Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Jokowi Jawab Kemungkinan Capres Pilihannya Sama dengan Megawati

image-gnews
Presiden Jokowi saat menganugerahkan gelar pahlawan nasional di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 7 November 2022. Tokoh keempat, K.H. Ahmad Sanusi yang berasal dari Jawa Barat, ia adalah tokoh pendidikan yang juga terjun di politik, namanya mulai dikenal saat membela nama baik Sarekat Islam (SI) pada tahun 1913, ia juga masuk dalam salah satu anggota BPUPKI dengan berkontribusi memasuki konsep imamat (Demokrasi). TEMPO/Subekti
Presiden Jokowi saat menganugerahkan gelar pahlawan nasional di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 7 November 2022. Tokoh keempat, K.H. Ahmad Sanusi yang berasal dari Jawa Barat, ia adalah tokoh pendidikan yang juga terjun di politik, namanya mulai dikenal saat membela nama baik Sarekat Islam (SI) pada tahun 1913, ia juga masuk dalam salah satu anggota BPUPKI dengan berkontribusi memasuki konsep imamat (Demokrasi). TEMPO/Subekti
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjawab kemungkinan calon presiden atau capres 2024 pilihannya bakal sama dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Menurut Jokowi, hak pemilihan capres bukan dalam wewenangnya. 

"Saya ulangi bahwa namanya capres, cawapres, itu disiapkan oleh partai atau gabungan partai, nanti yang milih rakyat bukan saya," kata Jokowi dalam Perayaan HUT ke-8 Partai Perindo di JCH, Jakarta Pusat, Senin, 7 November 2022.

Atas dasar hal itu, Jokowi kerap mewanti-wanti agar para ketua umum partai politik berhati-hati dalam menentukan capresnya. Sebab menurut Jokowi, seorang presiden nantinya bakal menahkodai 270 juta rakyat Indonesia sehingga partai tak boleh sembrono. 

Wejangan agar partai berhati-hati dalam memilih capres, juga Jokowi sampaikan kepada Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo. 

"Milih capresnya hati-hati, milih cawapresnya hati-hati, tetapi kalau bisa jangan terlambat deklarasi juga. Biasanya Pak Hary ini kalau dengan saya sering bisik-bisik, 'Pak capresnya Perindo milih ini gimana menurut bapak?' saya sampaikan terserah Perindo," kata Jokowi. 

Sebelum di Partai Perindo, Jokowi juga pernah mengeluarkan wanti-wanti serupa saat menghadiri acara Partai Golkar. Jokowi menyebut Golkar adalah partai yang sudah matang, punya pengalaman malang melintang, dan banyak makan asam garam dalam perpolitikan Indonesia selama 58 tahun sehingga akan bertindak dengan hati-hati dalam menentukan capres. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Saya yakin, saya yakin, saya yakin Golkar akan dengan cermat, akan dengan teliti, akan dengan hati-hati, tidak sembrono dalam mendeklarasikan calon presiden dan wakil presiden 2024," kata Jokowi. 

Terakhir, imbauan agar partai politik segera mengumumkan capres juga dilakukan saat Jokowi menghadiri acara PDIP. Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto.

"Persoalan capres dan cawapres itu nanti tiba momentumnya. Dan Pak Jokowi pun berpesan jangan lama-lama, maksudnya jangan mendekati Oktober (2023)," ujar Hasto.

M JULNIS FIRMANSYAH 

Baca: Persaingan Jelang Pemilu 2024, Jokowi: Jangan Saling Menjatuhkan, Kalau Bisa Saling Memuji

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Cak Imin Akui Telah Bertemu Utusan Megawati Bahas Koalisi di Pilkada

3 jam lalu

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-26 sekaligus pembukaan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Selasa, 23 Juli 2024. TEMPO/Savero Aristia Wienanto
Cak Imin Akui Telah Bertemu Utusan Megawati Bahas Koalisi di Pilkada

Cak Imin membenarkan telah bertemu dengan utusan Megawati membahas koalisi di sejumlah pilkada.


Cak Imin Bangga Suara PKB Meningkat Pesat di Pemilu 2024 Padahal Cuma Punya 2 Menteri di Kabinet

6 jam lalu

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-26 sekaligus pembukaan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Selasa, 23 Juli 2024. TEMPO/Savero Aristia Wienanto
Cak Imin Bangga Suara PKB Meningkat Pesat di Pemilu 2024 Padahal Cuma Punya 2 Menteri di Kabinet

Cak Imin menyebut keterbatasan 2 kursi menteri di kabinet Presiden Joko Widodo atau Jokowi tetap bisa membuat PKB bertahan.


Sikap PDIP setelah Gerindra Usung Ahmad Luthfi di Pilgub Jateng

6 jam lalu

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Ahmad Luthfi ANTARA/ I.C.Senjaya
Sikap PDIP setelah Gerindra Usung Ahmad Luthfi di Pilgub Jateng

PDIP tidak ingin tergesa-gesa dalam mengusung bakal calon kepala daerah di Pilkada 2024.


Hasto Kristiyanto Sebut Anies Jadi Teman Berdialog PDIP

7 jam lalu

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto saat memberikan keterangan kepada awak media di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Sabtu 20 Juli 2024. ANTARA/Narda Margaretha Sinambela
Hasto Kristiyanto Sebut Anies Jadi Teman Berdialog PDIP

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memberi respons positif tentang Anies Baswedan. Apa jadi isyarat PDIP mendukung Anies di Pilkada Jakarta?


Sederet Elit Partai Politik di Acara Hari Lahir PKB tanpa Jokowi

8 jam lalu

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menyampaikan pidato politik dalam pembukaan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PKB di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Selasa, 23 Juli 2024. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) dengan mengangkat tema
Sederet Elit Partai Politik di Acara Hari Lahir PKB tanpa Jokowi

Para ketua umum partai politik menghadiri hari ulang tahun PKB. Presiden Jokowi tak hadir di acara PKB ini.


CORE Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2024 Melambat jadi 5 Persen: Tak Banyak Berubah 10 Tahun Terakhir

8 jam lalu

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. TEMPO/Tony Hartawan
CORE Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2024 Melambat jadi 5 Persen: Tak Banyak Berubah 10 Tahun Terakhir

CORE memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 secara keseluruhan hanya 4,9 sampai 5 persen. Tak banyak berubah sepuluh tahun terakhir.


Megawati Utus Kader PDIP Temui PKB Bahas Pilkada Jakarta dan Sejumlah Provinsi

9 jam lalu

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto saat memberikan keterangan kepada awak media di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Sabtu 20 Juli 2024. ANTARA/Narda Margaretha Sinambela
Megawati Utus Kader PDIP Temui PKB Bahas Pilkada Jakarta dan Sejumlah Provinsi

PDIP buka peluang berkoalisi PKB pada pilkada di banyak daerah termasuk Pilkada Jakarta. Megawati utus kadernya temui PKB.


Terkini: Kata BPOM Dugaan Roti Aoka dan Okko Mengandung Pengawet Kosmetik, Beda Sikap Luhut dan Sri Mulyani soal Family Office

9 jam lalu

Ilustrasi adonan roti. Tabloidbintang
Terkini: Kata BPOM Dugaan Roti Aoka dan Okko Mengandung Pengawet Kosmetik, Beda Sikap Luhut dan Sri Mulyani soal Family Office

Heboh soal dugaan roti Aoka dan roti Okko menggunakan bahan pengawet kosmetik, zat sodium dehydroacetate, terus menjadi perbincangan publik.


PDIP: Berhati-hati Mengusung Cagub hingga Komunikasi Intens Persiapan Pilkada Banten

10 jam lalu

Logo PDIP
PDIP: Berhati-hati Mengusung Cagub hingga Komunikasi Intens Persiapan Pilkada Banten

PDIP terus menjadi sorotan menjelang Pilkada 2024, bukan hanya soal politik


Presiden Jokowi Didesak Tarik Pasukan TNI-Polri Non-Organik di Papua

10 jam lalu

Kapolres Nduga, AKBP V. J. Parapaga mengatakan situasi di Kabupaten Nduga, Papua kembali aman pasca konflik antar kelompok. Tim keamanan tetap melakukan patroli dan pengawasan di titik-titik rawan sejak Minggu, 18 Februari 2024. Foto: Humas Polda Papua
Presiden Jokowi Didesak Tarik Pasukan TNI-Polri Non-Organik di Papua

Koalisi masyarakat sipil mendesak Presiden Jokowi menarik seluruh pasukan TNI-Polri non-organik di Papua. Pendekatan keamanan dinilai tak efektif.