Bongkar Kasus Pemalsuan Situs, Dua Mahasiswa Unair Diundang ke Markas FBI

Dua mahasiswa magister Ilmu Kepolisian Universitas Airlangga (Unair) Eko Mangku Cipto dan Harianto Rantesalu diundang oleh FBI karena membantu membongkar kasus scampage atau pemalsuan belasan situs milik pemerintah Amerika Serikat untuk menyalahgunakan dana bantuan Covid-19 yang terjadi April 2021. Foto: Unair.ac.id

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat mengundang dua mahasiswa magister Ilmu Kepolisian Universitas Airlangga (Unair) ke markas besar Federal Bureau Investigation alias FBI di Cleveland, Ohio. Mereka adalah Eko Mangku Cipto dan Harianto Rantesalu.

Kedua mahasiswa ini berhasil membongkar kasus DMV Website Scampage. Kasus ini melibatkan dua WNI yang memalsukan situs resmi pemerintah Amerika Serikat untuk mengoleksi data pribadi warga di sana. Data ini disinyalir digunakan untuk mendapatkan dana bantuan Covid-19 dan dijual demi mendapatkan profit.

Saat singgah ke markas FBI, Eko dan Harianto menjelaskan teknik penyelidikan dan penyidikan terhadap dua tersangka kasus pemalsuan situs. Eko menyebut kasus ini melibatkan dua institusi, yakni FBI dan Polda Jawa Timur melalui tim siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus).

“Menurut Kapolda Jatim, Nico Afinta, mengatakan bahwa data pribadi tersebut digunakan untuk mencairkan dana Pandemic Unemployment Assistance (PUA) atau dana bantuan untuk pengangguran warga Amerika senilai US$ 2 ribu tiap data dan untuk dijual lagi seharga US$ 100 per satu data orang,” kata Eko dilansir dari situs Unair, Senin, 11 Oktober 2022.

Eko dan Harianto turut mendapatkan informasi ihwal data yang didapatkan tersangka. Data ini ditarik melalui percakapan Whatsapp dan Telegram dengan jumlah sekitar 30 ribu data.

Tersangka Kantongi Ratusan Juta Rupiah

Kasus ini scamming ini berhasil diungkap oleh Tim Siber Direktorat Kriminal Khusus Polda Jawa Timur pada Maret 2021. Mengutip laman resmi Polda Jatim, kasus ini berawal saat penyidik meggerebek tersangka di kamar nomo 902 Hotel Quest, Wonorejo, Tegalsari, Kota Surabaya pada 1 Maret 2021.

Polisi menangkap dua tersangka berinisial SFR (penyebar scampage) dan MZMSBP (pembuat scampage). Adapun korban ialah orang-orang yang mengisi data pribadinya ke dalam scampage/website palsu, khususnya Warga Negara Amerika.

Polisi menjelaskan kedua tersangka melakukan perbuatannya karena diminta tersangka S, warga negara India, yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Pelaku melakukan ini dibayar dengan mata uang Krypto Bitcoin oleh S.

Keuntungan yang telah diterima oleh tersangka SFR selama melakukan perbuatan tersebut sekitar US$ 30 ribu atau sekitar Rp 420 juta. Sedangkan keuntungan yang diraih MZMSBP di atas Rp 60 juta.

Adapun website resmi milik pemerintahan negara Amerika yang dipalsukan sebanyak 14 laman, di antaranya yaitu: www.dmv.ca.ov, milik Department of Motor Vehicles negara bagian California; www.bmv.ohio.gov, laman Bureau Of Motor Vehicles negara bagian Ohio; www.dmv.ny.gov, website Department of Motor Vehicles negara bagian New York.

Ada juga situs www.oresan.gov, milik Department of Motor Vehicles negara bagian Oregon; www.dmv.ri.gov, laman Department of Motor Vehicles negara bagian Rhode Island; dan www.doa.alaska.gov, website Department of Vehicles negara bagian Alaska Amerika Serikat.

 

Baca juga: Penyandang Tunadaksa, Umar Lulus S2 Unair Tercepat dengan Beasiswa LPDP

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Penangkapan Petani Banyuwangi, Polisi Tuding Menyebarkan Kabar Bohong Pemicu Bentrok

17 jam lalu

Penangkapan Petani Banyuwangi, Polisi Tuding Menyebarkan Kabar Bohong Pemicu Bentrok

Polisi menjelaskan alasan menangkap tiga petani Desa Pakel, Kabupaten Banyuwangi, Mulyadi, Suwarno dan Untung, pada Jumat malam pekan lalu.


AS Beri Pengarahan 40 Negara tentang Insiden Balon Mata-mata China

20 jam lalu

AS Beri Pengarahan 40 Negara tentang Insiden Balon Mata-mata China

Balon mata-mata ini dianggap AS sebagai bagian dari armada udara China yang telah melanggar kedaulatan negara lain.


AS: Beijing Tolak Telepon Pentagon sebelum Balon Mata-Mata Cina Ditembak Jatuh

23 jam lalu

AS: Beijing Tolak Telepon Pentagon sebelum Balon Mata-Mata Cina Ditembak Jatuh

insiden balon mata-mata Cina telah meningkatkan ketegangan antara Beijing dan Washington hingga Menlu AS Antony Blinken membatalkan perjalanan


Amerika Serikat Bantah Sanksi terhadap Damaskus Halangi Bantuan Gempa Suriah

1 hari lalu

Amerika Serikat Bantah Sanksi terhadap Damaskus Halangi Bantuan Gempa Suriah

Amerika Serikat membantah laporan yang menyebut sanksi terhadap Damaskus menghambat pengiriman bantuan kemanusiaan untuk gempa Suriah


Beyonce Umumkan Tur Dunia Bawakan Album "Renaissance", Ini Lokasi dan Jadwalnya

1 hari lalu

Beyonce Umumkan Tur Dunia Bawakan Album "Renaissance", Ini Lokasi dan Jadwalnya

Beyonce telah mengumumkan akan melakukan tur dunia untuk mempromosikan album barunya "Renaissance" yakni ke di Eropa dan Amerika Utara.


FBI Tangkap Pemimpin Neo-Nazi, Akan Serang Gardu Listrik

1 hari lalu

FBI Tangkap Pemimpin Neo-Nazi, Akan Serang Gardu Listrik

Seorang pemimpin neo-Nazi dan rekannya merencanakan serangan ke jaringan listrik Baltimore, namun digagalkan oleh FBI dengan bantuan seorang informan


Bantah AS, Burkina Faso Klaim Tidak Utamakan Perusahaan Rusia dalam Tambang Emas

2 hari lalu

Bantah AS, Burkina Faso Klaim Tidak Utamakan Perusahaan Rusia dalam Tambang Emas

Pemerintah Burkina Faso menyatakan pemberian izin pertambangan emas kepada Nordgold bukan karena perusahaan itu berasal dari Rusia


Tips Raih Magang Merdeka dan Beasiswa IISMA dari Mahasiswa Unair

2 hari lalu

Tips Raih Magang Merdeka dan Beasiswa IISMA dari Mahasiswa Unair

Simak tips dari mahasiswa Unair yang raih magang dan beasiswa IISMA.


Militer AS Kumpulkan Serpihan Balon Mata-mata China, Republik Nilai Biden Lemah

2 hari lalu

Militer AS Kumpulkan Serpihan Balon Mata-mata China, Republik Nilai Biden Lemah

Militer AS mencari serpihan balon mata-mata China yang ditembak jatuh dalam kisah mata-mata dramatis yang semakin memperkeruh hubungan kedua negara.


19 Tahun Facebook, Begini Mark Zukerberg Mula-mula Rancang Platform Ini

3 hari lalu

19 Tahun Facebook, Begini Mark Zukerberg Mula-mula Rancang Platform Ini

Facebook didirikan oleh Mark Zuckerberg pada 4 Februari 2004. Begini awal mula ia membangun dan kemudian mengembangkan fiturnya.