Bareskrim Polri Buru Pemilik CV Samudra Chemical, Pemasok Bahan Obat Sirup Gagal Ginjal Akut pada Anak

Editor

Febriyan

Kuasa Hukum PT Universal Pharmaceutical Industries (UPI), Hermansyah Hutagalung memberikan keterangan ihwal pemeriksaan kliennya soal gagal ginjal akut pada anak, Kamis 10 November 2022. Tempo/Hamdan C Ismail

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri mengatakan masih terus memburu pemilik CV Samudra Chemical berinisial E yang kabur setelah perusahaannya ditetapkan tersangka dalam kasus gagal ginjal akut pada anak atau gagal ginjal akut progresif atipikal (GGAPA) pada Kamis, 17 November 2022. E disebut telah kabur sejak pekan lalu.

“Pemilik CV Samudra Chemical belum diketahui keberadaannya. Tetapi kami sudah geledah dan menemukan barang bukti. Barang bukti pengoplosannya ya,” kata Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Pipit Rismanto saat dihubungi, Jumat, 18 November 2022.

Pipit mengatakan pihaknya telah menaikkan penyidikan untuk menetapkan perusahaan tersebut sebagai tersangka. Ia menuturkan kepolisian telah melakukan penggeledahan dan menemukan 42 drum Propilen Glikol (PG) yang ternyata mengandung Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) melebih ambang batas. 

Sebelumnya Pipit meyatakan telah menyegel dua perusahaan tersebut dan menghentikan operasionalnya.

“Iya (sudah disegel) dan polisi sudah memasang police line,” kata Pipit Kamis kemarin. 

CV Samudra merupakan satu dari dua perusahaan yang telah ditetapkan Bareskrim Mabes Polri sebagai tersangka dalam kasus gagal ginjal akut pada anak pada Kamis, 17 November 2022. Perusahaan yang beroperasi di Depok, Jawa Barat itu disebut sebagai pemasok Propilen Glikol yang digunakan untuk bahan baku pembuatan obat sirup oleh PT Afi Farma, perusahaan tersangka lainnya. 

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan bahwa Propilen Glikol yang dipasok CV Samudra Chemical inilah yang menyebabkan obat sirup produksi PT Afi Farma mengandung Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) yang melebihi ambang batas aman. Kedua kandungan bahan ini disebut Kementerian Kesehatan sebagai pemicu kasus gagal ginjal akut pada anak. 

Dedi menyatakan PT Afi Farma juga turut bersalah dalam kasus ini karena tak melakukan pengujian terhadap bahan baku yang dipasok oleh CV Samudra.

“PT A hanya menyalin data yang diberikan oleh suplier tanpa dilakukan pengujian dan quality control untuk memastikan bahan tersebut dapat digunakan untuk produksi,” kata Dedi dalam keterangan resminya, Kamis, 17 November 2022.

Selain CV Samudra Chemical dan PT Afi Farma, terdapat dua perusahaan lainnya yang juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, yaitu PT Yarindo Farmatama dan PT Universal Pharmaceutical Industri sebagai tersangka. Akan tetapi penanganan kasus kedua perusahaan itu dilakukan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan.

EKA YUDHA SAPUTRA | FEBRIYAN | MUH RAIHAN MUZAKKI






Polda Metro Jaya Sita Ratusan Ribu Obat Palsu dan Ilegal, Sebelas Orang Ditangkap

1 hari lalu

Polda Metro Jaya Sita Ratusan Ribu Obat Palsu dan Ilegal, Sebelas Orang Ditangkap

Polisi menyita 430 ribu butir obat palsu dan ilegal dari tangan para tersangka


Kasus Gagal Ginjal Akut pada Anak, Bareskrim Polri Serahkan Berkas Perkara PT Afi Farma ke Kejaksaan

8 hari lalu

Kasus Gagal Ginjal Akut pada Anak, Bareskrim Polri Serahkan Berkas Perkara PT Afi Farma ke Kejaksaan

Bareskrim Polri telah menyerahkan berkas kasus gagal ginjal akut pada anak ke Kejaksaan Agung dengan tersangka korpasi PT Afi Farma.


Ahli Ingatkan Bahaya Pakai Bahan Daur Ulang Cacahan Polikarbonat untuk Kemasan Air Minum

8 hari lalu

Ahli Ingatkan Bahaya Pakai Bahan Daur Ulang Cacahan Polikarbonat untuk Kemasan Air Minum

Berikut runutan peristiwa bagaimana bahan polikarbonat diolah menjadi kemasan dan pada titik mana berpotensi membahayakan kesehatan karena terjadi lepasan BPA.


Jamin Kulineran Aman, Pasar Tradisional Yogyakarta Dilengkapi Laboratorium Mini

10 hari lalu

Jamin Kulineran Aman, Pasar Tradisional Yogyakarta Dilengkapi Laboratorium Mini

Keamanan pangan jadi satu hal serius menimbang Kota Yogyakarta merupakan destinasi prioritas wisatawan nusantara.


BPOM, GAPMMI dan Mayora Berkolaborasi, Hadirkan Edukasi Pengawasan Produk

11 hari lalu

BPOM, GAPMMI dan Mayora Berkolaborasi, Hadirkan Edukasi Pengawasan Produk

Expo bertujuan untuk mengajak generasi muda melek wawasan mengenai pengawasan obat dan makanan


Wong Solo Group Ditunjuk jadi Penyedia Katering Makanan untuk Umrah dan Haji

16 hari lalu

Wong Solo Group Ditunjuk jadi Penyedia Katering Makanan untuk Umrah dan Haji

Berbagai produk unggulan dari Wong Solo Group akan disajikan bagi jemaah haji dan umrah yang Indonesia maupun Asia di Tanah Suci.


Bareskrim Polri Kembali Tetapkan Tersangka Kasus Gagal Ginjal Akut

19 hari lalu

Bareskrim Polri Kembali Tetapkan Tersangka Kasus Gagal Ginjal Akut

Ahmad menyebut Polri masih akan terus melakukan pengejaran terhadap para tersangka kasus gagal ginjal akut.


Kasus Chiki Ngebul, Pengamat Sebut Perlu Penguatan Sistem Pengawasan

19 hari lalu

Kasus Chiki Ngebul, Pengamat Sebut Perlu Penguatan Sistem Pengawasan

Dicky Budiman mengatakan maraknya kasus keracunan Chiki Ngebul yang belakangan terjadi disebabkan lemahnya sistem pengawasan kesehatan


Marak Peredaran Kosmetik Ilegal, Begini Cara Mengetahuinya

22 hari lalu

Marak Peredaran Kosmetik Ilegal, Begini Cara Mengetahuinya

Kosmetik ilegal banyak diperdagangkan di pasaran sehingga sangat berbahaya karena mengancam kesehatan masyarakat. Cek cara mengetahuinya.


Unair Kirim 1,22 Juta Dosis Vaksin InaVac ke Kemenkes, BPOM Lakukan Pengecekan

25 hari lalu

Unair Kirim 1,22 Juta Dosis Vaksin InaVac ke Kemenkes, BPOM Lakukan Pengecekan

Universitas Airlangga (Unair) mengirimkan sebanyak 1,22 juta dosis vaksin InaVac ke Kementerian Kesehatan yang siap digunakan untuk masyarakat.