Autopsi 2 Jenazah Korban Tragedi Kanjuruhan Batal, Kapolda Jatim Bantah Intimidasi Keluarga

Polisi melakukan rekonstruksi tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, di Lapangan Mapolda Jawa Timur, Surabaya, Rabu, 19 Oktober 2022. Dalam rekonstruksi itu terdapat 30 adegan penanganan kerusuhan di dalam Stadion Kanjuruhan, Malang yang menewaskan 133 orang. ANTARA FOTO/Didik Suhartono

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Inspektur Jenderal Toni Harmanto membantah polisi mengintimidasi keluarga korban tragedi Kanjuruhan yang akan menjalankan autopsi jenazah.

Sebelumnya, Federasi KontraS menyebut polisi mengintimidasi Devi Athok Yulfitri, 43 tahun warga Desa Krebet Senggrong, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.

Kedua putri Devi, Natasya Deby ramadhani, 16 tahun, dan Nayla Deby Anggraeni, 13 tahun merupakan korban meninggal saat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

Baca juga: Polri Gelar Rekonstruksi Tragedi Kanjuruhan di Mapolda Jatim

Pada 10 Oktober 2022, Devi menandatangani surat kesediaan dan mengizinkan untuk mengautopsi jenazah kedua putrinya. Namun, belakangan Devi membatalkan autopsi pada 17 Oktober 2022.

“Tidak benar (intimidasi). Semua diketahui publik, silakan dikonfirmasikan,” katanya saat mengunjungi sejumlah korban luka insiden Kanjuruhan di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang pada Rabu, 19 Oktober 2022.

Toni yang baru menjabat sebagai Kapolda Jawa Timur itu mengatakan kunjungannya ke korban merupakan bentuk simpati dan duka cita kepada keluarga yang meninggal. Atas nama kepolisian, ia menyampaikan permohonan maaf. Sedangkan proses hukum masih berjalan.  “Autopsi atas persetujuan keluarga. Informasi yang saya peroleh, keluarga belum menghendaki,” katanya.

Toni juga bertakziah ke rumah Andi Setiawan, 33 tahun, korban meninggal ke 133. Toni bertakziah dan bertemu dengan orang tua Andi di kediamannya Jalan Kolonel Sugiono III C Kelurahan Mergosono, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Andi meninggal setelah mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang selama 18 hari.

Baca juga: TGIPF Tragedi Kanjuruhan Sebut Ada Pihak yang Ingin Tutup-Tutupi Kejadian Sebenarnya

EKO WIDIANTO






Komnas HAM Sesalkan Sidang Kasus Tragedi Kanjuruhan Dilaksanakan Tertutup

10 menit lalu

Komnas HAM Sesalkan Sidang Kasus Tragedi Kanjuruhan Dilaksanakan Tertutup

Uli menyebut persidangan tragedi Kanjuruhan memiliki urgensi untuk dijalankan secara terbuka.


Menpora Berharap Arema FC Tak Bubar dan Tetap Bermain di Liga 1

3 jam lalu

Menpora Berharap Arema FC Tak Bubar dan Tetap Bermain di Liga 1

Menpora Zainudin Amali berharap klub Arema FC tetap berlaga di Liga 1 Indonesia 2022-2023.


Liga 1: Ini Sederet Konsekuensi yang Akan Terjadi Bila Arema FC Membubarkan Diri

16 jam lalu

Liga 1: Ini Sederet Konsekuensi yang Akan Terjadi Bila Arema FC Membubarkan Diri

Arema FC kini tengah menimbang opsi terburuk: membubarkan diri. Ada sederet konsekunsi yang akan mengikuti bila pembubaran diri dilakukan.


Buntut Penyerangan Markas Arema FC, Manajemen Klub Singo Edan Pertimbangkan untuk Bubar

23 jam lalu

Buntut Penyerangan Markas Arema FC, Manajemen Klub Singo Edan Pertimbangkan untuk Bubar

Manajemen Arema FC akan mempertimbangkan untuk mengambil keputusan bubar jika dianggap tidak kondusif.


Reaksi Manajemen Arema FC Soal Demo Aremania yang Berujung Ricuh

1 hari lalu

Reaksi Manajemen Arema FC Soal Demo Aremania yang Berujung Ricuh

Manajemen Arema FC menyatakan membuka ruang dialog dengan para pendukung klub yang biasa disebut Aremania.


Demonstrasi Aremania Berujung Ricuh, Markas Arema FC Rusak karena Dilempari

1 hari lalu

Demonstrasi Aremania Berujung Ricuh, Markas Arema FC Rusak karena Dilempari

Demonstrasi para pendukung Arema FC, Aremania, di depan kantor klub pada Minggu siang, 29 Januari 2023, berujung ricuh.


Koalisi Masyarakat Sipil Berharap Agar Seluruh Pelaku Mutilasi 4 Warga Papua Bisa Dihukum Berat

1 hari lalu

Koalisi Masyarakat Sipil Berharap Agar Seluruh Pelaku Mutilasi 4 Warga Papua Bisa Dihukum Berat

Koalisi Masyarakat Sipil menilai vonis yang dijatuhkan kepada salah satu pelaku mutilasi 4 warga Papua merupakan angin segar bagi keluarga korban.


Bus Pemain Persis Solo Dilempari di Tangerang, Gibran Langsung Colek Kapolri

2 hari lalu

Bus Pemain Persis Solo Dilempari di Tangerang, Gibran Langsung Colek Kapolri

Menurut Gibran, pelemparan ke bus pemain Persis Solo terjadi karena polisi tidak tegas dalam kasus Tragedi Kanjuruhan


Polri Gelar Kursus Manajemen Pengamanan Stadion, Instruktur dari Inggris dan Skotlandia

3 hari lalu

Polri Gelar Kursus Manajemen Pengamanan Stadion, Instruktur dari Inggris dan Skotlandia

Polri menggelar kurus manajemen pengamanan stadion dengan instruktur dari Inggris dan Skotlandia.


PKS Sebut Kericuhan PT GNI Merupakan Dampak Nyata UU Cipta Kerja

5 hari lalu

PKS Sebut Kericuhan PT GNI Merupakan Dampak Nyata UU Cipta Kerja

PKS menyatakan kericuhan PT GNI merupakan dampak dari penerbitan UU Cipta Kerja.