LPSK Dampingi Kelpin Penggunggah Video Viral Tragedi Kanjuruhan ke Polres Malang

Kedua wakil ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Achmadi dan Edwin Partogi mendatangi Bareskrim Mabes Polri, di Jakarta, Selasa, 9 Agustus 2022. LPSK mendatangi Bareskrim Mabes Polri untuk berkoordinasi dengan penyidik terkait permohonan Bharada E alias Richard Eliezer Pudihang Lumiu sebagai Justice Collaborator. TEMPO/ Febri Angga Palguna

TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban atau LPSK mendampingi pengunggah video tragedi Kanjuruhan Malang bernama Kelpin ke Polres Malang pada Jumat, 7 Oktober 2022.

Kelpin sebelumnya sempat dijemput paksa oleh anggota polisi pada 3 Oktober 2022. Kedatangan Kelpin ke  kantor Polres Malang untuk mengambil telepon seluler yang disita penyidik.

"Kelpin ini pengunggah video di akun sosial media yang sebelumnya pernah diisukan diculik polisi," kata Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu kepada wartawan hari ini.

Edwin mengatakan Kelpin dibawa oleh intel polisi ke Polres Malang dan diminta membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terkait video yang viral. Selama diperiksa, Kelpin dimintai keterangan dalam proses BAP untuk perkara Pasal 359 dan 360 KUHP.

“Ia diperiksa sekitar 2 jam dari pukul 16.00-18.00 WIB pada Senin, 3 Oktober,” ujar Edwin.

Edwin mengatakan Kelpin tidak ditahan dan dipulangkan pada hari yang sama ia dijemput. Edwin menegaskan proses hukum seharusnya memperhatikan hukum acara dan hak asasi manusia.

Baca juga:  11 Personel Polri Tembakkan Gas Air Mata di Tragedi Kanjuruhan

“Bahwa Kelpin ini punya hak yang sama untuk diperlakukan di depan hukum. Kalau dimintai keterangan ya sebaiknya ada surat panggilan,” ujarnya.

Sebelumnya, Kelpin mengunggah video detik-detik tragedi Stadion Kanjuruhan Malang melalui akun tiktoknya @kelpinbotem. Video itu memperlihatkan ketika penonton berdesakan di pintu keluar stadion. 

Namun, saat ini akun tersebut sudah tidak aktif. Sebelumnya ia diisukan ditangkap polisi seperti disampaikan pemilik akun instagram @rhmdsyhrlr (Syahrul) dalam story instagram, Senin malam, 3 Oktober 2022.

Tau video yg tak share kemaren kan? Video tiktok kelpinbotem yg nunjukin kalo pintu dikunci dari luar saat gas air mata mengepul di tribun. Kelpin diundang mata najwa ke jakarta untuk memberikan kesaksian dan harusnya berangkat siang ini. Tapi naas waktu di stasiun dia DICULIK intel dari oknum aparat dan akhirnya GAGAL berangkat. Banyak saksi nya di stasiun. Mohon doa nya semua agar kelpin selamat,” tulis akun instagram @rhmdsyhrlr.

Pemilik akun instagram @ferdiansyyah_27 menyampaikan jikan Kelpin diculik. “Sam koncoku sng upload video ndk gerbong ditutup kok di ringkus polisi? Saiki arek e di tahan ndk polres malang! Opo iki kasus e di walek kabeh iki? Tolong bantu sam kuu (Mas, temanku yang upload video di gerbong ditutup kok dirungkus polisi? Sekarang anaknya ditahan di Polres Malang! Apa ini kasusnya dibalik semua? Tolong bantu mas kuu,” tulisnya.

Penelusuran Tempo, Kelpin tercatat sebagai pegawai kebersihan di Stasiun Kota Baru Malang. Juru bicara Daerah Operasional 8 Surabaya PT KAI, Luqman Arif membenarkan Kelpin ditangkap polisi. “Barusan dapat kabar, memang kemarin dimintai keterangan di polres dan sori kemarin sekitar pukul 18.00 disuruh balik,”ujar Luqman.

Baca juga: Kapolri: 31 Personel Diduga Langgar Etik di Tragedi Kanjuruhan

EKA YUDHA SAPUTRA | EKO WIDIANTO






Jadwal Liga 1 Bergulir Lagi: Simak Rangkaian Laga Pekan Ke-12, Mulai Senin 5 Desember

9 jam lalu

Jadwal Liga 1 Bergulir Lagi: Simak Rangkaian Laga Pekan Ke-12, Mulai Senin 5 Desember

Setelah lama terhenti karena Tragedi Kanjuruhan, jadwal Liga 1 akhirnya bisa bergulir kembali. Simak jadwal pekan ke-12, mulai Senin, 5 Desember.


LPSK Layangkan Surat Rekomendasi ke Jaksa agar Tuntutan Bharada E Diringankan

9 jam lalu

LPSK Layangkan Surat Rekomendasi ke Jaksa agar Tuntutan Bharada E Diringankan

LPSK mengirimkan surat rekomendasi kepada Kejaksaan Agung agar penuntut umum menuntut ringan Bharada E atau Richard Eliezer.


Top Nasional: Pernyataan Bharada E soal Wanita Menangis Dinilai Kejujuran, DPR Setujui Yudo Margono Jadi Panglima TNI

1 hari lalu

Top Nasional: Pernyataan Bharada E soal Wanita Menangis Dinilai Kejujuran, DPR Setujui Yudo Margono Jadi Panglima TNI

Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi mengungkapkan pernyataan Richard Eliezer atau Bharada E soal wanita menangis di rumah Ferdy Sambo adalah jujur.


Alasan Kepolisian Belum Beri Sinyal Kelanjutan Liga Indonesia

1 hari lalu

Alasan Kepolisian Belum Beri Sinyal Kelanjutan Liga Indonesia

Asops Kapolri, Irjen. Agung Setya Imam Effendi mengatakan bahwa saat ini sedang dilakukan penilaian resiko untuk kelanjutan liga Indonesia.


BRI Liga 1 Belum Pasti Bergulir Bulan Ini, Polisi Tunggu Hasil Penilaian Resiko

2 hari lalu

BRI Liga 1 Belum Pasti Bergulir Bulan Ini, Polisi Tunggu Hasil Penilaian Resiko

Polisi masih menunggu hasil penilaian resiko yang dibuat Kementerian PUPR dan Kementerian Kesehatan untuk memberikan izin BRI Liga 1 kembali bergulir.


Wali Kota Gibran Sebut Stadion Manahan Solo Jadi Tuan Rumah Liga 1

2 hari lalu

Wali Kota Gibran Sebut Stadion Manahan Solo Jadi Tuan Rumah Liga 1

Menurut Wali Kota Gibran, Stadion Manahan Solo akan menjadi salah satu tuan rumah Liga 1 dengan sistem gelembung atau bubble.


Bharada E Sebut Perempuan Menangis di Rumah Sambo, LPSK: Ia Berkata Jujur

2 hari lalu

Bharada E Sebut Perempuan Menangis di Rumah Sambo, LPSK: Ia Berkata Jujur

LPSK memberikan tanggapan mengenai pernyataan penasihat hukum Ferdy Sambo, Arman Hanis yang menyebut Bharada E memberikan kesaksian bohong di persidangan.


Korban Kejahatan Seksual Mas Bechi Kecewa dengan Vonis Hakim

2 hari lalu

Korban Kejahatan Seksual Mas Bechi Kecewa dengan Vonis Hakim

Mas Bechi divonis 7 tahun penjara. Jauh dari tuntutan jaksa yang menuntut 16 tahun penjara.


LPSK Sebut Korban Kekerasan Seksual di Kemenkop UKM Menjadi Pendiam

3 hari lalu

LPSK Sebut Korban Kekerasan Seksual di Kemenkop UKM Menjadi Pendiam

Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu mengatakan korban kekerasan seksual di Kemenkop UKM dalam keadaan trauma akibat peristiwa yang dialaminya


Mas Bechi Hanya Divonis 7 Tahun, LPSK Dukung Jaksa Ajukan Banding

3 hari lalu

Mas Bechi Hanya Divonis 7 Tahun, LPSK Dukung Jaksa Ajukan Banding

LPSK meminta Pengadilan Tinggi Surabaya memperhatikan memori banding yang diajukan jaksa terhadap pelaku kekerasan seksual Mas Bechi.