Ketua Panpel Arema FC Abdul Haris Ikhlas Jadi Tersangka Tragedi Kanjuruhan

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Pada 2021, terdapat insiden ketidaknyamanan terhadap tim Persib Bandung yang diteror oleh para suporter Arema FC. Menanggapi hal tersebut, Haris maju untuk mengungkapkan permintaan maaf secara langsung terkait insiden tersebut. Foto: Arema

TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Bareskrim Polri telah menetapkan enam tersangka tragedi Kanjuruhan. Salah satunya adalah Ketua Panitia Pelaksana atau Panpel Arema FC Abdul Haris.

Menanggapi penetapan dirinya sebagai tersangka, Abdul Haris menyatakan menerima keputusan dari penyidik Polri.

Haris mengatakan ia ikhlas dan menerima penetapan sebagai salah satu tersangka tragedi yang menewaskan 131 orang tersebut. Dia juga menyatakan siap bertanggung jawab.

"Kalau saya dijadikan tersangka, saya pun siap menerima, saya ikhlas. Tanggung jawab ini saya pikul, atas nama kemanusiaan. Saya takut siksa Allah daripada siksa dunia. Tidak apa-apa kalau memang ini adalah takdir saya, musibah yang saya hadapi," kata Haris dalam konferensi pers di Malang, Jumat, 7 Oktober 2022.

Baca juga:  Kapolri: 31 Personel Diduga Langgar Etik di Tragedi Kanjuruhan

Haris menjelaskan, dunia sepak bola selalu menjunjung tinggi sportivitas, yang berarti mampu dan siap untuk mengakui kesalahan yang terjadi. Secara moral, ia menyatakan siap bertanggung jawab dan mengakui kesalahannya atas tragedi tersebut. 

"Ini adalah kesalahan saya. Saya sebagai ketua panpel tidak bisa menyelamatkan, tidak bisa melindungi suporter. Secara moral saya siap dan saya akan mengikuti proses hukum dengan segala risiko yang saya hadapi," ujarnya.

Haris dalam kesempatan itu juga menyampaikan permintaan maaf atas tragedi di Stadion Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 lalu itu. Ia meminta maaf karena tak mampu menangani tragedi kemanusiaan usai pertandingan Arema FC melawan Persebaya itu.

"Kami berduka cita. Kami sangat berkabung atas meninggalnya adik-adik ku, saudara-saudara ku, yang tanpa dosa, mereka meregang nyawa. Saya mohon maaf," katanya.

Kuasa hukum Abdul Haris, Taufik Hidayat mengatakan, pascatragedi Kanjuruhan, kliennya sibuk dengan perawatan para korban sehingga tak bisa menjawab konfirmasi dari media.

"Saat ini Pak Haris ditetapkan sebagai tersangka, dan beliau menerima segala konsekuensi apa yang telah ditetapkan oleh hukum," kata dia.

Dalam tragedi Kanjuruhan ini, Polri telah menetapkan enam tersangka. Mereka terdiri dari tiga warga sipil dan tiga anggota kepolisian.

Tiga warga sipil itu adalah Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita, Ketua Panpel Arema Abdul Haris, dan Security Officer Suko Sutrisno.

Sedangkan dari pihak polri, ketiga tersangkanya adalah:

1. Kabag Ops Polres Malang, Kompol Wahyu Setyo Pranoto 

2. Kasat Samapta Polres Malang, AKP Bambang Sidik Achmadi

3. Komandan Kompi Brimob Polda Jawa Timur, AKP Hasdarman

Meski telah menetapkan tersangka, polisi belum menahan mereka.

Baca juga: LPSK Dampingi Kelpin Penggunggah Video Viral Tragedi Kanjuruhan ke Polres Malang






Jadwal Liga 1 Bergulir Lagi: Simak Rangkaian Laga Pekan Ke-12, Mulai Senin 5 Desember

10 jam lalu

Jadwal Liga 1 Bergulir Lagi: Simak Rangkaian Laga Pekan Ke-12, Mulai Senin 5 Desember

Setelah lama terhenti karena Tragedi Kanjuruhan, jadwal Liga 1 akhirnya bisa bergulir kembali. Simak jadwal pekan ke-12, mulai Senin, 5 Desember.


Alasan Kepolisian Belum Beri Sinyal Kelanjutan Liga Indonesia

1 hari lalu

Alasan Kepolisian Belum Beri Sinyal Kelanjutan Liga Indonesia

Asops Kapolri, Irjen. Agung Setya Imam Effendi mengatakan bahwa saat ini sedang dilakukan penilaian resiko untuk kelanjutan liga Indonesia.


BRI Liga 1 Belum Pasti Bergulir Bulan Ini, Polisi Tunggu Hasil Penilaian Resiko

2 hari lalu

BRI Liga 1 Belum Pasti Bergulir Bulan Ini, Polisi Tunggu Hasil Penilaian Resiko

Polisi masih menunggu hasil penilaian resiko yang dibuat Kementerian PUPR dan Kementerian Kesehatan untuk memberikan izin BRI Liga 1 kembali bergulir.


Wali Kota Gibran Sebut Stadion Manahan Solo Jadi Tuan Rumah Liga 1

2 hari lalu

Wali Kota Gibran Sebut Stadion Manahan Solo Jadi Tuan Rumah Liga 1

Menurut Wali Kota Gibran, Stadion Manahan Solo akan menjadi salah satu tuan rumah Liga 1 dengan sistem gelembung atau bubble.


Berita Liga 1: Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, Arema FC, dan PSIS Semarang

3 hari lalu

Berita Liga 1: Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, Arema FC, dan PSIS Semarang

Persebaya Surabaya memanfaatkan jeda Liga 1 untuk memilah pemain, sementara Arema FC dan PSIS Semarang tetap berlatih rutin.


PT LIB Masih Optimistis Putaran Pertama Liga 1 Tuntas Desember 2022

5 hari lalu

PT LIB Masih Optimistis Putaran Pertama Liga 1 Tuntas Desember 2022

Direktur PT LIB Ferry Paulus mengatakan pihaknya tetap optimistis putaran pertama Liga 1 musim 2022-2023 tuntas pada Desember 2022.


Rakor Pengamanan Liga 1, Polri: Syarat Perizinan Ketat

5 hari lalu

Rakor Pengamanan Liga 1, Polri: Syarat Perizinan Ketat

Mabes Polri menggelar rapat koordinasi dengan PSSI dan PT LIB membahas kelanjutan kompetisi Liga 1.


Persija Jakarta Incar Stadion GBK Jadi Home Base di Putaran II Liga 1

5 hari lalu

Persija Jakarta Incar Stadion GBK Jadi Home Base di Putaran II Liga 1

Persija Jakarta ingin Stadion Gelora Bung Karno menjadi markas jika kompetisi Liga 1 kembali bergulir.


Shin Tae-yong Ingin Timnas Indonesia Juara di Piala AFF 2022

5 hari lalu

Shin Tae-yong Ingin Timnas Indonesia Juara di Piala AFF 2022

Timnas Indonesia sudah mengadakan latihan perdana sebagai persiapan menuju Piala AFF 2022. Latihan dipimpin langsung Shin Tae-yong.


Polri dan PSSI Gelar Rapat Koordinasi Pengamanan Liga 1 Pasca- Tragedi Kanjuruhan

5 hari lalu

Polri dan PSSI Gelar Rapat Koordinasi Pengamanan Liga 1 Pasca- Tragedi Kanjuruhan

Polri, PSSI, dan PT LIB menggelar rapat koordinasi pengamanan Liga 1 musim 2022-2023 yang akan digelar lagi pasca- tragedi Kanjuruhan.