Taufik Basari Jelaskan Alasan NasDem Abstain Usulan Revisi UU IKN,

Reporter

Editor

Febriyan

Anggota Komisi Hukum DPR dari Fraksi Nasdem Taufik Basari ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 4 November 2019. TEMPO/Putri.

TEMPO.CO, Jakarta - Fraksi Partai NasDem di DPR memilih abstain terhadap usulan revisi Undang-undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara (IKN) yang rencananya akan dimasukkan ke dalam daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) prioritas 2022. Hal ini menjadikan partai besutan Surya Paloh itu sebagai satu-satunya fraksi yang menyatakan abstain di antara partai politik lain.

Anggota Fraksi NasDem di DPR Taufik Basari menegaskan bahwa sikap itu tidak menjadikan partainya oposisi dengan pemerintah. Dia menjelaskan, NasDem akan tetap mendukung pemerintahan hingga 2024 nanti.

Dalam rinciannya, Taufik menyebutkan bahwa langkah abstain itu diambil lantaran partainya membutuhkan waktu untuk mempelajari dan mendalami usulan terkait urgensi revisi tersebut. Pihaknya juga menimbang akibat dan dampak dari revisi undang-undang terhadap keuangan dan kebijakan negara, serta pandangan publik terkait usulan revisi.

“Tanggung jawab ini juga dalam hal kewajiban mempelajari dulu setiap usulan yang disampaikan sebelum menyatakan sikap,” ujar pria yang akrab disapa Tobas itu. 

Ada masalah teknis

Selain itu, Taufik pun memaparkan bahwa sikap abstain pun diambil karena adanya masalah teknis. Sebab, mulanya agenda rapat yang telah dijadwalkan bukanlah membahas revisi UU IKN, melainkan pembahasan revisi Undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) atas usulan Komisi V DPR.  

“Jadi ini masalah teknis saja, soal waktu untuk mempelajari dan berkonsultasi dengan DPP sehingga ketika nanti saat paripurna menyampaikan sikap sudah didasarkan atas kajian DPP dan Fraksi,” jelas Taufik.

Taufik pun menanggapi kritik yang dilimpahkan terhadap NasDem bahwa sikap mereka berkaitan dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Menurut dia, kedua hal itu tak berkaitan. 

“Dunia tidak sesempit itu,” kata Taufik. 

NasDem, bersama Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) rencananya akan mengusung mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Pilpres 2024. Keputusan NasDem untuk mengusung Anies tersebut sempat menjadi perdebatan. Pasalnya, Anies dianggap tak sejalan dengan kebijakan Presiden Jokowi saat menjadi orang nomor 1 di DKI Jakarta.

Anies Baswedan sendiri telah membantah anggapan itu. Menurut dia, apa yang dilakukannya selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta justru meneruskan kebijakan yang di buat pada era Jokowi.  

ALFITRIA NEFI PRATIWI






Ketum GP Mania Sudah Beri Tahu Ganjar Pranowo soal Rencana Membubarkan Diri

2 jam lalu

Ketum GP Mania Sudah Beri Tahu Ganjar Pranowo soal Rencana Membubarkan Diri

Immanuel Ebenezer menyebut pesannya itu belum mendapat tanggapan dari Ganjar.


Immanuel Ebenezer Ungkap Alasan Relawan Ganjar Mania Membubarkan Diri

2 jam lalu

Immanuel Ebenezer Ungkap Alasan Relawan Ganjar Mania Membubarkan Diri

Pasca kejadian tersebut, Noel mengatakan pihaknya tidak mau lagi berada di lingkaran relawan pendukung Ganjar.


Terpopuler: Kronologi Recall Obat Sirop yang Sebabkan Gagal Ginjal Akut, 515 Ton Minyakita Ditimbun

5 jam lalu

Terpopuler: Kronologi Recall Obat Sirop yang Sebabkan Gagal Ginjal Akut, 515 Ton Minyakita Ditimbun

Berita terpopuler bisnis pada Rabu, 8 Februari 2023 dimulai dari kronologi penarikan tiga obat sirop usai kembali munculnya kasus gagal ginjal akut.


PGI Meminta Presiden Jokowi Beri Atensi pada Intolerasi Beragama yang Masih Terjadi

13 jam lalu

PGI Meminta Presiden Jokowi Beri Atensi pada Intolerasi Beragama yang Masih Terjadi

PGI meminta Presiden Joko Widodo memberikan atensi serius pada insiden diskriminasi dan pelarangan ibadah di berbagai daerah.


Jokowi dan Gibran Sama-sama Meradang Soal Tambang Ilegal, Apa Kata Mereka?

15 jam lalu

Jokowi dan Gibran Sama-sama Meradang Soal Tambang Ilegal, Apa Kata Mereka?

Jokowi mengungkapkan ekspor tambang ilegal mengurangi pendapatan negara. Sementara Gibran pernah mengungkapkan bekingan tambang ilegal mengerikan.


Terkini: F1 Powerboat Bisa Ditonton Bareng Kerbau dan Sapi, Presiden Jokowi Panggil Teten

16 jam lalu

Terkini: F1 Powerboat Bisa Ditonton Bareng Kerbau dan Sapi, Presiden Jokowi Panggil Teten

Staf Khusus Menteri BUMN menyebut event F1 Powerboat di Danau Toba, Sumatera Utara, akan menjadi tontonan rakyat., bisa nonton bareng kerbau dan sapi.


Jokowi Minta Seluruh Puskesmas Punya USG dan Antropometri Kit Tahun Ini

19 jam lalu

Jokowi Minta Seluruh Puskesmas Punya USG dan Antropometri Kit Tahun Ini

Jokowi memerintahkan kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk menyediakan Ultrasonografi (USG) hingga Antropometri Kit di setiap Puskesmas dan Posyandu


Pengemudi Ojol Demo Tolak Rencana Jalan Berbayar ERP Jakarta, Minta Anak Buah Heru Budi Temui Massa

19 jam lalu

Pengemudi Ojol Demo Tolak Rencana Jalan Berbayar ERP Jakarta, Minta Anak Buah Heru Budi Temui Massa

Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Balai Kota DKI Jakarta. Mereka menolak rencana jalan berbayar ERP.


Akan Terima Kunjungan PSI, Waketum Golkar Buka Pintu Untuk Bergabung ke KIB

20 jam lalu

Akan Terima Kunjungan PSI, Waketum Golkar Buka Pintu Untuk Bergabung ke KIB

Waketum Golkar menyatakan mereka membuka pintu kepada PSI untuk bergabung ke KIB.


Survei TSRC Sebut Prabowo Paling Banyak Belanja Iklan di Facebook

20 jam lalu

Survei TSRC Sebut Prabowo Paling Banyak Belanja Iklan di Facebook

The Strategic Research and Consulting (TSRC) mengungkapkan Prabowo Subianto merupakan kandidat capres yang merogoh kocek paling banyak untuk belanja iklan