Mahasiswa Terancam Hukuman Mati Setelah Bunuh Kakek yang Merawatnya Sejak Kecil

Polisi menggelar olah kejadian perkaran kasus mahasiswa bunuh kakeknya sendiri di Kota Yogya. Dok. Polresta Yogyakarta

TEMPO.CO, Yogyakarta - Seorang mahasiswa asal Kota Yogyakarta, RO, 19 tahun, terancam hukuman mati setelah membunuh kakek kandungnya sendiri, MO, 74 tahun. Peritiwa ini terjadi di dalam mobil di area parkir restoran cepat saji Jalan Jenderal Soedirman Kota Yogyakarta pada Rabu petang, 23 November 2022.

"Dalam menjalankan aksinya pelaku RO tidak sendiri, namun juga dibantu temannya, IG, 18 tahun, yang juga mahasiswa Yogya yang berasal dari Denpasar," kata Kepala Resor Kepolisian Kota Yogyakarta Komisaris Besar Idam Mahdi Jumat, 25 November 2022.

Informasi yang dihimpun kepolisian, pelaku merencanakan pembunuhan itu dilatari motif ingin menghilangkan urusan hutang piutang dengan korban. MO sebelumnya diketahui meminjankan uang puluhan juta kepada pelaku untuk menjalankan bisnis onlinenya, namun ternyata pinjaman itu tak kunjung dikembalikan pelaku.

Baca: Ini Alasan JPU Tuntut Benny Tjokrosaputro dengan Hukuman Mati

"Ada urusan utang-piutang pelaku dengan korban dengan nilai sebesar Rp 80 juta, namun kami masih dalami soal ini," kata Idam.

Kronologi Kasus

Kronologi kasus ini awalnya pelaku dengan korban pergi bersama-sama menunggangi mobil Toyota Kijang dari kediaman korban dan pelaku di kampung Gowongan, Jalan Mangkubumi Kota Yogya. Mereka menuju area restoran cepat saji di ruas Jalan Malioboro. Di area parkir restoran ini ternyata telah menunggu rekan pelaku yang merupakan sahabatnya sejak SMA hingga kuliah.

Setelah pelaku RO turun dan berkomunikasi dengan pelaku IG, mereka lalu masuk mobil lagi untuk membunuh MO yang sedang duduk di belakang kemudi. "Jadi sudah ada komunikasi pelaku RO dan IG sebelum membunuh MO di dalam mobil," kata Idam.

IG masuk mobil awalnya berlagak menjadi tukang parkir dan menagih uang parkir kepada korban di dalam mobil. "Namun tiba-tiba langsung menjerat leher korban dari belakang dan menariknya ke belakang menggunakan tali dari kain yang sudah disiapkan," kata dia.

Saat korban mencoba berontak, pelaku RO turut memukulinya sampai korban tak bergerak lagi. Setelah melancarkan aksinya kedua pelaku membawa korban yang sudah dipindahkan duduknya untuk berputar-putar di seputaran kota sebelum kembali ke rumahnya.

"Saat berputar-putar itu, IG sempat berobat ke rumah sakit Panti Rapih, diduga terluka saat melancarkan aksinya," kata dia. Setelah berobat, kedua pelaku kembali berputar-putar di jalanan sampai akhirnya memutuskan kembali kediaman rumah korban.

Kecurigaan Istri Korban

Saat pelaku RO masuk ke dalam rumah korban, nenek pelaku yang juga istri korban menanyakan keberadaan korban yang tak nampak ikut masuk rumah. Pelaku lantas memberitahu neneknya bahwa korban ada di dalam mobil.

Istri korban kaget karena melihat korban kondisinya tak bergerak. Saat itu pelaku masih bungkam apa penyebab korban tak bergerak. Pelaku lantas mendampingi istri korban ke rumah sakit untuk minta pertolongan.

"Saat di rumah sakit korban diketahui sudah meninggal, dan tim medis menemukan ada tanda-tanda mencurigakan berupa kekerasan pada tubuh korban, terutama bagian lehernya," kata dia.

Pada Kamis pagi, 24 November 2022, istri korban langsung melaporkan kejanggalan kematian suaminya itu ke Polresta Yogyakarta. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) yakni di parkiran restoran dan dalam mobil pelaku.

Dari hasil olah TKP itu disertai bukti-bukti petunjuk, pelaku akhirnya mengakui ia dan rekannya IG yang melakukan pembunuhan pada korban di dalam mobil. "Atas perbuatan itu pasal yang dipersangkakan kepada pelaku primernya 340 KUHP juncto 56 subsider 338 junto 55-56 KUHP pidana dengan ancaman hukumannya 20 tahun dan pidana mati," kata Idam.

Pelaku dan rekannya sendiri saat ini sudah ditahan Polresta Yogyakarta. Melalui rekaman video yang dibuat polisi, pelaku RO mengaku menyesal telah membunuh kakeknya. "Saya cucu kandung (korban), saya sangat menyesal," kata pelaku dalam rekaman video itu.

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Gara-Gara Podcast, Pembunuhan di Australia Terungkap setelah 40 Tahun

5 jam lalu

Gara-Gara Podcast, Pembunuhan di Australia Terungkap setelah 40 Tahun

Mantan guru di Australia, yang menjadi subjek podcast "The Teacher's Pet" dijatuhi hukuman 24 tahun penjara karena membunuh istrinya 40 tahun lalu


Kuasa Hukum Ferdy Sambo Bantah Kesaksian Richard Eliezer soal Perempuan Menangis

9 jam lalu

Kuasa Hukum Ferdy Sambo Bantah Kesaksian Richard Eliezer soal Perempuan Menangis

Ferdy Sambo disebut Richard lebih sering tinggal di rumah Bangka daripada di rumah Saguling yang ditempati Putri Candrawathi.


Institut Teknologi PLN Terima Mahasiswa Baru Lebih Banyak Tahun Depan

1 hari lalu

Institut Teknologi PLN Terima Mahasiswa Baru Lebih Banyak Tahun Depan

Berikut informasi penerimaan mahasiswa baru, program studi, beasiswa, fasilitas dan sebaran lulusan dari Institut Teknologi PLN.


Jokowi: Asrama Mahasiswa Nusantara agar Putra Daerah Kompak

2 hari lalu

Jokowi: Asrama Mahasiswa Nusantara agar Putra Daerah Kompak

Mahasiswa dari berbagai daerah akan tinggal bersama di Asrama Mahasiswa Nusantara sehingga dapat saling mengenal dan menghargai.


Mahasiswa UGM Gali Ciri Khas 18 Kampung Wisata di Yogyakarta untuk Rebranding

2 hari lalu

Mahasiswa UGM Gali Ciri Khas 18 Kampung Wisata di Yogyakarta untuk Rebranding

Ikon di kampung wisata Kota Yogyakarta itu perlu ditemukan, di-branding lalu dijual kepada wisawatan.


Pemerintah Prancis Buka Beasiswa Eiffel untuk Mahasiswa S2 dan S3

2 hari lalu

Pemerintah Prancis Buka Beasiswa Eiffel untuk Mahasiswa S2 dan S3

Pendaftaran Beasiswa Eiffel 2023-2024 tidak diajukan secara langsung. Namun, melalui universitas yang dituju. Ini informasi selengkapnya.


Tragedi Piala Dunia 1994, Kisah Tragis Andres Escobar Ditembak Mati Usai Gol Bunuh Diri

2 hari lalu

Tragedi Piala Dunia 1994, Kisah Tragis Andres Escobar Ditembak Mati Usai Gol Bunuh Diri

Pemain Timnas Kolombia, Andres Escobar tewas usai terima 6 tembakan di salah satu kelab malam setelah melakukan gol bunuh diri saat Piala Dunia 1994.


Kasus Sekeluarga Tewas Diracun di Magelang, Polisi: Awalnya Korban Merasakan Mual

3 hari lalu

Kasus Sekeluarga Tewas Diracun di Magelang, Polisi: Awalnya Korban Merasakan Mual

Polda Jawa Tengah membeberkan kronologi kasus sekeluarga tewas diracun di Magelang. Peristiwa itu diduga dilakukan salah satu anak keluarga tersebut.


Ketua Komisi III DPR Perkirakan RKUHP Disahkan Sebelum Masa Reses

3 hari lalu

Ketua Komisi III DPR Perkirakan RKUHP Disahkan Sebelum Masa Reses

Bambang memproyeksikan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) disahkan menjadi Undang-Undang sebelum masa reses.


Wanita Tersangka Pembunuhan Bocah dalam Koper Diesktradisi ke Selandia Baru

3 hari lalu

Wanita Tersangka Pembunuhan Bocah dalam Koper Diesktradisi ke Selandia Baru

Korea Selatan mengekstradisi perempuan tersangka pembunuhan anak ke Selandia Baru. Jasad dua bocah ditemukan di dalam koper beberapa bulan lalu.