong

Pipit juga mengatakan Polri akan merencanakan penjadwalan pemanggilan kedua untuk Ismail Bolong. Hal tersebut dilakukan karena Ismail tidak hadir pada pemanggilan pertama. “Kami akan luncurkan panggilan kedua,” ujar dia pada Tempo.

Nama Ismail Bolong mencuat setelah video pengakuannya viral di media sosial. Dalam video itu, Ismail mengaku melakukan aktivitas tambang batu bara ilegal selama menjadi anggota Polri. Untuk mengamankan usahanya, dia mengklaim mengirimkan sejumlah uang kepada petinggi kepolisian.

Salah satu yang disebut adalah Kepala Bandan Reserse Kriminal atau Kabareskrim Polri Komisaris Jenderal Agus Andrianto. Ismail pernah diperiksa oleh Divisi Propam Polri saat masih dipimpin Ferdy Sambo.

Ferdy yang kini jadi terdakwa dalam kasus pembunuhan berencana ajudannya, Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir Yosua mengakui ada pemeriksaan terhadap Ismail Bolong. Dia mengaku meneken surat pemeriksaan Ismail Bolong yang menyebut keterlibatan petinggi Polri.

Eks Kepala Biro Paminal Hendra Kurniawan pun angkat bicara soal kasus ini. Dia membenarkan ada nama Kabareskrim dalam pemeriksaan Ismail Bolong.

Agus Andrianto akhirnya buka suara soal kasus Ismail Bolong. Dia membantah pernyataan Ismail Bolong soal uang miliaran yang diterimanya. Agus menduga Ismail Bolong diplot oleh Ferdy Sambo cs untuk menjatuhkan namanya.

"Jangan-jangan mereka yang terima dengan tidak teruskan masalah, lempar batu untuk alihkan isu," kata Agus pada Jumat 25 November 2022 lalu.

Baca juga:  Soal Setoran Tambang Ilegal ke Pejabat Polri, Hendra Kurniawan: Tunggu Saja Ismail Bolong Sedang Dicari






Pengacara Chuck Putranto Sebut Tak Ada Bukti Kliennya Perusak DVR CCTV

15 jam lalu

Pengacara Chuck Putranto Sebut Tak Ada Bukti Kliennya Perusak DVR CCTV

Pengacara Chuck Putranto, Daniel Sony Pardede menyebut kliennya bukan pelaku pemusnahan rekaman CCTV yang mengungkap skenario pembunuhan


Upaya Baiquni Wibowo Backup Rekaman CCTV Dianggap Penolakan Perintah Ferdy Sambo

16 jam lalu

Upaya Baiquni Wibowo Backup Rekaman CCTV Dianggap Penolakan Perintah Ferdy Sambo

Tim kuasa hukum mengatakan Baiquni Wibowo tidak pernah menerima langsung perintah dari Ferdy Sambo.


Duplik Baiquni Wibowo Singgung Soal Penyerahan Rekaman CCTV Lingkungan Rumah Dinas Ferdy Sambo

18 jam lalu

Duplik Baiquni Wibowo Singgung Soal Penyerahan Rekaman CCTV Lingkungan Rumah Dinas Ferdy Sambo

Tim kuasa hukum menilai jaksa tak menghargai tindakan Baiquni WIbowo yang menyerahkan rekaman CCTV lingkungan rumah dinas Ferdy Sambo secara sukarela.


Sidang Obsturction of Justice Pembunuhan Brigadir Yosua, Chuck Putranto Akan Ajukan Duplik Hari Ini

20 jam lalu

Sidang Obsturction of Justice Pembunuhan Brigadir Yosua, Chuck Putranto Akan Ajukan Duplik Hari Ini

Terdakwa kasus obstruction of justice pembunuhan Brigadir Yosua, Chuck Putranto, akan mengajukan duplik hari ini.


Babak Akhir Kasus Pembunuhan Berencana Yosua: Vonis Ferdy Sambo 13 Februari

23 jam lalu

Babak Akhir Kasus Pembunuhan Berencana Yosua: Vonis Ferdy Sambo 13 Februari

Sidang kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua segera memasuki babak akhir. Vonis Ferdy Sambo akan dibacakan Senin, 13 Februari.


Jaksa Sebut Kuasa Hukum Enggan Akui Fakta Irfan Widyanto Ambil DVR CCTV Tanpa Izin

2 hari lalu

Jaksa Sebut Kuasa Hukum Enggan Akui Fakta Irfan Widyanto Ambil DVR CCTV Tanpa Izin

JPU mengatakan kuasa hukum terdakwa Irfan Widyanto enggan mengakui fakta bahwa kliennya mengganti DVR CCTV tanpa izin dan surat perintah yang sah


Tak Ajukan Duplik, Kuasa Hukum Irfan Widyanto Minta Hakim Langsung ke Sidang Putusan

2 hari lalu

Tak Ajukan Duplik, Kuasa Hukum Irfan Widyanto Minta Hakim Langsung ke Sidang Putusan

Kuasa hukum Irfan Widyanto tak akan mengajukan jawaban atas replik atau duplik jaksa. Mereka minta sidang lanjut ke pembacaan vonis.


Tak Mau Tanggapi Pleidoi Hendra Kurniawan, Jaksa: Hanya Berisi Perjalanan Karier

2 hari lalu

Tak Mau Tanggapi Pleidoi Hendra Kurniawan, Jaksa: Hanya Berisi Perjalanan Karier

Jaksa menlai pleidoi Hendra Kurniawan hanya berisi penjalanan karinya tanpa membahas soal alat bukti serta unsur pasal yang didakwakan.


Jaksa Sebut Arif Rachman Arifin Tidak Penuhi Unsur Itikad Baik

2 hari lalu

Jaksa Sebut Arif Rachman Arifin Tidak Penuhi Unsur Itikad Baik

Jaksa menyebut tindakan Arif Rachman Arifin tidak memenuhi unsur itikad baik sehingga tak bisa dilepaskan dari tanggung jawab pidana.


Jaksa Sebut Agus Nurpatria Harusnya Berani Tolak Perintah Ferdy Sambo

2 hari lalu

Jaksa Sebut Agus Nurpatria Harusnya Berani Tolak Perintah Ferdy Sambo

Jaksa mengatakan, seharusnya Agus Nurpatria yang berpangkat Kombes berani menolak perintah Ferdy Sambo.