4 Fakta Persidangan Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf: Permohonan Maaf yang Terlambat, Bantah Cekcok

Terdakwa Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf memasuki ruang sidang dalam sidang kasus pembunuhan Brigadir Nopriasyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu, 2 November 2022. Dalam sidang ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan 12 orang saksi adapun saksi yang hadir keluarga Brigadir J dan kuasa hukumnya. TEMPO/MAGANG/Abdullah Syamil Iskandar

TEMPO.CO, Jakarta - Bripka Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf menjalani sidang lanjutan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat pada Rabu, 2 November 2022. Keduanya berhadapan langsung dengan orang tua Yosua, Samuel Hutabarat dan Rosti Simanjuntak.

Selama persidangan, Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf menyampaikan penyesalan atas perbuatan yang dilakukan bersama Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, dan Bharada E atau Richard Eliezer Pudihang Lumiu. Berikut empat fakta persidangan yang dirangkum Tempo.

1. Permintaan Maaf yang Dianggap Terlambat

Bripka Ricky Rizal meminta maaf secara langsung dan turut berduka cita kepada dua orang tua Brigadir J. Dia mengakui kesalahannya yang tidak mencegah aksi pembunuhan sampai rekan kerjanya tewas.

Kuat Ma;ruf juga menyampaikan hal yang sama, namun membantah ikut terlibat dalam pembunuhan bintara polisi itu. Dia sampai bersumpah atas nama Tuhan bahwa kebenarannya tidak seperti apa yang didakwakan dalam persidangan.

Ibu Brigadir J, Rosti Simanjuntak, mengatakan permintaan maaf tersebut terlambat. Dia menyesalkan sikap para terdakwa yang sampai berbulan-bulan enggan mengakui kesalahan.

2. Bersumpah Tidak Niat Membunuh Brigadir J

Kuat Ma’ruf membantah ikut terlibat merencanakan pembunuhan Brigadir J bersama empat terdakwa lainnya. Dia bersumpah dengan menyebut nama Allah dan pasrah terhadap proses persidangan untuk menentukan salah atau tidak perbuatan dirinya dalam perkara ini.

Baca juga: Di Persidangan, Kuat Ma'ruf Menyatakan Sumpah Tak Ada Niat Bunuh Brigadir J

3. Bantah Cekcok dengan Brigadir J di Magelang

Tim kuasa hukum Kuat Ma’ruf membantah tudingan terhadap kliennya yang menyebutkan sempat ada pertengkaran dengan Brigadir J di rumah Ferdy Sambo di Magelang. Tuduhan itu disampaikan oleh Susi, asisten rumah tangga Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. Kuasa hukum Kuat mengklaim kliennya dengan Brigadir J justru tidak ada masalah dan sempat ngobrol sebelum ke kompleks Duren Tiga Polri saat hari pembunuhan.

4. Hubungan Kuat Ma’ruf dengan Putri Candrawathi Dipertanyakan

Rosti Simanjuntak merasa heran perihal hubungan Kuat Ma’ruf dengan Putri Candrawathi. Alasannya, Kuat dituding mendesak istri Ferdy Sambo itu melapor pada suaminya karena diduga telah dilecehkan oleh Brigadir J.

Padahal, Kuat tidak mengetahui secara pasti kejadian saat di Magelang tersebut. Atas kerumitan ini, Rosti meminta hakim dan jaksa agar memberikan hukuman yang seadil-adilnya bagi para terdakwa.

Baca: Bripka Ricky Rizal Ingin Nyatakan Belasungkawa ke Orang Tua Brigadir J, Hakim: Nanti ya, Setelah Sidang

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Pengacara Chuck Putranto Sebut Tak Ada Bukti Kliennya Perusak DVR CCTV

11 jam lalu

Pengacara Chuck Putranto Sebut Tak Ada Bukti Kliennya Perusak DVR CCTV

Pengacara Chuck Putranto, Daniel Sony Pardede menyebut kliennya bukan pelaku pemusnahan rekaman CCTV yang mengungkap skenario pembunuhan


Upaya Baiquni Wibowo Backup Rekaman CCTV Dianggap Penolakan Perintah Ferdy Sambo

13 jam lalu

Upaya Baiquni Wibowo Backup Rekaman CCTV Dianggap Penolakan Perintah Ferdy Sambo

Tim kuasa hukum mengatakan Baiquni Wibowo tidak pernah menerima langsung perintah dari Ferdy Sambo.


Duplik Baiquni Wibowo Singgung Soal Penyerahan Rekaman CCTV Lingkungan Rumah Dinas Ferdy Sambo

14 jam lalu

Duplik Baiquni Wibowo Singgung Soal Penyerahan Rekaman CCTV Lingkungan Rumah Dinas Ferdy Sambo

Tim kuasa hukum menilai jaksa tak menghargai tindakan Baiquni WIbowo yang menyerahkan rekaman CCTV lingkungan rumah dinas Ferdy Sambo secara sukarela.


Sidang Obsturction of Justice Pembunuhan Brigadir Yosua, Chuck Putranto Akan Ajukan Duplik Hari Ini

16 jam lalu

Sidang Obsturction of Justice Pembunuhan Brigadir Yosua, Chuck Putranto Akan Ajukan Duplik Hari Ini

Terdakwa kasus obstruction of justice pembunuhan Brigadir Yosua, Chuck Putranto, akan mengajukan duplik hari ini.


Babak Akhir Kasus Pembunuhan Berencana Yosua: Vonis Ferdy Sambo 13 Februari

19 jam lalu

Babak Akhir Kasus Pembunuhan Berencana Yosua: Vonis Ferdy Sambo 13 Februari

Sidang kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua segera memasuki babak akhir. Vonis Ferdy Sambo akan dibacakan Senin, 13 Februari.


Jaksa Sebut Kuasa Hukum Enggan Akui Fakta Irfan Widyanto Ambil DVR CCTV Tanpa Izin

2 hari lalu

Jaksa Sebut Kuasa Hukum Enggan Akui Fakta Irfan Widyanto Ambil DVR CCTV Tanpa Izin

JPU mengatakan kuasa hukum terdakwa Irfan Widyanto enggan mengakui fakta bahwa kliennya mengganti DVR CCTV tanpa izin dan surat perintah yang sah


Tak Ajukan Duplik, Kuasa Hukum Irfan Widyanto Minta Hakim Langsung ke Sidang Putusan

2 hari lalu

Tak Ajukan Duplik, Kuasa Hukum Irfan Widyanto Minta Hakim Langsung ke Sidang Putusan

Kuasa hukum Irfan Widyanto tak akan mengajukan jawaban atas replik atau duplik jaksa. Mereka minta sidang lanjut ke pembacaan vonis.


Tak Mau Tanggapi Pleidoi Hendra Kurniawan, Jaksa: Hanya Berisi Perjalanan Karier

2 hari lalu

Tak Mau Tanggapi Pleidoi Hendra Kurniawan, Jaksa: Hanya Berisi Perjalanan Karier

Jaksa menlai pleidoi Hendra Kurniawan hanya berisi penjalanan karinya tanpa membahas soal alat bukti serta unsur pasal yang didakwakan.


Jaksa Sebut Arif Rachman Arifin Tidak Penuhi Unsur Itikad Baik

2 hari lalu

Jaksa Sebut Arif Rachman Arifin Tidak Penuhi Unsur Itikad Baik

Jaksa menyebut tindakan Arif Rachman Arifin tidak memenuhi unsur itikad baik sehingga tak bisa dilepaskan dari tanggung jawab pidana.


Jaksa Sebut Agus Nurpatria Harusnya Berani Tolak Perintah Ferdy Sambo

2 hari lalu

Jaksa Sebut Agus Nurpatria Harusnya Berani Tolak Perintah Ferdy Sambo

Jaksa mengatakan, seharusnya Agus Nurpatria yang berpangkat Kombes berani menolak perintah Ferdy Sambo.