Menkes Pastikan Penyebab Gagal Ginjal Akut Karena Obat Sirup

Editor

Febriyan

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (tengah) didampingi Plt Dirjen Pelayanan Kesehatan Murti Utami (kanan)di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Jumat, 21 Oktober 2022. Kasus gagal ginjal akut itu diduga disebabkan senyawa Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) di atas ambang batas pada obat-obatan yang dikonsumsi. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan fenomena gagal ginjal akut pada anak disebabkan cemaran zat kimia Etilen Glikol (EG ), Dietilen Glikol (DEG), dan Etilen Glikol Butil Eter (EGBE) pada obat sirup. Menurut Budi, kepastian ini dikeluarkan setelah Kementrian Kesehatan melakukan penelitian cukup panjang. 

"Hasilnya kita simpulkan penyebabnya adalah obat-obat kimia yang merupakan cemaran dari pelarut obat itu," ujar Budi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin, 24 Oktober 2022. 

Kemenkes pantau gagal ginjal akut pada anak sejak Agustus 2022

Budi menyatakan pihaknya telah mengamati melonjaknya kasus ini sejak Agustus 2022. Awalnya,  pemerintah menduga kasus gagal ginjal akut pada anak melonjak akibat virus, bakteri, atau parasit. Salah satu bakteri yang dapat menyebabkan gagal ginjal itu, kata Budi, adalah leptospira. 

Kementerian Kesehatan kemudian melakukan review patologi untuk mengetahui penyebab pastinya. Berdasarkan review patologi tersebut, sangat kecil pasien yang terjangkit virus atau bakteri. 

"September kita berkumpul, kita tes patologi dari anak anak yang terkena kasus ini untuk melihat apakah dia terkena virus atau bakteri atau parsit. Hasilnya itu kecil sekali disebabkan virus atau bakteri," ujar Budi. 

Jumlah pasien gagal ginjal akut kemudian mengalami lonjakan pada September 2022, yakni mencapai 78 orang. Pada awal bulan ini, jumlah pasen pun bertambah menjadi 141 orang. Budi mengatakan sebagian besar pasien yang mengalami gagal ginjal berusia di bawah lima tahun. 

Berdasarkan hasil pengecekan terhadap semua pasien, menurut Budi Gunadi Sadikin, tidak ditemukan adanya bakteri. Kemenkes kemudian mengembangkan dugaan gagal ginjal akun anak karena terpapar Covid-19. Namun, setelah dicek, kurang dari satu persen pasien yang terpapar Covid-19.

Mulai terang setelah kabar dari WHO

"Kita baru agak terang saat WHO mengeluarkan surat edaran 5 Oktober, warning, terjadi kasus yang mirip di Gambia, penyebabnya adalah zat kimia yang ada di pelarut obat-obatan," ujar Budi. 

Budi mengatakan pihaknya kemudian melakukan analisa toksikologi terhadap 10 anak. Hasil pemeriksaan darah mengonfirmasi 7 dari 10 anak gagal ginjal akut positif mengandung EG, DEG, dan EGBE. Untuk lebih memastikan temuan itu, Budi mengatakan pihaknya melakukan biopsi terhadap jasad anak yang meninggal karena gagal ginjal akut. 

"Apakah ada ciri-ciri kerusakan ginjal yang disebabkan zat kimia ini. Kita cek, 100 persen memang terjadi kerusakan ginjal sesuai ciri-ciri yang disebabkan obat kimia ini," kata Budi. 

Pihak Kemenkes kemudian juga mendatangi rumah para pasien gagal ginjal akut dan mengambil obat-obatan yang dikonsumsi pasien. Hasilnya, sebagian besar obat itu mengandung senyawa EG, DEG, dan EGBE.

Kini Kemenkes sudah menarik izin peredaran lebih dari 1.100 obat sirup yang diduga menjadi penyebab gagal ginjal akut pada anak. Budi mengatakan masih menunggu dari BPOM melakukan penelitian terhadap obat-obatan tersebut. 

"Nanti sore ini kita keluarkan surat untuk rilis. Ada 133 atau 150-an yang memang pelarutnya tidak mengandung bahan berbahaya, kita akan rilis," ujar Budi. 






Daftar Lokasi Vaksinasi Booster Covid-19 di DKI Jakarta, hingga 31 Desember

4 jam lalu

Daftar Lokasi Vaksinasi Booster Covid-19 di DKI Jakarta, hingga 31 Desember

DKI Jakarta tetap membuka pelayanan vaksinasi booster Covid-19 dosis kedua di akhir pekan.


Kasus Harian Covid-19 DKI Jakarta Melonjak, Dinkes: BOR Terkendali

1 hari lalu

Kasus Harian Covid-19 DKI Jakarta Melonjak, Dinkes: BOR Terkendali

Kasus harian Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir kian melonjak. Meski demikian, Bed Occupation Rate (BOR) atau keterisian tempat tidur di rumah sakit DKI Jakarta disebut masih dalam kondisi aman.


Kemenkes Izinkan Vaksin Booster Kedua untuk Lansia, Epidemiolog Ungkap Efektivitasnya

1 hari lalu

Kemenkes Izinkan Vaksin Booster Kedua untuk Lansia, Epidemiolog Ungkap Efektivitasnya

Kementerian Kesehatan berikan lampu hijau vaksin booster kedua Covid-19 untuk lansia berusia 60 tahun ke atas.


Kasus Harian Covid-19 di Cina Melonjak, Lockdown di Mana-mana

1 hari lalu

Kasus Harian Covid-19 di Cina Melonjak, Lockdown di Mana-mana

Kota-kota di Cina semakin banyak yang memberlakukan lockdown lokal menyusul naiknya kasus harian positif Covid-19 yang sampai lebih dari 30 ribu kasus


Anak Batuk dan Demam Tidak Perlu Buru-buru Diberi Obat, Ini Saran Dokter

1 hari lalu

Anak Batuk dan Demam Tidak Perlu Buru-buru Diberi Obat, Ini Saran Dokter

Batuk atau pilek karena virus pada anak bisa sembuh sendiri, dokter memberikan tips merawatnya tanpa obat.


Bareskrim Polri Telusuri Produk Makanan yang Mengandung EG dan DEG

1 hari lalu

Bareskrim Polri Telusuri Produk Makanan yang Mengandung EG dan DEG

Bareskrim telah mengantongi lima perusahaan makanan yang diduga memproduksi makanan yang mengandung EG dan DEG.


BPOM Ungkap Alasan Perusahaan Farmasi Jadi Tersangka Kasus Gagal Ginjal Akut

1 hari lalu

BPOM Ungkap Alasan Perusahaan Farmasi Jadi Tersangka Kasus Gagal Ginjal Akut

Togi menyatakan lima perusahaan tersebut menciptakan larutan obat sebanyak 400 hingga 700 kali di atas ambang batas. Jadi penyebab gagal ginjal akut.


Kasus Gagal Ginjal Akut, Bareskrim Bakal Cegah Pemilik CV Samudra Chemical

2 hari lalu

Kasus Gagal Ginjal Akut, Bareskrim Bakal Cegah Pemilik CV Samudra Chemical

Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus gagal ginjal akut, E saat ini belum ditahan. Keberadaannya masih dicari polisi.


Bareskrim Periksa Kepala Laboratorium BPOM di Kasus Gagal Ginjal Akut

2 hari lalu

Bareskrim Periksa Kepala Laboratorium BPOM di Kasus Gagal Ginjal Akut

Pemeriksaan Kepala Lab BPOM di kasus gagal ginjal akut itu dilakukan pada Rabu kemarin.


Usai Vaksinasi Booster Kedua, Jokowi Langsung Tinjau Lokasi Gempa Cianjur

2 hari lalu

Usai Vaksinasi Booster Kedua, Jokowi Langsung Tinjau Lokasi Gempa Cianjur

Jokowi langsung meninjau lokasi gempa Cianjur, Jawa Barat setelah menerima vaksinasi booster Covid-19 kedua hari ini di Istana Kepresidenan Bogor.