Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Kompolnas Harap Ada Pembelajaran di Kasus Anak Petani Sempat Digagalkan Jadi Casis Bintara Polri

image-gnews
Komisioner Kompolnas Poengky Indarti saat di Istana Negara pada Jumat 14 Agustus 2022. Tempo/Hamdan C Ismail
Komisioner Kompolnas Poengky Indarti saat di Istana Negara pada Jumat 14 Agustus 2022. Tempo/Hamdan C Ismail
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengapresiasi Polri yang kembali meloloskan Sulastri Irwan menjadi Calon Siswa (Casis) Bintara Polri Gelombang II 2022. Nama Sulastri sempat viral di media sosial, karena ia merupakan seorang anak petani di Maluku Utara yang gagal masuk Polri karena digantikan orang lain. Saat itu Polda Maluku menggunakan dalih faktor usia untuk mencoret nama Sulastri.

Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti mengungkapkan sambutan baiknya terhadap Koprs Bhayangkara yang memberi kesempatan kepada Sulastri Irwan dan Rahima Melani bergabung di Bintara Polri.

"Kompolnas turut gembira dan menyambut baik kebijakan yang diberikan untuk menerima kembali Sulastri Irwan menjadi Casis Polwan Polda Maluku Utara, bersama-sama dengan Rahima Melani Hanafi untuk mengikuti pendidikan pembentukan Bintara Polwan yg berasal dari Polda Maluku Utara," kata Poengky dalam keterangan tertulis yang dibagikan Rabu 16 November 2022.

Meski begitu, Poengky berharap agar cerita Sulastri ini menjadi pembelajaran bagi Polri. Kisah Sulastri sebagai anak petani menjadi Casis ini pun semestinya menjadi pembelajaran bagi Polri.

"Kompolnas berharap masalah ini dapat menjadi pelajaran agar tidak terjadi lagi di kemudian hari," kata dia.

Selain itu, Kompolnas juga turut gembira dan menyambut baik atas kebijakan yang diberikan kepada Sulastri untuk menjadi Casis Polwan Polda Maluku Utara bersama dengan Rahima Melani Hanifa untuk mengikuti pendidikan pembentukan Bintara Polwan yang berasal dari Polda Maluku Utara.

"Kebijakan penambahan kuota ini sejalan dengan dorongan Kompolnas kepada Mabes Polri. Kebijakan untuk menerima Saudari Sulastri dan Saudari Rahima agar dapat bersama-sama sekolah di Sepolwan merupakan kebijakan yang sangat baik," tuturnya.

Selain itu, ia berharap kepada keduanya itu dapat menimba ilmu dengan baik dan mengamalkan ilmunya dalam pelaksanaan tugas di Maluku Utara untuk dapat melayani, mengayomi, melindungi masyarakat dan menegakkan hukum demi terjaganya harkamtibmas yang lebih baik di Maluku Utara.



Sulastri rangking tiga dalam Diktuk Bintara Polri

Sebelumnya, Sulastri Irwan sempat viral yang merupakan anak petani tiba-tiba dinyatakan gagal menjadi Polwan padahal sebelumnya telah dinyatakan lulus. Awalnya kabar simpang siur menyebutkan posisi Sulastri digantikan oleh seorang keponakan perwira polisi berpangkat AKBP.

Padahal saat itu Sulastri keluar sebagai rangking III di Diktuk Bintara Polri Gelombang II Tahun Anggaran 2022.

Polda Maluku Utara pun akhirnya meloloskan seorang Calon Siswa atau Casis Polwan Bintara Polri Gelombang ll 2022 bernama Sulastri Irwan untuk mengikuti pendidikan setelah sempat tidak lolos, kabarnya lantaran faktor usia.

Dilansir dari Antara, Kapolda Maluku Utara Irjen Midi Siswoko meminta maaf kepada Sulastri dan pihak keluarga. Ia mengaku hal ini merupakan kesalahannya dan bukan kesalahan anggota atau panitia.

Maka dari itu Irjen Midi Siswoko meminta maaf lantaran telah menggugurkan Casis pendidikan pembentukan Bintara melalui jalur kompetensi khusus bidang yang telah lulus pada tahap penetapan akhir dan menggantikan dengan peserta lain.

Baca: Setelah Viral Polda Maluku Utara Loloskan Casis Polwan yang Sebelumnya Digugurkan, Midi Siswoko Minta Maaf ke Sulastri

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Sebelum Firli Bahuri Jadi Tersangka, Kompolnas Harapkan Ini dari Polda Metro Jaya

6 hari lalu

Ketua KPK Firli Bahuri menaiki mobil seusai menjalani pemeriksaan dugaan kasus pemerasan terhadap Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Mabes Polri, Jakarta, Kamis, 16 November 2023. Usai pemeriksaan, Firli Bahuri menutupi wajahnya dengan tas hitam guna menghindar dari wartawan. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Sebelum Firli Bahuri Jadi Tersangka, Kompolnas Harapkan Ini dari Polda Metro Jaya

Saat itu beberapa saat sebelum Polda Metro Jaya akhirnya mengumumkan penetapan Firli Bahuri sebagai tersangka tindak pidana korupsi.


Koalisi Sipil Desak Bawaslu Usut Dugaan Polisi Memasang Baliho Prabowo-Gibran di Jatim

17 hari lalu

Ilustrasi pemilu. REUTERS
Koalisi Sipil Desak Bawaslu Usut Dugaan Polisi Memasang Baliho Prabowo-Gibran di Jatim

Koalisi Masyarakat Sipil Untuk Pemilu Demokratis mendesak Bawaslu, Kompolnas, dan Komnas HAM untuk menyelidiki dugaan keterlibatan polisi dalam pemasangan baliho Prabowo-Gibran di Jawa Timur.


Kompolnas Awasi Langsung Pengamanan Pendaftaran Peserta Pemilu 2024 Hari Pertama

39 hari lalu

Komisioner Kompolnas Pudji Hartanto Iskandar. Foto: Istimewa
Kompolnas Awasi Langsung Pengamanan Pendaftaran Peserta Pemilu 2024 Hari Pertama

Kompolnas turun langsung melakukan monitoring terhadap pengamanan agenda pendaftaran calon peserta Pilpres 2024. Begini responsnya.


Kompolnas Nilai Kasus Dugaan Pemerasan oleh Pimpinan KPK Sebaiknya Ditangani Bareskrim

49 hari lalu

Anggota Kompolnas Yusuf Warsyim kunjungi Polda Sumut. ANTARA/HO
Kompolnas Nilai Kasus Dugaan Pemerasan oleh Pimpinan KPK Sebaiknya Ditangani Bareskrim

Kompolnas menilai penanganan kasus dugaan pemerasan oleh pimpinan KPK terhadap SYL sebaiknya ditangani oleh Bareskrim, bukan di Polda Metro Jaya.


Kasus Syahrul Yasin Limpo dalam Sorotan IPC-ICW-Kompolnas

49 hari lalu

Syahrul Yasin Limpo dan Firli Bahuri . ANTARA, TEMPO
Kasus Syahrul Yasin Limpo dalam Sorotan IPC-ICW-Kompolnas

Kasus Syahrul Yasin Limpo disorot IPC, ICW, dan Kompolnas. Apa yang mereka sorot?


Kompolnas Akan Awasi Penanganan Kasus Dugaan Pemerasan terhadap SYL: Agar Tak Mandek dan Transparan

49 hari lalu

Anggota Kompolnas Yusuf Warsyim kunjungi Polda Sumut. ANTARA/HO
Kompolnas Akan Awasi Penanganan Kasus Dugaan Pemerasan terhadap SYL: Agar Tak Mandek dan Transparan

Kompolnas memastikan akan turut mengawasi penanganan kasus dugaan pemerasan mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL)


PilNet Kutuk Tindakan Polisi Tembaki Warga Bangkal Kalteng, 1 Korban Jiwa dan 2 Luka Berat

52 hari lalu

Ilustrasi penembakan. Haykakan.top
PilNet Kutuk Tindakan Polisi Tembaki Warga Bangkal Kalteng, 1 Korban Jiwa dan 2 Luka Berat

Polisi melakukan tindakan represif pada warga Bangkal yang memakan korban jiwa 1 meninggal dunia di lokasi dan 2 warga luka berat peluru tajam.


5 Fakta Kapolsek Komodo Aniaya Satpam Bank di NTT

15 September 2023

Kapolsek Komodo Ajun Komisaris Polisi Ivans Djarat (kiri) berdamai dengan sekuriti Bank BRI Unit Nggorang bernama Guido Andre Sandi setelah insiden penganiayaan di ATM KCU Nggorang, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, 13 September 2023 [istimewa]
5 Fakta Kapolsek Komodo Aniaya Satpam Bank di NTT

Kapolsek Kompdo Ivans Djarat menganiaya seorang satpam bank di NTT gegara ditegur memakai helm saat di ATM. Berikut sederet faktanya.


Kapolsek Komodo Aniaya Satpam Bank, Ini Kata Kompolnas dan Kapolres Manggarai Barat

15 September 2023

Ilustrasi penganiayaan
Kapolsek Komodo Aniaya Satpam Bank, Ini Kata Kompolnas dan Kapolres Manggarai Barat

Kapolsek Komodo menganiaya satpam bank di NTT menuai reaksi Kompolnas dan Kapolres Manggarai Barat. Ini kata mereka.


Kompolnas Nilai Kapolsek Komodo Pemukul Sekuriti Bank Mesti Dinonaktifkan Sebelum Proses Etik

15 September 2023

Kapolsek Komodo Ajun Komisaris Polisi Ivans Djarat (kiri) berdamai dengan sekuriti Bank BRI Unit Nggorang bernama Guido Andre Sandi setelah insiden penganiayaan di ATM KCU Nggorang, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, 13 September 2023 [istimewa]
Kompolnas Nilai Kapolsek Komodo Pemukul Sekuriti Bank Mesti Dinonaktifkan Sebelum Proses Etik

Meski Kapolsek Komodo dan sekuriti sepakat berdamai, proses etik tetap berjalan.