Kontras Minta Tersangka Tragedi Kanjuruhan Dijerat Dengan Pasal Ini

Suporter Arema FC (Aremania) meletakkan bunga di atas alas kaki para korban yang tertinggal di depan pintu tribun 11 Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Selasa (4/10/2022). Menurut sejumlah saksi mata korban terbanyak dalam tragedi Kanjuruhan berada di pintu tribun 11, 12, dan 13 yang saat kejadian pintu keluar tersebut terkunci sehingga penonton yang menghindari gas air mata tidak dapat keluar. ANTARA/Ari Bowo Sucipto

TEMPO.CO, Malang - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban (KontraS) menuntut penyidik perkara Tragedi Kanjuruhan untuk menjerat para tersangka dengan pasal soal penganiayaan yang menyebabkan kematian serta pasal pembunuhan berencana. Hukuman Pasal 351 dan 338 KUHP itu lebih berat dari Pasal 359 dan 360 KUHP yang diterapkan penyidik saat ini. 

Sekretaris Jenderal Federasi KontraS, Andy Irfan Juhaeri, menyatakan bahwa berdasarkan penelusuran mereka, terjadi peristiwa penganiayaan hingga menyebabkan jatuh korban jiwa dalam peristiwa tersebut. 

“Memenuhi unsur pasal 351 KUHP tentang penyiksaan,” kata Andy Irfan kepada Tempo, Jumat, 7 Oktober 2022.

Polisi disebut melakukan kekerasan dengan sengaja

Andy menyatakan pihaknya mendapatkan keterangan dan bukti jika tindak kekerasan oleh aparat tersebut dilakukan secara sengaja. Baik karena diperintah atasan maupun atas inisiatif sendiri.

Banyak saksi dan korban, kata dia, menyampaikan jika aparat keamanan melakukan kekerasan secara sengaja. Tidak menutup kemungkinan, ujar Andy, penembakan gas air mata secara intens dilakukan secara sengaja sehingga mengakibatkan 131 orang meninggal dan sekitar 300 orang lainnya terluka.

Baca: Iwan Bule Didesak Mundur dari Posisi Ketua Umum PSSI, , Menpora: Pemerintah Tak Ingin Ikut Campur

”Perlu didalami apakah ada unsur pembunuhan sebagaimana dimaksud dalam pasal 338 KUHP,” ujarnya.

Menurut dia, tragedi yang terjadi pasca laga Arema FC vs Persebaya Surabaya itu bukan hanya karena kelalaian panitia pelaksana dan aparat keamanan saja. 

Enam tersangka Tragedi Kanjuruhan

Sebelumnya polisi telah menetapkan enam tersangka dalam Tragedi Kanjuruhan. Mereka adalah Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru Akhmad Hadian Lukita, Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan Arema FC Abdul Haris, Security Officer Arema FC Suko Sutrisno, Kepala Bagian Operasional Polres Malang Komisaris Polisi Wahyu Setyo Pranoto, Deputi III Danyon Brimob Polda Jatim Ajun Komisaris Polisi Hasdarman, dan Kasat Samapta Polres Malang Ajun Komisaris Polisi Bambang Sidik Achmadi.

Keenam tersangka itu dijerat dengan Pasal 359 dan 360 KUHP soal kelalaian yang mengakibatkan tewasnya seseorang. Hukuman maksimal dari kedua pasal tersebut lima tahun penjara.

Baca juga: 20 Polisi Akan Jalani Sidang Etik Terkait Tragedi Kanjuruhan, Termasuk Kapolres Malang

Pasal 351 KUHP mengatur soal penganiayaan. Jika korban penganiyaan meninggal, pelaku terancam hukuman penjara maksimal tujuh tahun penjara. Sementara Pasal 338 KUHP mengatur soal pembunuhan berencana. Dalam pasal ini, pelaku bisa terancam hukuman hingga lima belas tahun penjara. 

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers Kamis kemarin, 6 Oktober 2022, menyatakan terbuka kemungkinan jumlah tersangka Tragedi Kanjuruhan bertambah. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo, menyatakan 20 anggota polisi akan menjalani sidang etik karena masalah ini. 






KontraS Soroti Pasal Pelanggaran HAM Berat di RKUHP

8 jam lalu

KontraS Soroti Pasal Pelanggaran HAM Berat di RKUHP

KontraS menilai pasal pelanggaran HAM berat di RKUHP justru mendegradasi kekhususan tindak pidana kemanusiaan yang berat.


Jadwal Liga 1 Bergulir Lagi: Simak Rangkaian Laga Pekan Ke-12, Mulai Senin 5 Desember

9 jam lalu

Jadwal Liga 1 Bergulir Lagi: Simak Rangkaian Laga Pekan Ke-12, Mulai Senin 5 Desember

Setelah lama terhenti karena Tragedi Kanjuruhan, jadwal Liga 1 akhirnya bisa bergulir kembali. Simak jadwal pekan ke-12, mulai Senin, 5 Desember.


Alasan Kepolisian Belum Beri Sinyal Kelanjutan Liga Indonesia

1 hari lalu

Alasan Kepolisian Belum Beri Sinyal Kelanjutan Liga Indonesia

Asops Kapolri, Irjen. Agung Setya Imam Effendi mengatakan bahwa saat ini sedang dilakukan penilaian resiko untuk kelanjutan liga Indonesia.


PT LIB Dapat Izin Polisi, Jadwal Liga 1 Dilanjutkan Mulai 5 Desember 2022

1 hari lalu

PT LIB Dapat Izin Polisi, Jadwal Liga 1 Dilanjutkan Mulai 5 Desember 2022

PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) menyatakan Liga 1 musim 2022-2023 resmi dilanjutkan mulai 5 Desember 2022 setelah dapat rekomendasi dari kepolisian.


BRI Liga 1 Belum Pasti Bergulir Bulan Ini, Polisi Tunggu Hasil Penilaian Resiko

2 hari lalu

BRI Liga 1 Belum Pasti Bergulir Bulan Ini, Polisi Tunggu Hasil Penilaian Resiko

Polisi masih menunggu hasil penilaian resiko yang dibuat Kementerian PUPR dan Kementerian Kesehatan untuk memberikan izin BRI Liga 1 kembali bergulir.


Laksamana Yudo Margono Jadi Panglima TNI, Ini Kata KSAD Jenderal Dudung Abdurrachman

2 hari lalu

Laksamana Yudo Margono Jadi Panglima TNI, Ini Kata KSAD Jenderal Dudung Abdurrachman

KSAD Jenderal Dudung Abdurrachman menyatakan akan mendukung Laksamana Yudo Margono sebagai Panglima TNI.


Wali Kota Gibran Sebut Stadion Manahan Solo Jadi Tuan Rumah Liga 1

2 hari lalu

Wali Kota Gibran Sebut Stadion Manahan Solo Jadi Tuan Rumah Liga 1

Menurut Wali Kota Gibran, Stadion Manahan Solo akan menjadi salah satu tuan rumah Liga 1 dengan sistem gelembung atau bubble.


Selain Setujui Yudo Margono Sebagai Panglima TNI, DPR Juga Sepakat Berhentikan Andika Perkasa

2 hari lalu

Selain Setujui Yudo Margono Sebagai Panglima TNI, DPR Juga Sepakat Berhentikan Andika Perkasa

DPR memberhentikan Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI dengan hormat setelah menyetujui pencalonan Laksamana Yudo Margono.


Soal Keberadaan Ismail Bolong, Ini Kata Kapolri

2 hari lalu

Soal Keberadaan Ismail Bolong, Ini Kata Kapolri

Kapolri menyatakan akan ada progres soal pencarian Ismail Bolong setelah mereka memeriksa anak dan istrinya pada Kamis kemarin.


Antar Yudo Margono Jalani Uji Kelayakan Panglima TNI di DPR, Kapolri: Bukti Solid

2 hari lalu

Antar Yudo Margono Jalani Uji Kelayakan Panglima TNI di DPR, Kapolri: Bukti Solid

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan mengantarkan Laksamana TNI Yudo Margono ke uji kepatutan dan kelayakan sebagai Panglima TNI di DPR