Kabareskrim Agus Andrianto Mengaku Merasa Aneh dengan Kasus Ismail Bolong

Editor

Amirullah

Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Agus Andrianto saat penyitaan aset obligor BLBI di Kecamatan Sukaraja, Bogor, Jawa Barat, 22 Juni 2022. Tempo/Eka Yudha Saputra.

TEMPO.CO, Jakarta - Kabareskrim Komisaris Jenderal Agus Andrianto mendoakan Ferdy Sambo dan Hendra Kurniawan yang saat ini menjalani proses persidangan kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat. Agus mengatakan itu merespons namanya yang terseret kasus setoran tambang batu bara ilegal Ismail Bolong cs.

"Orang baik itu orang yang belum dibukakan Allah SWT aibnya. Doakan yang baik-baik saja mereka yang saat ini sedang mempertanggungjawabkan perbuatan mereka sendiri secara sadar,” kata Agus Andrianto dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 25 November 2022.

Agus mengatakan pesan itu merupakan nasihat gurunya yang selalu diingatnya sampai sekarang. Mengingat hari ini bertepatan dengan Hari Guru yang jatuh pada 25 November 2022.

Jenderal bintang tiga ini mengatakan dirinya merasa aneh dengan kasus Ismail Bolong yang diselidiki mantan Kepala Divisi Propam Polri Ferdy Sambo dan Kepala Biro Paminal Hendra Kurniawan. Keduanya eks anggota Polri itu kini terjerat kasus perintangan penyidikan pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat. 

"Lihat saja Berita Acara Pemeriksaan (BAP) awal seluruh tersangka pembunuhan almarhum Brigadir Yosua, dan teranyar kasus yang menjerat Inspektur Jenderal Teddy Minahasa yang belakangan mencabut BAP juga,” ujar Agus.

Baca juga: Hendra Kurniawan Akui Ada Nama Kabareskrim dalam Kasus Ismail Bolong Cs

Ia menyangsikan pernyataan Ferdy Sambo dan Hendra Kurniawan yang membenarkan namanya terseret soal kasus Ismail dalam Laporan Hasil Penyelidikan (LHP) Divisi Propam Polri. Pasalnya, mereka pun terlibat dalam perkara perintangan penyidikan kasus Brigadir J.

“Saya ini penegak hukum, ada istilah bukti permulaan yang cukup dan bukti yang cukup. Maklumlah kasus almarhum Brigadir Yosua aja mereka tutup-tutupi,” ujar Agus.

Agus juga mengaku heran kenapa Ferdy Sambo, mantan Kepala Divisi Propam Polri; dan bawahannya mantan Kepala Biro Paminal Div Propam Hendra Kurniawan, melepas Ismail Bolong jika memang tuduhan dirinya menerima setoran tambang ilegal benar ada.

“Kenapa kok dilepas sama mereka kalau waktu itu benar. Jangan-jangan mereka yang terima, dengan tidak diteruskan, masalah lempar batu untuk alihkan isu” kata Agus dalam pesan teks yang dikirim pada Kamis, 25 November 2022.

Sebelumnya, Hendra Kurniawan mengkonfirmasi dokumen laporan hasil penyelidikan Ismail Bolong cs yang beredar. Ia juga mengaku memeriksa langsung Ismail Bolong dan mengkonfirmasi nama Kabareskrim dalam laporan tersebut.

“Itu kan ada semua bukti-bukti,” kata Hendra Kurniawan setelah mengikuti sidang obstruction of justice pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis, 24 November 2022.

Dokumen Laporan Hasil Penyelidikan R/ND-137/III/WAS.2.4./2022/Ropaminal tertanggal 18 Maret 2022 kepada Kepala Divisi Propam Inspektur Jenderal Ferdy Sambo yang dilihat Tempo, menyatakan adanya pembiaran terhadap aktivitas tambang batu bara ilegal oleh Polda Kalimantan Timur. Selain Ismail Bolong, terdapat pula 15 orang lainnya yang disebut sebagai pemilik tambang batu bara ilegal.

Ferdy Sambo telah membenarkan surat penyelidikan yang mengusut dugaan suap tambang batu bara yang diungkap Ismail Bolong dalam video yang viral beberapa waktu lalu. Hal ini disampaikan Ferdy Sambo setelah skors sidang pembunuhan berencana Brigadir Nofriyansyah Yosua Hutabarat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 22 November 2022.

“Ya sudah benar itu suratnya (surat penyelidikan Divisi Propam Polri),” kata Ferdy Sambo.

Ferdy Sambo meminta agar langsung menanyakan ke pejabat yang berwenang karena ia telah mengeluarkan surat penyelidikan kasus setoran tambang ilegal Ismail Bolong cs.

Baca juga: Namanya Terseret Kasus Ismail Bolong, Kabareskrim: Kenapa Dilepas Ferdy Sambo Cs Kalau itu Benar

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Richard Eliezer Ungkap Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Punya Lemari Penyimpanan Senjata Api

4 jam lalu

Richard Eliezer Ungkap Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Punya Lemari Penyimpanan Senjata Api

Richard Eliezer menyatakan melihat lemari penuh senjata api di kamar Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi


Ricky Rizal Bantah Cerita Richard Eliezer Soal Mau Menabrakan Mobil untuk Bunuh Brigadir Yosua

7 jam lalu

Ricky Rizal Bantah Cerita Richard Eliezer Soal Mau Menabrakan Mobil untuk Bunuh Brigadir Yosua

Ricky Rizal membantah kesaksian Richard Eliezer yang menyebut dirinya sempat memiliki ide untuk menabrakkan mobil demi membunuh Yosua.


Richard Eliezer Ungkap Ferdy Sambo Sempat Tertawa Saat Ceritakan Eksekusi Brigadir Yosua

8 jam lalu

Richard Eliezer Ungkap Ferdy Sambo Sempat Tertawa Saat Ceritakan Eksekusi Brigadir Yosua

Richard Eliezer menyatakan bahwa Ferdy Sambo tertawa saat menyatakan dirinya salah menggunakan senjata saat mengeksekusi Brigadir Yosua.


Pelapor Kabareskrim Komjen Agus Andrianto ke KPK Serahkan Alat Bukti Ini

9 jam lalu

Pelapor Kabareskrim Komjen Agus Andrianto ke KPK Serahkan Alat Bukti Ini

Pelapor Kabareskrim Komjen Agus Andrianto ke KPK membawa sejumlah alat bukti.


Richard Eliezer Ungkap Ide Ricky Rizal untuk Bunuh Yosua

9 jam lalu

Richard Eliezer Ungkap Ide Ricky Rizal untuk Bunuh Yosua

Richard Eliezer menyatakan bahwa Ricky Rizal memiliki ide untuk membunuh Yosua.


Kabareskrim Agus Andrianto Dilaporkan ke KPK Soal Tambang Batu Bara Ilegal Ismail Bolong

10 jam lalu

Kabareskrim Agus Andrianto Dilaporkan ke KPK Soal Tambang Batu Bara Ilegal Ismail Bolong

Kelompok yang menamakan dirinya sebagai Koalisi Solidaritas Pemuda Mahasiswa melaporkan Kabareskrim Komjen Agus Andrianto ke KPK.


Ferdy Sambo Sempat Minta Richard Eliezer Berbohong ke Kapolri

10 jam lalu

Ferdy Sambo Sempat Minta Richard Eliezer Berbohong ke Kapolri

Richard Eliezer mengaku sebelum bertemu Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dia bertemu Ferdy Sambo. Di situ dia diminta tetap ikuti skenario.


Richard Eliezer Sebut Ferdy Sambo Tembak Brigadir Yosua saat Kondisi Masih Hidup

10 jam lalu

Richard Eliezer Sebut Ferdy Sambo Tembak Brigadir Yosua saat Kondisi Masih Hidup

Richard Eliezer menyatakan Brigadir Yosua ditembak Ferdy Sambo saat masih hidup.


Richard Eliezer Ungkap Alasannya Membuka Skenario Palsu Pembunuhan Brigadir Yosua yang Dibuat Ferdy Sambo

12 jam lalu

Richard Eliezer Ungkap Alasannya Membuka Skenario Palsu Pembunuhan Brigadir Yosua yang Dibuat Ferdy Sambo

Richard Eliezer mengaku mendapatkan terus mendapatkan mimpi buruk setelah ikut mengeksekusi Brigadir Yosua.


Polri Pastikan Keluarga Ismail Bolong Diperiksa di Bareskrim Besok

12 jam lalu

Polri Pastikan Keluarga Ismail Bolong Diperiksa di Bareskrim Besok

Menurut Pipit, pemeriksaan keluarga Ismail Bolong itu akan dilakukan di Bareskrim Polri, bukan di Polda Kalimantan Timur.