Laporan PA 212 Soal Budi Dalton Belum Diproses, Polisi: LP nya Belum di Atas

Menafsir Ulang Pasal Penodaan Agama

TEMPO.CO, Jakarta - Kasus dugaan penistaan agama yang dilaporkan Persaudaraan Alumni atau PA 212 terhadap seniman Budi Dalton sampai saat ini belum diproses oleh penyidik Polri. Budi dilaporkan buntut pernyataannya soal miras yang dipelesetkan jadi minuman Rasulullah.

Kepala Sub Direktorat I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Reinhard Hutagaol mengatakan, laporan tersebut belum diselidiki lantaran masih menunggu proses administrasi penyerahan nomor laporan polisi yang belum selesai.

"(Pelaporan) Budi Dalton sudah kami terima. Tapi LP-nya belum di atas (diterima penyidik)," kata Reinhard saat ditanya wartawan di Mabes Polri, Rabu 23 November 2022.

Sebelumnya kelompok PA 212 melaporkan Budi Dalton dan diterima petugas dengan nomor laporan LP/B/0659/XI/2022/ SPKT/Bareskrim Polri  pada 14 November 2022. Namun data pelaporan tersebut, menurut Reinhard, belum diserahkan dari petugas SPKT ke tim penyelidik. Sehingga untuk langkah-langkah penyelidikan belum dilakukan.

"Memang LP sudah diterima tapi belum disampaikan ke penyidik," kata Reinhard.

Baca juga: Pemerintah Pastikan Pasal Penodaan Agama di RKUHP Tidak Akan Menjadi Pasal Karet

Namun, Reinhard menyampaikan bila nantinya data atau berkas itu telah di tangan penyelidik. Maka LP tersebut dipelajari dan diteliti guna menentukan langkah penyelidikan dalam kasus ini.

Diketahui bahwa Budi Dalton dilaporkan karena pernyataan yang menyebut miras memiliki arti minuman Rasullulah. Padahal, arti sebenarnya dari miras adalah minuman keras.

Soal pernyataan minuman Rasulullah itu disampaikan Budi  dalam akun youtube miliknya Budi Dalton Channel. Ia bicara dalam acara “NGOBAT” di mana acara tersebut diikuti oleh Komedian Sule dan Mang Saswi. Sule dan Mang Saswi pun ikut tertawa setelah mendengar hal tersebut.

"Miras, kan minuman Rasulullah," kata Budi Dalton dalam potongan video tersebut.

Usai videonya viral, Budi Dalton langsung menyampaikan permohonan maaf melalui video yang diunggah akun YouTube MALAHMANDAR TV.

"Bagi yang pernah menonton potongan film itu sekali lagi saya minta maaf, video itu saya buat kurang lebih 3 tahun lalu dan saat itu saya sudah membuat beberapa klarifikasi," ucap Budi Dalton.

"Saya mohon maaf kepada siapa pun yang tersinggung saya akan bisa menjelaskannya sedetail apa pun," ujar dia.

Baca juga: Penista Agama Diancam Penjara 5 Tahun dalam Draf Final RKUHP






Bareskrim Polri Tetapkan Empat Tersangka Perorangan dalam Kasus Gagal Ginjal Akut Anak

18 jam lalu

Bareskrim Polri Tetapkan Empat Tersangka Perorangan dalam Kasus Gagal Ginjal Akut Anak

Penyidik menetapkan empat tersangka perorangan dalam kasus gagal ginjal akut yang kaitannya dengan korporasi. Kemudian telah dilakukan penahanan.


Curigai Ada yang Biayai Anton Gobay, Kabareskrim: Kami akan Telusuri Duitnya Dari Mana

5 hari lalu

Curigai Ada yang Biayai Anton Gobay, Kabareskrim: Kami akan Telusuri Duitnya Dari Mana

Kabareskrim Komjen Agus Andrianto mengatakan pihaknya menindaklanjuti kasus penangkapan WNI tersebut dengan menelusuri sumber keuangan Anton Gobay.


Bareskrim Polri Menunggu Status P21 Berkas Ismail Bolong dari Kejaksaan Agung

10 hari lalu

Bareskrim Polri Menunggu Status P21 Berkas Ismail Bolong dari Kejaksaan Agung

Sampai dengan saat ini Bareskrim Polri masih menunggu jawaban dari JPU terkait kelengkapan berkas perkara P21 dari tersangka Ismail Bolong.


Kasus Gagal Ginjal Akut pada Anak, Bareskrim Polri Serahkan Berkas Perkara PT Afi Farma ke Kejaksaan

10 hari lalu

Kasus Gagal Ginjal Akut pada Anak, Bareskrim Polri Serahkan Berkas Perkara PT Afi Farma ke Kejaksaan

Bareskrim Polri telah menyerahkan berkas kasus gagal ginjal akut pada anak ke Kejaksaan Agung dengan tersangka korpasi PT Afi Farma.


Kabareskrim Tegaskan Bakal Lanjutkan Kasus Kekerasan Seksual di Kemenkop UKM

11 hari lalu

Kabareskrim Tegaskan Bakal Lanjutkan Kasus Kekerasan Seksual di Kemenkop UKM

Komjen Agus Andrianto mengatakan Polri melanjutkan penyelidikan kasus dugaan kekerasan seksual yang dialami pegawai Kemenkop UKM


Kominfo Blokir Situs dan Grup Facebook Berisi Jual Beli Organ, Ini Kronologinya

15 hari lalu

Kominfo Blokir Situs dan Grup Facebook Berisi Jual Beli Organ, Ini Kronologinya

Kementerian Kominfo telah memutus akses ke tujuh situs dan lima grup media sosial yang memuat konten jual beli organ tubuh manusia.


Bareskrim Polri Limpahkan Berkas Kasus Ismail Bolong Hari Ini

21 hari lalu

Bareskrim Polri Limpahkan Berkas Kasus Ismail Bolong Hari Ini

Agus Andrianto yang namanya disebut-sebut dalam video tersebut membantah ia menerima uang dari Ismail Bolong.


Bareskrim Polri Kembali Tetapkan Tersangka Kasus Gagal Ginjal Akut

21 hari lalu

Bareskrim Polri Kembali Tetapkan Tersangka Kasus Gagal Ginjal Akut

Ahmad menyebut Polri masih akan terus melakukan pengejaran terhadap para tersangka kasus gagal ginjal akut.


Dirut PT Taspen Antonius Kosasih Dalam Sorotan Kamaruddin Simanjuntak, Ini Profilnya

22 hari lalu

Dirut PT Taspen Antonius Kosasih Dalam Sorotan Kamaruddin Simanjuntak, Ini Profilnya

Kamaruddin Simanjutak menyebut ribuan foto asusila dan ratusan triliun untuk dana capres 2024 yang dikelola Dirut PT Taspen Antonius Kosasih.


Polisi Gadungan Berkaos Bareskrim Pakai Uang Hasil Merampas Motor untuk Foya-foya

24 hari lalu

Polisi Gadungan Berkaos Bareskrim Pakai Uang Hasil Merampas Motor untuk Foya-foya

Tiga polisi gadungan tersebut negatif narkoba. Uang hasil merampas motor saat razia ilegal digunakan untuk foya-foya.