Kasus Ismail Bolong, Kapolri Tegaskan Akan Telusuri Dugaan Aliran Dana ke Bawahannya

Editor

Febriyan

Listyo Sigit Prabowo Selaku Kapolri hadir memimpin langsung penyelanggaraan acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di lapangan bayangkara pada Selasa, 18 Oktober 2022. TEMPO/Aqsa Hamka

TEMPO.CO, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan akan menelusuri soal dugaan aliran dana tambang batu bara ilegal dari Ismail Bolong ke sejumlah bawahannya. Dia menyatakan upaya penangkapan Ismail merupakan salah satu langkah untuk menelusuri hal tersebut.

"Tentunya kami mulai dari Ismail Bolong dulu, nanti dari sana lalu kita periksa. Karena kan kalau pidana harus ada alat buktinya," kata Listyo di Kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Sabtu, 26 November 2022. 

Listyo mengatakan kasus ini tengah diusut oleh Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri. Dalam wawancara dengan Majalah Tempo, Jumat, 18 November 2022, Listyo Sigit menyatakan telah menginstruksikan penangkapan terhadap Ismail. Listyo mengatakan Polri mengerahkan segala upaya untuk menangkap Ismail. 

"Ismail Bolong sekarang tentunya tim yang mencari baik dari (Polda) Kaltim ataupun dari Mabes, ditunggu saja," kata Listyo. 

Pengakuan Ferdy Sambo dan Hendra Kurniawan

Sebelumnya, mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri, Irjen Ferdy Sambo dan mantan Kepala Biro Pengamanan Internal Polri Brigjen Hendra Kurniawan membenarkan bahwa mereka pernah menyelidiki soal aliran dana Ismail Bolong. Sambo dan Hendra kini menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat. 

“Ya sudah benar itu suratnya (surat penyelidikan Divisi Propam Polri),” kata Ferdy Sambo di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 22 November 2022. 

“Itu kan ada semua bukti-bukti,” kata Hendra Kurniawan dua hari berselang.

Dokumen penyelidikan Sambo dan Hendra

Dokumen laporan hasil penyelidikan yang ditandatangani Sambo dan Hendra Kurniawan menguak secara rinci aliran dana Ismail itu. Diantaranya adalah aliran dana ke Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto. 

Agus disebut tiga kali menerima aliran dana dari Ismail pada Oktober - Desember 2021. Nilai totalnya  sebesar Rp 6 miliar. 

Agus membantah tudingan tersebut. Dia bahkan mencurigai Sambo dan Hendra yang menerima aliran dari Ismail. Pasalnya, keduanya disebut tak memproses Ismail yang saat itu masih menjadi anggota Polri meskipun telah memeriksanya. 

"Kenapa kok dilepas sama mereka kalau waktu itu benar,” kata Agus saat dihubungi wartawan, Kamis, 24 November 2022. "Jangan-jangan mereka yang terima dengan tidak diteruskan masalah lempar batu untuk alihkan isu."

Kapolda Kalimantan Timur Irjen Herry Rudolf Nahak juga disebut menerima uang sebesar Rp 5 miliar sepanjang Oktober hingga Desember 2021 dari Ismail Bolong. Namun Herry yang kini menjabat sebagai Kepala Sespim Lemdiklat Polri tak membalas pesan yang Tempo layangkan untuk menanyakan masalah ini. 

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga sempat menyatakan telah menindak sejumlah anak buahnya dalam kasus Ismail Bolong. Dia menyatakan telah mencopot Kapolda Kalimantan Timur karena kasus ini. 

M JULNIS FIRMANSYAH| EKA YUDHA| MAJALAH TEMPO 






Jokowi Disebut Akan Respon Soal Anjloknya Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Pekan Ini

2 jam lalu

Jokowi Disebut Akan Respon Soal Anjloknya Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Pekan Ini

Jokowi akan kembali menggelar rapat untuk membahas anjloknya Indeks Persepsi Korupsi Indonesia.


Jaksa Sebut Kuasa Hukum Enggan Akui Fakta Irfan Widyanto Ambil DVR CCTV Tanpa Izin

4 jam lalu

Jaksa Sebut Kuasa Hukum Enggan Akui Fakta Irfan Widyanto Ambil DVR CCTV Tanpa Izin

JPU mengatakan kuasa hukum terdakwa Irfan Widyanto enggan mengakui fakta bahwa kliennya mengganti DVR CCTV tanpa izin dan surat perintah yang sah


Tak Ajukan Duplik, Kuasa Hukum Irfan Widyanto Minta Hakim Langsung ke Sidang Putusan

4 jam lalu

Tak Ajukan Duplik, Kuasa Hukum Irfan Widyanto Minta Hakim Langsung ke Sidang Putusan

Kuasa hukum Irfan Widyanto tak akan mengajukan jawaban atas replik atau duplik jaksa. Mereka minta sidang lanjut ke pembacaan vonis.


Tak Mau Tanggapi Pleidoi Hendra Kurniawan, Jaksa: Hanya Berisi Perjalanan Karier

5 jam lalu

Tak Mau Tanggapi Pleidoi Hendra Kurniawan, Jaksa: Hanya Berisi Perjalanan Karier

Jaksa menlai pleidoi Hendra Kurniawan hanya berisi penjalanan karinya tanpa membahas soal alat bukti serta unsur pasal yang didakwakan.


Jaksa Sebut Arif Rachman Arifin Tidak Penuhi Unsur Itikad Baik

6 jam lalu

Jaksa Sebut Arif Rachman Arifin Tidak Penuhi Unsur Itikad Baik

Jaksa menyebut tindakan Arif Rachman Arifin tidak memenuhi unsur itikad baik sehingga tak bisa dilepaskan dari tanggung jawab pidana.


Jaksa Sebut Agus Nurpatria Harusnya Berani Tolak Perintah Ferdy Sambo

6 jam lalu

Jaksa Sebut Agus Nurpatria Harusnya Berani Tolak Perintah Ferdy Sambo

Jaksa mengatakan, seharusnya Agus Nurpatria yang berpangkat Kombes berani menolak perintah Ferdy Sambo.


Tolak Pleidoi Arif Rachman Arifin, Jaksa: Tidak Ada Unsur Daya Paksa dari Ferdy Sambo

8 jam lalu

Tolak Pleidoi Arif Rachman Arifin, Jaksa: Tidak Ada Unsur Daya Paksa dari Ferdy Sambo

Jaksa menilai tidak ada unsur daya paksa dari Ferdy Sambo kepada terdakwa kasus obstruction of justice pembunuhan Brigadir Yosua, Arif Rachman Arifin.


Jaksa Akan Tanggapi Pleidoi Hendra Kurniawan Cs di Sidang Hari Ini

11 jam lalu

Jaksa Akan Tanggapi Pleidoi Hendra Kurniawan Cs di Sidang Hari Ini

Hendra Kurniawan cs hari ini akan mendengarkan tanggapan jaksa atas pleidoi yang telah mereka bacakan pada pekan lalu.


Deretan Anak Buah yang Kecewa pada Ferdy Sambo di Kasus Brigadir J

2 hari lalu

Deretan Anak Buah yang Kecewa pada Ferdy Sambo di Kasus Brigadir J

Ferdy Sambo membuat sejumlah skenario untuk menutupi Kasus pembunuhan Brigadir J. Namun upaya tersebut gagal bahkan menyeret anak buahnya


Rangkuman Sidang Ferdy Sambo Cs Pekan Ini, Dilema Jaksa soal Tuntutan 12 Tahun Richard Eliezer

2 hari lalu

Rangkuman Sidang Ferdy Sambo Cs Pekan Ini, Dilema Jaksa soal Tuntutan 12 Tahun Richard Eliezer

Sidang kasus Brigadir J dengan terdakwa Ferdy Sambo cs, telah memasuki agenda pembacaan replik, duplik, dan pleidoi. Berikut merupakan rangkumannya